Di Tebo Sekitar 15 Perusahaan Sawit Bermasalah

MUARATEBO  – Sebanyak 15 perusahaan perkebunan sawit di Kabupaten Tebo dinilai bermasalah. Perusahaan sawit itu terlibat konflik dengan warga dan berpotensi semakin meruncing bila terlambat diselesaikan.  

Data itu berdasarkan hasil investigasi Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan, Kabupaten Tebo. Yang memastikan rata-rata sistem pola bagi hasil yang diterapkan perusahaan dengan para petani bermasalah dan dinilai sangat merugikan petani.

Kabid Bina Usaha (Binus) Dinas Perkebunan Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tebo, Purnomo, menyebutkan, pihak perusahaan tidak transparan soal pola kemitraan dengan para petani. "Menurut data yang kita peroleh dari para petani terdapat 15 perusahaan di Kabupaten Tebo bermasalah," ujar Purnomo, belum lama ini dikutip jambi-independent.co.id.

Menurut Purnomo, seharusnya perusahaan dan mitranya (koperasi, red) wajib memberikan rincian uang masuk dan uang keluar, supaya para petani tidak salah paham.

Dengan artian, perusahaan harus transparan dengan petani soal keuangan. Sebab jika tidak, akan muncul kecurigaan dan konflik tentu semakin mudah terjadi.

Seperti diketahui, belakanggan ini, beberapa persoalan kegaduhan antara perusahaan perkebunan kelapa sawit dan kelompok tani di Kabupaten Tebo mencuat kepermukaan. Rata-rata persoalannya sistem pola bagi hasil yang  dianggap merugikan masyarakat.

Belum lama ini, permasalahan petani dengan PT Tebo Indah sempat bergulir ke jalur hukum. Petani yang dirugikan akhirnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Tebo. Gugatan kelompok tani ini meminta pihak perusahaan mematuhi kesepakatan awal tentang Pola kemitraan petani dengan PT Tebo Indah. Pembagian hasil panen tidak sesuai dengan perjanjian awal.

 

Selanjutnya ada lagi masalah di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT Persada Alam Hijau (PAH) Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir yang sahamnya dibeli oleh PT. Golden Plantation, anak usaha PT. Tiga Pilar Sejahtera (TPS) juga selalu bergejolak. Persoalannya hampir sama, kelompok tani merasa dirugikan dengan sistem pola bagi hasil. (T3)

 

sumber : http://www.infosawit.com/news/7063/di-tebo-sekitar-15-perusahaan-sawit-bermasalah


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel