Wednesday, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero)

Visi  PT Perkebunan Nusantara XIII : Menjadi perusahaan agribisnis yang berdaya saing tinggi, tumbuh dan berkembang bersama masyarakat secara berkelanjutan.                                                                                                                                                                        Misi  PT Perkebunan Nusantara XIII : 1. Menghasilkan produk dan jasa dalam bidang kelapa sawit,karet, industri hilir dan bidang usaha lainnya secara efisien dan bermutu tinggi. 2Mendinamisasikan perekonomian regional dan nasional. 3. Mengembangkan dan memberdayakan potensi masyarakat berbasis kemitraan. 4. Mengembangkan sistem perkebunan yang ramah lingkungan.

Achievements

Activity

April  2014
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Polls

Setujuhkah anda dengan kebijakan pemerintah melanjutkan MORATORIUM Lahan Gambut Untuk Perkebunan

View Results

Loading ... Loading ...

Gapki Keluhkan Proses Perizinan Kebun Sawit

18 February 2008

MEDAN: Gabungan Pengusaha Kelapa
Sawit Indonesia (Gapki) Sumut mendesak pemerintah mempermudah proses
perizinan pembukaan lahan kelapa sawit kepada pengusaha dan perusahaan
dalam negeri untuk mengantisipasi lahan kelapa sawit milik asing di
Indonesia.




Bendahara Gapki Sumut Laksamana
Adiyaksa mengatakan lahan kelapa sawit yang ada di Indonesia sebanyak
6,2 juta hektare (ha), tapi sekitar 30% lahan tersebut sudah dimiliki
pihak asing terutama Malaysia.




“Kepemilikan asing di kebun sawit
perlu diantisipasi. Caranya adalah dengan cara mendorong masyarakat,
pengusaha, dan perusahaan dalam negeri membuka lahan kelapa sawit
selain mempermudah izin usaha di sektor itu,” katanya akhir pekan lalu.




Menurut dia, selama ini ada kesan
perusahaan asing lebih mudah mendapatkan izin dari pemerintah daerah.
Perusahaan asing itu, lanjut Laksamana, selama ini melirik lahan sawit
di daerah perbatasan selain kepemilikan lahan di daerah Kalimantan.




“Oleh karena itu, pemerintah harus
memprioritaskan kepemilikan pengusaha dalam negeri untuk pembukaan
lahan kelapa sawit di perbatasan.




Menurut dia, walaupun kepemilikan
lahan kelapa sawit sudah dibatasi oleh pemerintah, tetapi fakta di
lapangan ternyata banyak perusahan asing yang memiliki namun dengan
cara take over perusahaan kelapa sawit dalam negeri.




“Kepemilikan lahan oleh pihak asing
sangat sulit diketahui karena banyak perusahaan dalam negeri yang di
take over oleh perusahan asing, ataupun perusahaan dalam negeri
sahamnya lebih besar di miliki oleh pihak asing,” tegasnya.




Dia menambahkan Malaysia sangat
tertarik untuk pembukaan lahan kelapa sawit di Indonesia karena lahan
mereka yang terbatas dan karena Indonesia berdekatan sehingga mereka
melirik Indonesia.




“Kondisi ini harus mendapat perhatian
secara serius oleh pemerintah. Jangan sampai lahan dalam negeri
nantinya hanya dinikmati oleh asing sedangkan masyarakat hanya bisa
menonton,” ucapnya.

Source :Bisnis Indonesia



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Your email address will not be published. Required fields are marked *

: *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>