Monday, 21 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero)

Visi  PT Perkebunan Nusantara XIII : Menjadi perusahaan agribisnis yang berdaya saing tinggi, tumbuh dan berkembang bersama masyarakat secara berkelanjutan.                                                                                                                                                                        Misi  PT Perkebunan Nusantara XIII : 1. Menghasilkan produk dan jasa dalam bidang kelapa sawit,karet, industri hilir dan bidang usaha lainnya secara efisien dan bermutu tinggi. 2Mendinamisasikan perekonomian regional dan nasional. 3. Mengembangkan dan memberdayakan potensi masyarakat berbasis kemitraan. 4. Mengembangkan sistem perkebunan yang ramah lingkungan.

Achievements

Activity

April  2014
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Polls

Setujuhkah anda dengan kebijakan pemerintah melanjutkan MORATORIUM Lahan Gambut Untuk Perkebunan

View Results

Loading ... Loading ...

Perkebunan Karet dan Kelapa Sawit Andalan Kabupaten Sintang

23 July 2010


BUPATI Sintang, Milton Crosby, menegaskan
perkebunan karet dan kelapa sawit menjadi andalan daerah tersebut. Bahkan,
khusus untuk karet, pemerintah daerah kabupaten Sintang memberikan kepedulian
yang tinggi, yakni dengan mengembangkan karet rakyat. Kami sudah membangun dan
membantu rakyat untuk pengembangan kebun karet yang jumlahnya mencapai 40 ribu
hektar,
ujar Milton dalam wawancara di Sintang, pekan lalu.

Dijelaskan, 40 ribu hektar karet rakyat tersebut terdiri atas bantuan dari
pemerintah kabupaten seluas 23 ribu hektar dan didukung oleh pemerintah provinsi
Kalbar, serta pusat. Pemerintah Kabupaten Sintang
akan terus mendorong PTPN XIII, sebagai perusahaan milik Negara yang memiliki kontribusi
dalam pengembangan perkebunan karet di Kabupaten Sintang. Milton mengakui, bahwa
luas areal Kebun Inti yang saat ini dikelola oleh PTPN XIII masih belum
ekonomis, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten akan terus mendorong PTPN XIII
untuk melakukan perluasan arealnya bersinergi dengan Petani Plasma. Pemkab
telah mengeluarkan ijin lokasi kepada PTPN XIII sebesar 6.000 Ha, sehingga
nantinya bahan baku untuk Pabrik yang saat ini masih kurang dapat terpenuhi.

Selain perluasan areal, Pemkab
juga aktif dalam mencari solusi pendanaan untuk mereplanting  kebun masyarakat
dan petani yang belum memiliki kemampuan untuk melakukan replanting.  Padahal, sebagian karet masyarakat sudah tua, perlu direplanting,
termasuk petani plasma PTPN XIII.

Dipaparkannya, kendala yang
dihadapi petani adalah masalah modal dan masalah kredit lama yang belum tuntas. Tapi kami sedang mencarikan solusinya dengan menginventarisasi semua
masalahnya. Masyarakat perlu kejelasan hutang mereka, agar proses replanting

bisa dilakukan,
tambahnya.

         
Kepedulian dari Pemkab Sintang diwujudkan dengan menurunkan Tim Pembinaan
Pengembangan Perkebunan Kabupaten (TP3K), yang bergerak untuk membantu
masyarakat mencarikan solusi atas permasalahan replanting tersebut.
Sekarang ini sudah jalan dan sebagian masyarakat juga telah membayar hutang
mereka. Milton  berharap ke depan masalah permodalan ini dapat diantisipasi
dengan mendorong masyarakat ikut Credit Union (CU) atau menabung di bank.

         
Selain karet, Sintang juga mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Sampai saat
ini investor sangat meminati daerah Sintang sebagai tujuan berinvestasi. Kami
sangat terbuka dengan investor, sepanjang mereka memberdayakan masyarakat dan
untuk kesejahteraan masyarakat,
ujar Milton.

         
Maka tidak heran jika Sintang masuk peringkat 10 daerah kabupaten dengan
investasi terbesar se-Indonesia yakni Rp 3,2 triliun.  Saat ini di Sintang
sudah beroperasi 31 perusahaan perkebunan. Kehadiran perusahaan-perusahaan
tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sintang.

Berkali-kali saya tegaskan,
jika masyarakat ingin maju dan sukses, berantas kemalasan dan kebodohan, jangan
lima L,
katanya mengistilahkan lima L yakni, lemau (malas), lesu, letih,
lingau, dan lelap.

         
Itu lima penyakit yang harus dihilangkan yang merupakan penyebab
ketidaksuksesan. Milton selalu keliling Sintang dengan  menyerukan itu.
Karena kegigihannya, sehingga mendapat istilah dari masyarakat sebagai bupati
PPL
sebab bupati turun langsung ke masyarakat memberikan penyuluhan layaknya
seorang penyuluh pertanian lapangan. Dan hasilnya, Sintang semakin maju. (*)

Source :Equator News



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Your email address will not be published. Required fields are marked *

: *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>