Fakta Tersembunyi Minyak Kelapa Sawit

VIVA.co.id - Sesuatu yang sering kita gunakan di rumah untuk keperluan sehari-hari, bisa jadi menimbulkan dampak yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seperti yang terjadi pada minyak kelapa sawit.

Tahukah kamu, berapa banyak produk yang mengandung minyak kelapa sawit yang kita gunakan setiap harinya? Minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi di bumi ini.

Hal tersebut lantaran, karena minyak ini sangatlah fleksibel dan murah serta mudah untuk tumbuh. Kelapa sawit tumbuh di area yang hutan hujan tropis, dan pembukaan lahan yang tidak terkendali untuk perkebunan kelapa sawit konvensional, telah meny

Sesuatu yang sering kita gunakan dirumah untuk keperluan sehari-hari bisa jadi menimbulkan dampak yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seperti yang terjadi pada minyak kelapa sawit (palm oil).

Tahukah kamu berapa banyak produk mengandung minyak kelapa sawit yang kita gunakan setiap harinya?

Minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi di bumi ini karena sangat fleksibel dan murah serta mudah untuk tumbuh. Buah kelapa sawit dipanen sepanjang tahun, pohon-pohon kelapa sawit menghasilkan rata-rata 10 ton buah per hektar yang berarti jauh lebih banyak daripada kedelai, rapeseed dan bunga matahari. Diperkirakan hampir setegah dari produk yang dijual di supermarket mengandung minyak kelapa sawit, seperti halnya deterjen, shampo, hingga ice cream sekalipun.

Kelapa sawit tumbuh di area yang hutan hujan tropis, dan pembukaan lahan yang tidak terkendali untuk perkebunan kelapa sawit konvensional telah menyebabkan hilangnya luas hutan yang tak tergantikan. Budidaya kelapa sawit telah dikaitkan dengan deforestasi dan pembakaran lahan gambut di Indonesia dan Malaysia, dan sebagai salah satu penyebab kabut asap yang tahun lalu menyelimuti Singapura.

 

Perkebunan kelapa sawit juga telah terhubung dengan perusakan habitat spesies yang terancam punah seperti orangutan, badak, gajah dan harimau serta perpindahan masyarakat adat yang telah kehilangan tanah dan mata pencaharian mereka.

Mengenal Minyak Kelapa Sawit

Berdasarkan informasi yang dilansir wikipedia:

Minyak kelapa sawit adalah minyak nabati edibel yang didapatkan dari mesocarp buah pohon kelapa sawit, umumnya dari spesies Elaeis guineensis, dan sedikit dari spesies Elaeis oleifera dan Attalea maripa. Minyak sawit secara alami berwarna merah karena kandungan beta-karoten yang tinggi. Minyak sawit berbeda dengan minyak inti kelapa sawit (palm kernel oil) yang dihasilkan dari inti buah yang sama.

Minyak kelapa sawit juga berbeda dengan minyak kelapa yang dihasilkan dari inti buah kelapa (Cocos nucifera). Perbedaan ada pada warna (minyak inti sawit tidak memiliki karotenoid sehingga tidak berwarna merah), dan kadar lemak jenuhnya. Minyak sawit mengandung 41% lemak jenuh, minyak inti sawit 81%, dan minyak kelapa 86%.

Minyak sawit termasuk minyak yang memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi. Minyak sawit berwujud setengah padat pada temperatur ruangan dan memiliki beberapa jenis lemak jenuh asam laurat (0.1%), asam miristat (1%), asam stearat (5%), dan asam palmitat (44%). Minyak sawit juga memiliki lemak tak jenuh dalam bentuk asam oleat (39%), asam linoleat (10%), dan asam alfa linoleat (0.3%). Seperti semua minyak nabati, minyak sawit tidak mengandung kolesterol, meski konsumsi lemak jenuh diketahui menyebabkan peningkatan kolesterol lipoprotein densitas rendah dan lipoprotein densitas tinggi akibat metabolisme asam lemak dalam tubuh. Minyak sawit juga GMO free, karena tidak ada kelapa sawit termodifikasi genetik (GMO) yang dibudidayakan untuk menghasilkan minyak sawit.

Indonesia merupakan produsen terbesar di dunia untuk minyak kelapa sawit, mengalahkan Malaysia serta negara penghasil sawit lainnya seperti Nigeria dan Colombia. Riau, Sumatera adalah wilayah yang menjadi lahan terluas penghasil minyak kelapa sawit di Indonesia, seperti tampak pada peta penghassil minyak kelapa sawit berikut:

Peta produksi minyak kelapa sawit dunia  2013

Dan berikut adalah daftar 10 negara pengkonsumsi minyak kelapa sawit terbanyak di seluruh dunia:

gambar: greenpalm.org

Apakah Minyak Kelapa Sawit Baik Bagi Kesehatan?

