Petani di Banyuasin Ikuti Penyuluhan Budidaya Tanaman Karet

 BANYUASIN – Pusat penelitian Karet atau Balai Penelitian Sembawa memberikan penyuluhan budidaya tanaman karet kepada para petani dan masyarakat Desa Sungai Rengit, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Kamis (12/3/2018).

Penyuluhan budidaya tanaman karet ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dalam upaya penurunan emisi karbon atau upaya mitigasi pada wilayah rawan bencana kebakaran khususnya lahan gambut tempat petani berkebun karet.

 

Kepala Desa Sungai Rengit Suhaimi, mengatakan kalau kegiatan penyuluhan budidaya tanaman karet yang melibatkan petani dan unsur masyarakat ini sangat dibutuhkan, karena menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan.”Terutama soal upaya penurunan emisi karbon atau upaya mitigasi pada wilayah rawan bencana kebakaran khususnya lahan gambut tempat petani berkebun karet,”katanya.

Oleh karena itu, besar harapan kedepannya dapat dilakukan pendampingan rutin agar kelompok tani yang ada dapat tumbuh mandiri, sehingga petani tidak hanya meratapi harga karet yang cenderung turun.”Kegiatannya sangat baik sekali, dan dapat terus dilanjutkan,”ujarnya.

Masih kata Suhaimi, selain mendapatkan penyuluhan budidaya tanaman karet oleh Balai Penelitian Sembawa, para petani juga menerima penyaluran saprodi berupa pisau sadap, batu asah dan pembeku anjuran (asap cair, red).”Dan juga menerima paket lengkap teknologi dalam buku panduan budidaya karet,”terangnya.

Bambang, petani asal Dusun IV Setia Harapan menambahkan kalau ia dan petani lainnya masih minim informasi terkait  mitigasi kebakaran gambut, sehingga secara kolektif petani antusias dalam pemberdayaan dan menerima paket teknologi ini.

Charlos peneliti Balai Penelitian Sembawa juga mengungkapkan kalau pihaknya telah melakukan pemasangan canal blocking berbasis komposit karet alam di parit-parit kebun yang berguna untuk mengatur muka level air. Pemasangan bloking kanal berfungsi mengatasi kekeringan parit di musim kemarau dan mengatur level muka air, sehingga ketersediaan air untuk kegiatan usaha tani dapat membantu petani.

Keberadaan berbagai pihak sangat diharapkan dalam mendukung kegiatan usaha tani khususnya perkebunan karetrakyat, apalagi pendapatan petani karet yang diterima dari penjualan hasil kebun yang belum maksimal.

Hal ini dikarenakan prilaku petani karet yang secara turun temurun sulit untuk menerima inovasi, sehingga berpengaruh pada rendahnya adopsi teknologi serta lambannya dalam mengubah pola usaha tani yang lebih memberikan nilai tambah.

Sumber : http://sumsel.tribunnews.com/2018/04/12/petani-di-banyuasin-ikuti-penyuluhan-budidaya-tanaman-karet


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel