Kalibrasi Penyiraman Pembibitan Kelapa Sawit Shower Head System

PENYIRAMAN SHOWER HEAD SYSTEM

Salah satu kegiatan utama pemeliharaan bibit kelapa sawit agar dapat tumbuh dan berkembang sesuia potensinya adalah penyiraman yang dilakukan rutin dan cukup, terutama jika jumlah curah hujan pada hari itu berjumlah kurang dari 8mm. Penyiraman bibit kelapa sawit dilakukan baik di areal pre nursery maupun main nursery, satu kali dalam sehari yaitu pada pagihari selama 30 menit. Standar penyiraman di pre nursery, tiap bibit memerlukan 0.2-0.3 liter air/babybag/hari. Sedangkan di main nursery, tiap bibit memerlukan 1.5-2 liter air/babybag/hari.

Penyiraman di pembibitan kelapa sawit dalam skala luas biasanya dilakukan menggunakan shower head system. Kelebihan sistem penyiraman ini anatara lain: penyiraman lebih seragam, sedikit rintangan, mudah dalam perawatan, dan dapat dipergunakan kembali.peyiraman shower head system adalah penyiraman menggunakan sprinkler sebagai kepala pancuran, membagi air siraman menjadi butiran air kcil yang dapat menjangkau sekeliling areal pembibitan dan memiliki areal pembibitan dan memiliki jangkauan yang luas.

Penyiraman dilakukan dengan cara air penyimpanan dipompa, dialirkan melalui rangkaian pipa yang dilengkapi dengan stop kran. Semakin jauh lokasi penyiraman dari rumah pompa, maka jumlah shower head yang dialirkan akan semakin sedikit. Air dipompa dari sumber air melalui pipa induk berukuran 4 inch, kemudian di bagi lagi untuk tiap-tiap petak kecil melalui pipa ukuran 2 inch. Pipa yang digunakan ke dalam petak kecil berukuran 1 inch lalu ke atas setinggi 2 m untuk main nursery dan 70 cm untuk pre nursery.

KALIBRASI PENYIRAMAN SHOWER HEAD SYSTEM

Kalibrasi penyiraman adalah proses pengecekan dan pengaturan akurasiari alat ukur air penyiraman dengan cara membandingkan standar penyiraman yangberlaku di kebun bibit. Kegiatan kalibrasi penyiraman dilakukan dengan tujuan untuk memastikan jumlah air yang diterima oleh bibit telah sesui dengan SOP perusahaan, yaitu, tiap bibit memerlukan 0.2-0.3liter air/babybag/hari di pre nursery dan 1.5-2 liter air/largebag/hari dimain nursery. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air sesui dengan fase pertumbuhan dan perkembangan bibit kelapa sawit sesuai standar penyiraman. Kalibrasi dilakukan agar penyiraman terjadi dengan sempurna, sehingga bibit yang dibudidayakan terhindar dari kelainan tumbuh dan bahkan bisa sampai mengakibatkan kematian. Sebagaimana pernyataan Pahan (2012) bahwa sistem penyiraman yang baik dipre nursery harus lebih diperhatikan untuk mencegah kelainan bahkan kematian pada bibit yang dibudidayakan.

Teknis kalibrasi di areal pre nursery dilakukan dengan cara meletakkan takaran di bedengan sesui dengan ukuran mulut babybag yaitu pipa PVC 3 inch di 3 (tiga) titik pengukuran yaitu jarak 1m (dekat), 2.5 m (tengah) dan 4 m (jauh) dari shower head. Hasil penyiraman diukur menggunakan gelas ukur. Pada tahan main nursery, pengukuran dilakukan dengan cara meletakkan takaran berupa ember diposisi largebag yang sudah dipindahkan dan menempatkannya didalam barisan tanamandi 3 (tiga) titik pengukuran yaitu jarak 1 m (dekat), 3 m (tengah) dan 6 m(jauh) dari shower head. Hasil penyiraman diukur menggunakan gelas ukur. Kalibrasi dilakukan sebanyak 3 kali ulangan pada lokasi petak yang berbeda,baik di pre nursery maupun main nursery, juga mencacat lama penyiraman yang dilakukan.

Cara yang dilakukan untuk mengetahui jumlah volume air yang diterima yaitu: 1.menyediakan wadah yang berukuran lebar wadah sama dengan lebar bibir polibag, 2.meletakkan wadah minimal 3 titik yang berbeda dengan waktu sesui dengan penyiraman yang ada yaitu 30 menit, 3.pengulangi percobaan minimal 3 kali ulangan, 4.membuat rata-rata dari hasil penyiraman.

 

Sumber : Majalah Media Perkebunan Sumber Inspirasi Agribisnis,Edisi Juli 2018(Hal 58-59)


Kategori Artikel