Berbagai makanan terproses mengandung minyak sawit sebagai bahan bakunya. USDA menyatakan bahwa minyak sawit bukanlah pengganti yang baik bagi lemak trans. Minyak sawit terdiri atas asam lemak yang teresterifikasi dengan gliserol seperti halnya semua jenis lemak. Minyak sawit mengandung lemak jenuh dalam persentase yang tinggi. Asam oleat tak jenuh tunggal dan tokotrienol, salah satu bagian dari famili Vitamin E, juga terdapat pada minyak sawit murni.

Berdasarkan data WHO, konsumsi asam palmitat meningkatkan risiko timbulnya penyakit kardiovaskular seperti halnya risiko yang diakibatkan oleh lemak trans. Namun begitu, minyak sawit pun memiliki kebaikan bagi tubuh manusia. Pada tahun 1990an, minyak sawit murni telah dikemas dan diperjualbelikan sebagai minyak goreng dan menjadi bahan campuran mayones dan minyak salad. Antioksidan pada minyak sawit murni seperti tokotrienol dan karoten memiliki manfaat bagi kesehatan.

Sebuah studi pada tahun 2009 menguji laju emisi dari akrolein, sebuah senyawa berbahaya dan tidak berbau yang dihasilkan dari pemecahan gliserol pada proses penggorengan kentang. Minyak yang diuji diantaranya minyak sawit murni, minyak zaitun, dan minyak bunga matahari. Emisi akrolein tertinggi ada pada minyak bunga matahari dibandingkan minyak sawit dan minyak zaitun. WHO menetapkan batas konsumsi akrolein bagi manusia sebesar 7.5 miligram per hari per kilogram berat badan. Akrolein ada pada berbagai makanan yang digoreng dengan minyak seperti pada kentang goreng, meski kadarnya hanya beberapa mikrogram. Sebuah studi menyimpulkan bahwa risiko kesehatan akibat akrolein pada makanan tidak terlalu berarti dikarenakan kadarnya yang terlalu sedikit.

Apa saja produk yang mengandung minyak kelapa sawit?

Setelah penggilingan, minyak sawit umumnya dimurnikan sebelum diolah menjadi berbagai produk. Pemurnian ini akan menghasilkan minyak sawit RBD (refined, bleached, and deodorized).

Pemurnian dilakukan dengan cara fraksionasi, kristalisasi, dan pemisahan untuk mendapatkan fraksi bahan padat (stearin) dan bahan cair (olein) dari minyak sawit. Selanjutnya pemisahan zat pengotor dengan proses degumming. Minyak lalu disaring dan dijernihkan (bleaching). Setelah itu penghilangan bau.

Minyak sawit ini lalu digunakan sebagai bahan baku berbagai produk seperti sabun, deterjen, dan produk lainnya. Minyak sawit RBD merupakan bahan baku industri yang dijual di berbagai pasar komoditas di seluruh dunia. Berbagai perusahaan juga memproses minyak sawit RBD lebih jauh lagi untuk mendapatkan minyak olein dengan kemurnian lebih tinggi untuk dijual sebagai minyak goreng.

Produk yang mengandung minyak kelapa sawit

Setiap produk yang disebutkan di atas mengandung minyak kelapa sawit dengan kadar yang berbeda dan fungsi yang berbeda pula. Diantaranya:

  • Lipstik: minyak sawit digunakan karena mempertahankan warna dengan baik, tidak meleleh pada suhu tinggi, dan memiliki rasa yang halus dan rasa menyenangkan.
  • Pizza: Ditambahkan pada pizza beku dan adonan pizza segar agar tidak saling menempel dan untuk meningkatkan tekstur.
  • Mie Instan: Minyak sawit digunakan hingga 20% dari berat sebungkus mie instan. Digunakan untuk pra-memasak mie sehingga yang kita lakukan adalah hanya tinggal menambahkan air panas.
  • Shampoo, minyak sawit digunakan sebagai bahan pendingin yang membantu mengembalikan minyak alami rambut.
  • Es krim: Kelapa sawit membuat beberapa es krim halus dan lembut.
  • Deterjen: Minyak sawit yang dimurnikan dapat digunakan untuk membuat sabun, deterjen dan produk pembersih lainnya.
  • Margarin: Minyak sawit digunakan dalam margarin karena padat pada suhu kamar dan bebas dari lemak trans.
  • Cokelat: Kelapa sawit membantu menciptakan penampilan yang halus dan mengkilap di beberapa cokelat.
  • Cookies: sifatnya yang semi-padat pada suhu kamar, minyak sawit digunakan untuk memberikan rasa lembut dan tekstur renyah saat dipanggang.
  • Sabun Mandi: Minyak sawit digunakan untuk kemampuannya untuk menghilangkan minyak dan kotoran dari rambut dan kulit juga untuk melembabkan.
  • Roti: sifat alami padat pada suhu kamar, stabil dan vegetarian, minyak sawit sekarang banyak digunakan di industri roti.
  • Tak hanya itu saja, minyak sawit juga telah dikembangkan sebagai Biodiesel

