Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI Membangun..(Bagian XLI)

Ekspor Minyak Bunga Matahari (Sunflower Oil)Sunflower oil merupakan sumber nabati terpenting keempat setelah minyak sawit, soybean oil dan rapeseed oil. Perdagangan sunflower oil di pasar dunia dimulai tahun 1972, oleh Rumania dan Bulgaria, namun hanya berlangsung hingga 1998. Keduannya memiliki pangsa ekspor 18,68% dan 3,36%. Demikian halnya dengan Amerika Serikat, juga memiliki peran yang cukup besar pada kurun waktu 1972-1998, dengan pangsa rata-rata 155 dari total ekspor sunflower oil dunia.

 

Dalam perkembangan ekspor sunflower oil, negara eksportir utama adalah Argentina, pada kurun waktu 1975-1998, dengan pangsa rata-rata 60%, kemudian pangsanya menurun menjadi 30%. Sejak 1999 hingga 2013 peran tersebut digantikan oleh Ukraina (40%).

Jika dibandingkan dengan negara eksportir lainnya, Ukraina termasuk negara eksportir baru, yakni sejak 1988. Namun ekspor negara ini memiliki laju pertumbuhan yang pesat dibandingkan negara lainnya, yakni dengan rata-rata 26% per tahun. Disamping itu, beberapa negara seperti Rusia (sejak 1987) dengan pangsa rata-rata 8,49% dan Argentina dengan pangsa 40,58%. Laju (growth) ekspor ketiga negara eksportir masing-masing adalah Ukraina 26,36% per tahun, Rusia 19,23% per tahun dan Argentina dengan rata-rata laju 4,84% per tahun. Ketiga negara tersebut mencapai pangsa ekspor sebesar 85,76% dan 14,5% dipenuhi oleh eksportir lainnya.

 

Sumber : https://sawitindonesia.com/rubrikasi-majalah/berita-terbaru/industri-minyak-sawit-indonesia-menuju-100-tahun-nkri-membangun-kemandirian-ekonomi-dan-pangan-secara-berkelanjutan-bagian-xli/ 


Kategori Berita