Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Ekspor CPO, Karet dan Gas Terkerek Harga Minyak

23 Oktober 2007

Jakarta (SIB)
Mengikuti kenaikan harga minyak mentah di pasar dunia, nilai ekspor beberapa komoditi unggulan Indonesia seperti minyak kelapa sawit mentah (CPO), karet, gas dan minyak ikut terkerek naik.
Jadi, kenaikan harga minyak tak hanya memberi dampak negatif terhadap
Indonesia tapi juga memberi dampak positif bagi nilai ekspor Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di
sela-sela acara halal bihalal di Gedung Depdag, Jalan Ridwan Rais,
Jakarta, Senin (22/10).
“Kita mesti lihat berapa lama kenaikannya, sekarang tahun ini tren
peningkatan ekspor masih 19 persen itu masih dalam perkiraan kita,”
ujar Mari.
Pemerintah sudah mengantisipasi harga minyak dunia yang diikuti dengan
kenaikan harga CPO. Hal ini akhirnya akan berdampak kepada harga minyak
goreng dalam negeri.
“Tentunya dengan sendirinya pajak ekspor akan naik, kalau harga CPO di
atas 850 per ton pajak eskpornya akan menjadi 10 persen. PPN minyak
goreng sudah diturunkan tinggal program minyak goreng bersubsidi untuk
masyarakat berpendapatan rendah apakah program ini perlu dilanjutkan
tahun depan,” ujarnya.
Pemerintah kini tengah mengevaluasi langkah-langkah antisipasi kenaikan
harga minyak. Namun menurut Mari, yang paling efektif adalah
penghapusan PPN.
“Menurut saya yang paling efektif adalah penghapusan PPN karena pajak ekspor juga ada pengaruh dari perubahan kurs,” ujarnya.
Pemerintah akan belajar dari kenaikan harga minyak tahun 2005 yang
memaksa kenaikan harga BBM dalam negeri, untuk melihat sektor mana saja
yang terkena dampak dari kenaikan minyak.
“Yang menggunakan plastik biasanya harganya naik, karena harga minyak
naik, plastik juga naik. Ini tentunya bukan masalah Indonesia saja tapi
masalah dunia,” ujarnya. (Detikcom/n)

Source :Sinar Indonesia Baru



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>