Sumber dari wikipedia menjelaskan bahwa:

Minyak sawit dapat digunakan untuk menghasilkan biodiesel dan biofuel. Metil ester dari minyak sawit merupakan zat mampu bakar (flammable) yang dihasilkan dari proses transesterifikasi. Biodiesel minyak sawit seringkali dikombinasikan dengan bahan bakar lain untuk mendapatkan campuran bahan bakar. Biodiesel dari minyak sawit memenuhi standar biodiesel yang ditetapkan oleh Uni Eropa. Fasilitas pengolahan minyak sawit menjadi biodiesel yang terbesar berada di Singapura, yang dioperasikan perusahaan asal Finlandia, Neste Oil.

Limbah organik yang dihasilkan dari pemrosesan kelapa sawit, termasuk cangkang kelapa sawit dan tandan buah sawit, dapat digunakan untuk menghasilkan energi. Bahan bakar ini dapat ditekan menjadi briket maupun pellet bahan bakar. Minyak goreng yang telah selesai digunakan sebagai bahan baku proses penggorengan juga dapat diproses menjadi metil ester sebagai biodiesel.

Penggunaan minyak sawit pada produksi biodiesel telah memicu kekhawatiran persaingan penggunaan minyak sawit untuk makanan sehingga menyebabkan malnutrisi di negara miskin dan berkembang. Berdasarkan data dari tahun 2008 mempublikasikan laporan bahwa minyak sawit dapat digunakan sebagai bahan pangan sekaligus bahan bakar secara berkelanjutan. Produksi biodiesel dari minyak sawit tidak mengancam ketahanan pangan. Peningkatan permintaan terhadap biodiesel dapat meningkatkan perintaan minyak sawit di masa depan, sehingga membutuhkan perluasan perkebunan kelapa sawit.

Namun sayang seribu sayang, dibalik manfaatnya yang luar biasa bagi produk-produk yang kita pakai sehari-hari terdapat fakta tersembunyi yang mungkin sama sekali tidak kita ketahui, bahwa dengan makin banyaknya produksi kelapa sawit, maka lahan makin bertambah dan hutan kian gundul, akibatnya orangutan pun jadi terancam di Indonesia. Tak seperti Indonesia yang tak begitu cepat tangggap, Malaysia justru melakukan pembatasan ekspansi lahan sawit sejak tahun 1992.

Lahan Kelapa Sawit di Riau, Sumatera, gambar: worldwildlife.org

Hal itu pula yang membuat lembaga worldwildlife (WWF) menyarankan untuk tidak menggunakan produk yang mengandung minyak kelapa sawit dari merek produk yang tidak sesuai dalam memproduksi minyak kelapa sawit yang ramah lingkungan. WWF mengajak petani, pedagang, produsen, pengecer, investor dan konsumen semua bisa berkontribusi untuk sebuah sistem di mana minyak sawit cukup diproduksi untuk memenuhi kebutuhan dunia saat lingkungan, hewan dan masyarakat lokal dilindungi.

Minyak kelapa sawit atau palm oil, nyatanya juga banyak merk produk yang tidak mencantumkannya dengan jelas. Biasanya merkea mencantumkan nama turunannya termasuk diantaranya:

Vegetable Oil, Vegetable Fat, Palm Kernel, Palm Kernel Oil, Palm Fruit Oil, Palmate, Palmitate, Palmolein, Glyceryl, Stearate, Stearic Acid, Elaeis Guineensis, Palmitic Acid, Palm Stearine, Palmitoyl Oxostearamide, Palmitoyl Tetrapeptide-3, Sodium Laureth Sulfate, Sodium Lauryl Sulfate, Sodium Kernelate, Sodium Palm Kernelate, Sodium Lauryl Lactylate/Sulphate, Hyrated Palm Glycerides, Etyl Palmitate, Octyl Palmitate, Palmityl Alcohol

Untuk lebih berdampak bagi wawasan masyarakat tentang minyak kelapa sawit, WWF membuat sebuah film berjudul “Unseen”, yang bercerita tentang penggunaan minyak kelapa sawit dikeseharian kita dari mulai makanan hingga deterjen dan shampoo.

Selain itu, film ini pun memberikan edukasi bahwa kelapa sawit masih bisa terus diproduksi namun dengan cara ramah lingkungan, agar masyarakat lokal, habitat spesies di hutan tetap terjaga dan kita yang mengkonsumsi minyak kelapa sawit pun masih bisa terpenuhi kebutuhannya.

Untuk melihat daftar perusahaan sawit yang sudah termasuk dalam jajaran pengelolaan ramah lingkungan bisa dicek di link berikut: http://greenpalm.org/the-market/green-palm-members

 


Kategori Akses Informasi