Malaysia Ajak Indonesia Protes ke WTO

KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia akan mengajukan keluhan ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) sebelum November 2019, untuk melawan langkah Uni Eropa menghentikan penggunaan minyak kelapa sawit sebagai bahan bakar transportasi di blok tersebut.

Menteri Industri Utama Malaysia Teresa Kok mengatakan, secara strategis pengajuan keluhan ke WTO akan baik bagi Malaysia jika dilakukan bersama-sama dengan Indonesia. "Terkait WTO, kami terus mengupayakan. Bahkan, berkas-berkasnya sudah berada di kantor jaksa agung sekarang. Mereka membantu kita mencari ahli yang dapat memperdebatkan kasus ini di WTO," kata Teresa Kok, Selasa (16/7) kemarin.

Sebelumnya, Komisi Eropa telah memutuskan untuk menghentikan penggunaan bahan bakar transportasi berbasis kelapa sawit dari energi terbarukan setelah menyimpulkan pembudidayaannya berujung pada deforestasi berlebihan.

Sementara Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, Uni Eropa berisiko membuka perang dagang dengan Malaysia karena kebijakan yang sangat tidak adil dengan tujuan mengurangi penggunaan minyak kelapa sawit.

Malaysia merupakan produsen dan pemasok minyak kelapa sawit terbesar ke-dua di dunia setelah Indonesia. Oleh karena itu, negara tersebut bergantung pada hasil panen untuk miliaran dolar dalam pendapatan devisa dan ratusan ribu pekerjaan. Namun, budidaya minyak kelapa sawit dianggap sebagai penyebab deforestasi yang luas, kepunahan keanekaragaman hayati dan perubahan iklim oleh kelompok-kelompok lingkungan.

 

Sumber : https://radartegal.com/berita-nasional/malaysia-ajak-indonesia-protes-ke-wto.32749.html

 


Kategori Artikel