Uni Eropa Tertarik Investasi di Hilir Sawit Indonesia

Rotterdam, GATRAnews- Deputi Chief Mission Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag, Belanda, Ibnu Wahyutomo mengatakan, di Belanda dan Uni Eropa banyak perusahaan yang bergerak di industri hilir minyak sawit.

"Dibukanya kesempatan investasi menjadi hal yang menarik bagi investor Belanda dan Eropa, mengingat besarnya pasar dan tingginya pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sedangkan di pertumbuhan ekonomi di Eropa terhitung kecil," kata Ibnu, melalui keterangan tertulis yang diterima GATRAnews, di Jakarta, Sabtu (5/9).

Ibnu menyampaikan pernyataan tersebut dalam "Forum Bisnis dan Investasi Industri Hilir Kelapa Sawit" yang diselenggarakan pada hari Kamis-Jumat (3-4/9), di Rotterdam, Belanda. Ibnu juga  berharap  peran pengusaha dari Benua Biru ini lebih luas.

Menurut dia, jika sebelumnya lebih banyak berperan sebagai importir, maka di masa mendatang menjadi investor industri hilir kelapa sawit di Indonesia yang memasarkan produknya ke Eropa dan pasar global lainnya.

Menteri Perindustrian Saleh Husin yang memimpin delegasi pengusaha Indonesia di Belanda, memimpin delegasi Indonesia bertemu dengan jajaran pengurus European Palm Oil Alliance, termasuk dengan Frans Claassen selaku Chairman CPOA dan Margot Logman sebagai Manajer Program.

"Pemerintah Indonesia mengapresiasi kerja keras European Palm Oil Alliance yang diketuai Frans Claassen karena selama ini terus mengkampanyekan tentang keunggulan produk CPO dan turunannya, serta turut membentuk opini positif tentang industri kelapa sawit Indonesia," kata Saleh.

Di pelabuhan Rotterdam, delegasi Indonesia juga mengunjungi pabrik pengilangan (refinery) minyak sawit milik kelompok usaha Wilmar.

Saleh mengakui, delegasi Indonesia yang dipimpinnya juga membuka diri untuk berdiskusi dengan pengusaha Belanda dan Uni Eropa tentang perekonomian Indonesia terkini.

"Saya yakin, pasti para investor dan pengusaha ingin tahu lebih jauh tentang kebijakan pemerintah Indonesia, termasuk soal paket kebijakan stimulus ekonomi," katanya.

Untuk itu, Saleh menegaskan, pemerintah sangat serius dalam penyusunan dan implementasi paket stimulus ini. Salah satunya, tentang deregulasi investasi sektor industri dan perdagangan yang diharapkan memompa aktivitas ekonomi nasional, khususnya mendorong investasi langsung asing (foreign direct investment).

"Justru ini kesempatan emas untuk menjelaskan dan meyakinkan rekan-rekan investor. Juga menunjukkan konsistensi bahwa pemerintah dan dunia usaha sangat fokus menjaga iklim investasi. Kita tunggu detail paket stimulus dan akan segera disosialisasikan," kata Saleh.


Kategori Akses Informasi