Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Harga Minyak Goreng Mulai Turun

27 September 2007

Jakarta (SIB)
Harga minyak goreng curah dalam negeri langsung mengalami penurunan harga setelah pemerintah menanggung pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen.
Harga minyak goreng nasional yang puncaknya pada 27 Agustus sebesar Rp
9.272 per kg, terlihat turun pada 25 September dengan harga rata-rata
nasional menjadi Rp 9.070 per kg. Harga minyak goreng ini diprediksi
masih punya peluang untuk terus turun.
Demikian isi laporan pemantauan harga dan distribusi barang kebutuhan pokok Departemen Perdagangan, Rabu (26/9).
Penanggungan PPN minyak goreng curah oleh pemerintah berlaku efektif pada 25 September 2007.
“Sejak pemerintah menyatakan rencana akan menghapuskan PPN minyak
goreng, terjadi efek psikologis terhadap pasar. Sejak awal bulan
September harga terus mengalami penurunan hingga hari ini,” kata Kepala
sub Direktorat Bahan Kebutuhan Pokok Departemen Perdagangan, Heinrie
Kuhu di Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (26/9).
Heinrie mengatakan, harga minyak goreng curah di mayoritas pasar di
Jakarta berkisar Rp 9.000 per kg. Sedangkan harga tertinggi terjadi di
Pasar Minggu yang mencapai Rp 9.500 per kg. Sebelumnya harga minyak
goreng rata-rata di Jakarta mencapai Rp 9.800 per kg.
“Medan merupakan daerah dengan harga minyak goreng termurah. Saat harga
minyak goreng pada puncaknya, di Medan harganya cuma Rp 8.200 perkg,
sekarang harganya berkisar Rp 8.000 perkg,” jelas Heinrie.
Departemen Perdagangan memperkirakan permintaan minyak goreng selama
bulan puasa dan lebaran tahun ini mencapai 419.850 ton sedangkan
prognosa stok mencapai 1,7 juta ton.

Harga kebutuhan pokok di Medan

Harga beberapa jenis kebutuhan pokok yang diperdagangkan di pasar-pasar
kota Medan Rabu (26/9) masih tinggi, seperti gula pasir, minyak goreng,
tepung terigu menyebabkan kaum ibu rumah tangga di kota Medan menjerit.
Tingginya harga kebutuhan terutama di bulan Ramadhan menyebabkan kaum
ibu menjerit karena harus mengeluarkan biaya tambahan.
Untuk harga minyak goreng curah masih berkisar Rp 8.000-Rp 9.000 per
kg, gula pasir Rp 7.000-Rp 7.500 per kg, tepung terigu Rp 6.000-Rp
8.000 per kg, kacang tanah Rp 12.000-Rp 15.000 per kg.
Menurut Yuli dengan masih tingginya harga minyak goreng dan beberapa
kebutuhan lainnya seperti beras, gula pasir menyebabkan para pedagang
tidak berani untuk menstok dalam jumlah yang besar. Para pedagang juga
mengakui dengan adanya lonjakan harga tersebut menyebabkan keuntungan
yang diperolehnya mengalami penurunan.
Untuk itulah pihaknya hanya bisa berharap harga akan segera turun,
sehingga transaksi perdagangan akan kembali normal. Biasanya para
pedagang eceran dari luar kota Medan membeli dalam jumlah yang besar,
namun dengan adanya lonjakan harga, pembelian pun dibatasi.

Source :Sinar Indonesia Baru



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>