Yang Perlu Diketahui tentang BPJS Kesehatan

Yang Perlu Diketahui tentang BPJS Kesehatan

 

Per 1 Maret 2015, PTPN V telah mendaftarkan 42.919 karyawan, keluarganya, termasuk pensiunan PTPN V sebagai peserta program BPJS Kesehatan. Berikut beberapa hal yang seharusnya diketahui oleh insan PTPN V terkait BPJS Kesehatan :

Hak Peserta BPJS Kesehatan

  • Mendapatkan kartu peserta sebagai bukti sah untuk memperoleh pelayanan kesehatan
  • Memperoleh manfaat dan informasi tentang hak dan kewajiban sesuai prosedur pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  • Mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan
  • Menyampaikan keluhan/pengaduan, kritik dan saran secara lisan atau tertulis ke kantor BPJS Kesehatan

 

Kewajiban Peserta BPJS Kesehatan

  • Mendaftarkan dirinya sebagai peserta serta membayar iuran yang besarannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  • Melaporkan perubahan data peserta, baik karena pernikahan, perceraian, kematian, kelahiran, pindah alamat atau pindah fasilitas kesehatan tingkat pertama
  • Menjaga Kartu Peserta agar tidak rusak, hilang, atau dimanfaatkan oleh orang yang tidak berhak
  • Mentaati semua ketentuan dan tata cara pelayanan kesehatan

 

Iuran Jaminan KesehatanPasal 16 C (Perpres No. 111 Tahun 2013)

(1)  Mulai tanggal 1 Januari 2014 sampai dengan 30 Juni 2015 sebesar 4,5% dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan 4% dibayar oleh Pemberi Kerja dan 0,5% dibayar oleh Peserta.

(2)  Iuran Jaminan Kesehatan bagi mulai tanggal 1 Juli 2015 sebesar 5% dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan 4% dibayar oleh Pemberi Kerja 1% dibayar oleh Peserta.

(3)  Iuran dibayarkan secara langsung oleh Pemberi Kerja kepada BPJS Kesehatan.

 

AKOMODASI

Ruang Perawatan Kelas II bagi :

  • Peserta Pekerja Penerima Upah bulanan sampai dengan 2 (dua) kali penghasilan tidak kena pajak dengan status kawin dengan 1 (satu) anak, beserta anggota keluarganya; dan (golangan IA/00 s.d IIC/05)

 

Ruang Perawatan Kelas I bagi :

  • Peserta Pekerja Penerima Upah bulanan lebih dari 2 (dua) kali penghasilan tidak kena pajak dengan status kawin dengan 1 (satu) anak, beserta anggota keluarganya (gol IIC/07 s.d IVD/06)

 

MANFAAT JAMINAN KESEHATAN

  1. PELAYANAN KESEHATAN TINGKAT PERTAMA

Meliputi pelkes non spesialistik yang mencakup :

  1. Administrasi pelayanan
  2. Pelayanan Promotif dan Preventif
  3. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis
  4. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif
  5. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai
  6. Transfusi darah sesuai dengan kebutuhan medis
  7. Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pertama
  8. Rawat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi
  9. PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN TINGKAT LANJUTAN
  10. Rawat Jalan, yang meliputi :

a)       Administrasi Pelayanan

b)       Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi spesialistik oleh dokter spesialis dan subspesialis

c)        Tindakan medis spesialistik sesuai dengan indikasi medis

d)       Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai

e)       Pelayanan alat kesehatan implant

f)         Pelayanan penunjang Diagnostik lanjutan sesuai dengan indikasi medis

g)       Rehabilitasi Medis

h)       pelayanan Darah

i)         Pelayanan Kedokteran forensik

j)         Pelayanan jenazah di fasilitas kesehatan

  1. Rawat Inap, yang meliputi :

a)       Perawatan inap non intensif

b)       Perawatan inap di ruang intensif

 

 

PELAYANAN KESEHATAN YANG TIDAK DIJAMIN

  1. pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melaluiprosedur sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku;
  2. pelayanan kesehatan yang dilakukan di Fasilitas Kesehatan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kecuali untuk kasus gawat darurat;
  3. pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja;
  4. pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri;
  5. pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik;
  6. pelayanan untuk mengatasi infertilitas;
  7. Pelayanan meratakan gigi (ortodensi);
  8. gangguan kesehatan/penyakit akibat ketergantungan obat dan/atau alkohol;
  9. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri;
  10. Pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional, termasuk akupuntur, shin she, chiropractic, yangbelum dinyatakan efektif berdasarkan penilaianteknologi kesehatan (health technology assessment);
  11. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan (eksperimen);
  12. Alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, dan susu;
  13. Perbekalan kesehatan rumah tangga;
  14. Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa/wabah;
  15. Biaya pelayanan lainnya yang tidak ada hubungandengan Manfaat Jaminan Kesehatan yang diberikan.

 

 


Kategori Pengumuman