India dan Malaysia Bersitegang Dagang, Ekspor CPO di Tanah Air Meningkat

PEKANBARU - Pengurangan impor yang dilakukan India terhadap minyak kelapa sawit dari Malaysia ikut mendorong peningkatan ekspor minyak kelapa sawit dari Indonesia ke India.

"Akibat ketegangan antara kedua negara tersebut, ekspor minyak kelapa sawit dari Indonesia ke India meningkat," kata kata Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu di Pekanbaru, Kamis (7/11/2019).

Selain itu, lanjut Tengku, hasil pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dengan PM India Narendra Modi saat disela agenda KTT ASEAN ke-35 di Thailand juga memberikan pengaruh positif.

"Mudah-mudahan hal itu turut membuka peluang yang baik untuk peningkatan harga sawit di dalam negeri," katanya.

Untuk pekan ini sendiri, tandan buah segar kelapa sawit di tanah air mengalami kenaikan yang dipengaruhi oleh naiknya harga jual CPO dari seluruh perusahaan sumber data, dan kenaikan harga kernel pada seluruh perusahaan sumber data.

"Jadi CPO dan Kernel sama-sama mengalami kenaikan. Sehinggaharga CPO Rp7.484,40 dan harga Kernel Rp3.714,22," ujarnya.

Yang mana, harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp375,16 per kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp334,55 per kg, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp641,64 per kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp345,09 per kg, dan PT Musim Mas mengalami kenaikan sebesar Rp300 per kg dari harga minggu lalu.

Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari mengalami kenaikan harga sebesar Rp163,63 per kg, dan Asian Agri Group mengalami kenaikan sebesar Rp 47 per kg dari harga minggu lalu. 

Sumber:https://www.goriau.com/berita/baca/india-dan-malaysia-bersitegang-dagang-ekspor-cpo-di-tanah-air-meningkat.html


Kategori Berita