Monday, 21 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero)

Visi  PT Perkebunan Nusantara XIII : Menjadi perusahaan agribisnis yang berdaya saing tinggi, tumbuh dan berkembang bersama masyarakat secara berkelanjutan.                                                                                                                                                                        Misi  PT Perkebunan Nusantara XIII : 1. Menghasilkan produk dan jasa dalam bidang kelapa sawit,karet, industri hilir dan bidang usaha lainnya secara efisien dan bermutu tinggi. 2Mendinamisasikan perekonomian regional dan nasional. 3. Mengembangkan dan memberdayakan potensi masyarakat berbasis kemitraan. 4. Mengembangkan sistem perkebunan yang ramah lingkungan.

Achievements

Activity

April  2014
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Polls

Setujuhkah anda dengan kebijakan pemerintah melanjutkan MORATORIUM Lahan Gambut Untuk Perkebunan

View Results

Loading ... Loading ...

Paradigma Baru Percepat Agribisnis Perkebunan

4 June 2007

Bogor (ANTARA News) – Guna meningkatkan percepatan pembangunan sistem agribisnis perkebunan di Indonesia dibutuhkan paradigma baru dalam pengelolaan pembangunan perkebunan, yakni bila dulunya orientasinya hanya pada peningkatan produksi, kini mesti diubah pada peningkatan nilai tambah sesuai dengan permintaan pasar.

“Kalau ini bisa dilakukan, maka pembangunan agribisnis perkebunan yang digerakan oleh kekuatan inovasi melalui tahapan riset dan pengembangan dapat dipercepat secara menyeluruh,” kata Direktur SDM dan Umum PT Perkebunan Nusantara VII (Persero), Ir Mardjan Ustha di Bogor, kemarin.

Berbicara pada Musyawarah Nasional III Ikatan Alumni Magister Manajeman Agribisnis (IAMMA), di Institut Pertanian Bogor (IPB), Sabtu, ia mengemukakan, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dengan banyak komoditas perkebunan.

“Namun dengan hanya mengandalkan keunggulan komparatif saja, maka Indonesia sebagai produsen terbesar pada beberapa komoditas perkebunan tidak serta merta menguasai pangsa pasar yang relatif besar di pasar internasional,” katanya.

“Hal ini dicerminkan oleh peningkatan produksi perkebunan yang terutama bersumber pada perluasan areal perkebunan dan masih sedikit kontribusi dari peningkatan produktivitas dan nilai tambahnya, sehingga perlu ada paradigma baru,” tambahnya.

Ia menjelaskan, pada dasarnya pembangunan sistem agribisnis perkebunan merupakan suatu upaya membangun daya saing agribisnis perkebunan melalui transformasi keunggulan komparatif menjadi keunggulan bersaing pada produk-produk berbasis perkebunan.

Menurut dia, tahapan yang harus dilakukan untuk trasnformasi keunggulan komparatif menjadi keunggulan bersaing, yakni mengembangkan subsistem agiribisnis hulu (Pembibitan, agro-kimia-red) dan pengembangan subsistem agribisnis hilir dengan membangunan jaringan secara internasional.

“Dengan tahapan ini produk akhir yang dihasilkan agribisnis perkebunan akan didominasi oleh produk-produk lahan lanjutan,” demikian Mardjan Ustha.

Munas III IAMMA IPB itu, pada Sabtu malam dilanjutkan dengan Pemilihan Ketua Umum IAMMA masa bakti 2007-2010.

http://www.antara.co.id/arc/2007/6/3/paradigma-baru-percepat-agribisnis-perkebunan/

Source :Suara pembaruan



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Your email address will not be published. Required fields are marked *

: *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>