Saturday, 19 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero)

Visi  PT Perkebunan Nusantara XIII : Menjadi perusahaan agribisnis yang berdaya saing tinggi, tumbuh dan berkembang bersama masyarakat secara berkelanjutan.                                                                                                                                                                        Misi  PT Perkebunan Nusantara XIII : 1. Menghasilkan produk dan jasa dalam bidang kelapa sawit,karet, industri hilir dan bidang usaha lainnya secara efisien dan bermutu tinggi. 2Mendinamisasikan perekonomian regional dan nasional. 3. Mengembangkan dan memberdayakan potensi masyarakat berbasis kemitraan. 4. Mengembangkan sistem perkebunan yang ramah lingkungan.

Achievements

Activity

April  2014
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Polls

Setujuhkah anda dengan kebijakan pemerintah melanjutkan MORATORIUM Lahan Gambut Untuk Perkebunan

View Results

Loading ... Loading ...

PENILAIAN TEKNIS KEBUN PLASMA PROGRAM REVITALISASI

5 November 2012

PELAIHARI – Pelaksanaan Penilaian Teknis Plasma Kebun Pelaihari seluas 1.000 ha dilakukan oleh TIM yang terdiri dari Ditjenbun, Bank Mandiri, Dinas Perkebunan Provinsi dan Dinas Perkebunan Kabupaten Tanah Laut serta didampingi oleh Koperasi Sawit Makmur dan PTPN XIII. Penilaian Teknis dilaksanakan dari tanggal 16 s/d 20 Oktober 2012 dimulai dari Plasma I Desa Batu Tungku dan Desa Sabuhur.

Penilaian Teknis ini merupakan acuan bagi Pemerintah untuk membayaran subsidi bunga kredit pembangunan Kebun Plasma Program Revitalisasi kepada pihak perbankan serta sebagai bahan pertimbangan pengalihan kebun dari mitra usaha kepada petani peserta. “Direktur Jenderal Perkebunan berdasarkan hasil penilaian Tim Penilai kemudian akan menetapkan kebun yang memenuhi syarat teknis untuk dialihkan dari mitra usaha kepada Petani peserta sekaligus sekaligus pengalihan beban kredit investasi dari mitra usaha kepada Petani peserta,” Betty staf Ditjenbun

Komponen-komponen yang menjadi faktor penetapan kelas kebun petani peserta yang dinilai dalam pelaksanaan Penilaian Teknis ini, meliputi; kondisi tanaman (jumlah pohon per ha, jumlah pohon berbunga, jumlah pohon berbuah, berat rata-rata buah), kondisi penutup tanah (lalang terkendali dan bebas anakan kayu), sistem pengawetan tanah (teras dan tapak timbun, parit sirip ikan dan parit pembuangan), jalan produksi dan koleksi (lebar jalan, pengerasan, parit kiri kanan jalan, tanjakan dapat dilalui, gorong-gorong dan jembatan), TPH, Jalan Pikul dan Piringan, dan Kesan umum dan faktor lainnya.

Lebih lanjut, Betty Saragih, mengatakan bawah Kebun yang belum memenuhi standar teknis, akan ditunda penetapan pengalihan kebun dari mitra usaha kepada Petani peserta dan selama masa penundaan, Mitra usaha berkewajiban untuk memperbaiki kebun atas beban biaya mitra usaha. Akibat penundaan pengalihan, hasil kebun menjadi hak petani yang akan diperhitungkan dalam pengembalian kredit. Kita bangga karena kerjasama PTPN XIII dan Koperasi Sawit Makmur telah membuahkan hasil yang baik terbukti dengan hasil penilaian teknis dapat Nilai A. Kedepan kita berharap kerjasama ini dapat terus dijalin dan ditingkat yang akhirnya akan membawa kesejehateraan kepada petani plasma.

Tim Penilaian merupakan gambungan dari Ditjenbun, Disbun Provinsi Kalsel, Disbun Kabupaten Tanah Laut, Bank Mandiri, Koperasi Sawit Makmur, Bagian Plasma Kantor Direksi PTPN XIII.

Irwan, Askep Plasma Kebun Pelaihari mengatakan bahwa Penilaian teknis ini memiliki arti penting bagi PTPN XIII khususnya Kebun Pelaihari yang diberi kepercayaan untuk membangun kebun petani dengan pola Pengelolaan Satu Manajemen (PSM). Pekerjaan selama 3 tahun akan dinilai dan diharapkan hasilnya sesuai target. “berhasil atau tidaknya pembangunan kebun plasma di Kebun Pelaihari ini ditentukan hasil penilaian yang dilakukan oleh Tim selama 4 hari ini. Kinerja kita sebagai orang yang diberi tugas untuk membangun kebun plasma ini juga ditentukan oleh hasil penilaian Tim. Kita bersyukur hasil penilaian teknis dapat nilai A, jerih payah dan kerja keras kita selama ini sudah maksimal tidak sia-sia,” katanya.

Lebih lanjut, Irwan mengatakan bahwa selama ini kerjasama dengan koperasi sawit makmur juga terjalin erat sehingga apabila terdapat kekurangan atapun permasalahan dilapangan dapat segera diselesaikan sehingga tidak mengganggu pembangunan kebun tersebut,          “pembangunan plasma seluas 1.000 ha di tujuh desa, yaitu Desa Batu Tunggu, Desa Sabuhur, Desa Bumi Asih, Desa Tanjung, Desa Pantai Linuh, Desa Kandangan Lama dan Desa Kampung Baru sebenarnya bukan hal yang gampang, apalagi perkebunan kelapa sawit di daerah Pelaihari masih termasuk baru. Namun berkat kerjasama yang baik dengan Koperasi Sawit Makmur yang di Ketua oleh Bapak Syamsul  Bahri semuanya berjalan dengan lancar, berkat kepemimpinan beliau permasalahan dilapangan menjadi mudah diselesaikan,”.

Kebun Plasma yang dilakukan penilaian teknis adalah kebun yang dibangun melalui Program Revitalisasi Perkebunan. Program ini adalah upaya percepatan pembangunan perkebunan rakyat melalui perluasan, peremajaan dan rehabilitasi tanaman perkebunan yang didukung kredit investasi perbankan dan subsidi bunga oleh pemerintah dengan melibatkan perusahaan di bidang usaha perkebunan sebagai mitra dalam pembangunan perkebunan, pengolahan dan pemasaran hasil.



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Your email address will not be published. Required fields are marked *

: *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>