Industri Sawit Diambang Kehancuran

PALEMBANG – Munculnya produk-produk makanan kemasan impor yang berlabel palm oil free (POF) atau tanpa mengandung minyak sawit membuat pengusaha kelapa sawit di Indonesia khawatir. Pasalnya, hal tersebut mengancam keberadaan industri sawit.

Hal ini langsung menimbulkan reaksi dari pengusaha kelapa sawit di Indonesia. Seperti yang diungkapkan Ketua Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Sumarjono Saragih. Ia mengatakan, kalau Pemerintah membiarkan hal tersebut maka akan melemahkan industri sawit.

“Kalau ini dibiarkan saja, otomatis industri sawit diambang kehancuran, tentu Pemerintah harus tegas untuk menindaklanjuti kampanye negatif dari produk POF ini,” tegasnya kepada Detik Sumsel.

Dikatakan, jika Pemerintah saat ini berkomitmen menjadikan sawit sebagai komoditas strategis, dengan adanya produk berlabel POF menunjukkan bahwa Pemerintah telah kecolongan. “Jelas ini kecolongan, harus segera ada tindakan tegas,” katanya.

Ia menambahkan, sampai saat ini produk POF ini hanya dipasarkan supermarket premium di Jakarta. “Di Sumsel belum ada temuan, tetapi kami akan terus mengawasinya,” kata Sumarjono.

Menurutnya, kampanye negatif produk POF ini dilakukan oleh kalangan NGO dan organisasi yang dimanfaatkan untuk terus menggalakan produk POF yang bertujuan menggesur petani dan pengusaha kelapa sawit. “Semua ini tak lain persaingan bisnis,” ucap dia.

Selain itu, importer produk makanan dalam kemasan tersebut juga dinilai tidak memiliki sense of belonging terhadap industri sawit nasional yang telah terbukti banyak memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional.

“Apalagi di Sumsel, yang memberikan sumbangsih 10 persen dari produksi kelapa sawit nasional dan 10 persen devisa,” tutupnya. (deb)


Kategori Akses Informasi