Mau Genjot Produktivitas Sawit, Perhatikan Penggunaan Pupuk

JAKARTA – Di dalam metoda konvensional jika ingin meningkatkan produktivitas, harus diberi pupuk tambahan. Di dalam metoda ini pupuk tambahan merupakan penunjang jika produksi telah meningkat agar produktivitas tidak menurun kembali. Langkah pertama adalah memberikan pupuk secukupnya dengan dosis sesuai anjuran, langkah kedua adalah menyusun rekomendasi pemupukan yang lebih mendekati kebutuhan dengan dilengkapi oleh beberapa percobaan pemupukan. Tambahan pemupukan tidak diperlukan lagi jika langkah kedua telah dijalankan.

Jika ingin agar produksi bunga betina (sex ratio) tetap baik, jaga tanah agar tetap lembab dan hindari adanya defisiensi N, P, K dan Mg. Seluruh upaya ini tidak terlepas dari pupuk dan perawatan lainnya. Dosis pupuk yang paling mendekati adalah perhitungan yang berdasarkan percobaan lapangan. Perhitungan yang didasarkan analisa daun tetap harus menggunakan hasil percobaan lapangan agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu jumlah tandan yang biasa dikenal dengan sex ratio  (perbandingan bunga betina dan jantan) dapat memperbaiki susunan buah (fruitset) yang nantinya akan menjadi tempat buah sawit tumbuh. Jadi upaya peningkatan produktivitas pada kelapa sawit sejatinya baru terlihat jelas pada tahun ke-3, sedang peningkatan secara bertahap sudah dimulai sejak 6 bulan setelah perlakuan.

Adapun pupuk tambahan merupakan penunjang jika produksi telah meningkat agar produktivitas tidak menurun kembali. Langkah pertama adalah memberikan pupuk secukupnya dengan dosis sesuai anjuran, langkah kedua adalah menyusun rekomendasi pemupukan yang lebih mendekati kebutuhan dengan dilengkapi oleh beberapa percobaan pemupukan. Tambahan pemupukan tidak diperlukan lagi jika langkah kedua telah dijalankan.

Seluruh upaya ini tidak terlepas dari pupuk dan perawatan lainnya. Dosis pupuk yang paling mendekati adalah perhitungan yang berdasarkan percobaan lapangan. Perhitungan yang didasarkan analisa daun tetap harus menggunakan hasil percobaan lapangan agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu jumlah tandan yang biasa dikenal dengan sex ratio  (perbandingan bunga betina dan jantan) dapat memperbaiki susunan buah (fruitset) yang nantinya akan menjadi tempat buah sawit tumbuh. Jadi upaya peningkatan produktivitas pada kelapa sawit sejatinya baru terlihat jelas pada tahun ke-3, sedang peningkatan secara bertahap sudah dimulai sejak 6 bulan setelah perlakuan. (Memet Hakim - Emha Training Center & Advisory Services/Dosen Tamu Fakultas Pertanian Unpad)

 

Sumber : https://www.infosawit.com/news/8866/mau-genjot-produktivitas-sawit--perhatikan-penggunaan-pupuk

 

 


Kategori Artikel