Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero)

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Setujuhkah anda dengan kebijakan pemerintah melanjutkan MORATORIUM Lahan Gambut Untuk Perkebunan

View Results

Loading ... Loading ...

Revitalisasi Kebun Sawit Dipertanyakan

19 Mei 2008

Sambas,
Program revitalisasi perkebunan sawit di Kabupaten Sambas kembali
dipertanyakan. Kali ini aspirasi datang dari masyarakat yang tergabung
dalam Serikat Tani Bantilan, Desa Mekar Jaya, Sajad. Mereka
menginginkan agar Pemkab Sambas, khsusunya Dinas Perkebunan dan
Kehutanan memberikan penjelasan kepada kelompok tani sawit.




Menurut Muzalfi, Sekretaris Serikat
Tani Bantilan, sosialisasi harus disampaikan supaya masyarakat
mendapatkan kepastian. Sebab selama ini, katanya, banyak yang
bertanya-tanya tentang berbagai hal terkait pengusulan program
revitalisasi. Akhirnya Kami menunggu-menunggu sampai sekarang dan tidak
juga ada kejelasan, ujarnya kepada Pontianak Post kemarin, di Sambas.




Muzalfi menceritakan bahwa salah satu
yang mendorong masyarakat untuk bergiat berkebun sawit adalah karena
adanya kabar tentang program bantuan pembukaan lahan untuk perkebunan.
Namun nyatanya, tukas dia, jangankan dana yang mengucur, informasi
mengenai persyaratan pengajuan bantuan saja mereka tidak mengetahuinya.




Padahal, jelas Muzalfi, setahunya
sesuai surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Mentan pada tahun 2006,
idealnya tahun 2008 program pengembangan perkebunan sawit tersebut
sudah terealisasi. Peraturan Menteri itukan sudah memuat berbagai hal
tentang juklah perkebunan karet, sawit, dan kakau, ungkapnya.




Sementara itu, Bima A Haris, salah
satu anggota kelompok tani, menyesalkan lambannya pemerintah
menindaklanjuti keputusan yang sudah dikeluarkan tentang pengembangan
perkebunan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sambas. Harusnya ini
merupakan agenda strategis sebagai peluang untuk memacu pertumbuhan
perekonomian masyarakat, tukasnya.




Mengingat pentingnya revitalisasi
sawit, imbuh Bima, diharapkan instansi terkait segera melakukan
berbagai langkah untuk mempercepat pelaksanaannya. Minimal tahap awal
yaitu menggelar sosialisasi kepada masyarakat tentang berbagai hal
mengenai program revitalisasi. Jadi, proaktif rakyat mestinya disambut
positif oleh pemerintah. Bukannya malah dibiarkan terkatung-katung,
tegas Kamarudin, mahasiswa pertanian asal Sajad yang ikut mendampingi
kelompok tani.

Source :P ontianakpost



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Revitalisasi Kebun Sawit Dipertanyakan

19 Mei 2008

Sambas,
Program revitalisasi perkebunan sawit di Kabupaten Sambas kembali
dipertanyakan. Kali ini aspirasi datang dari masyarakat yang tergabung
dalam Serikat Tani Bantilan, Desa Mekar Jaya, Sajad. Mereka
menginginkan agar Pemkab Sambas, khsusunya Dinas Perkebunan dan
Kehutanan memberikan penjelasan kepada kelompok tani sawit.




Menurut Muzalfi, Sekretaris Serikat
Tani Bantilan, sosialisasi harus disampaikan supaya masyarakat
mendapatkan kepastian. Sebab selama ini, katanya, banyak yang
bertanya-tanya tentang berbagai hal terkait pengusulan program
revitalisasi. Akhirnya Kami menunggu-menunggu sampai sekarang dan tidak
juga ada kejelasan, ujarnya kepada Pontianak Post kemarin, di Sambas.




Muzalfi menceritakan bahwa salah satu
yang mendorong masyarakat untuk bergiat berkebun sawit adalah karena
adanya kabar tentang program bantuan pembukaan lahan untuk perkebunan.
Namun nyatanya, tukas dia, jangankan dana yang mengucur, informasi
mengenai persyaratan pengajuan bantuan saja mereka tidak mengetahuinya.




Padahal, jelas Muzalfi, setahunya
sesuai surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Mentan pada tahun 2006,
idealnya tahun 2008 program pengembangan perkebunan sawit tersebut
sudah terealisasi. Peraturan Menteri itukan sudah memuat berbagai hal
tentang juklah perkebunan karet, sawit, dan kakau, ungkapnya.




Sementara itu, Bima A Haris, salah
satu anggota kelompok tani, menyesalkan lambannya pemerintah
menindaklanjuti keputusan yang sudah dikeluarkan tentang pengembangan
perkebunan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sambas. Harusnya ini
merupakan agenda strategis sebagai peluang untuk memacu pertumbuhan
perekonomian masyarakat, tukasnya.




Mengingat pentingnya revitalisasi
sawit, imbuh Bima, diharapkan instansi terkait segera melakukan
berbagai langkah untuk mempercepat pelaksanaannya. Minimal tahap awal
yaitu menggelar sosialisasi kepada masyarakat tentang berbagai hal
mengenai program revitalisasi. Jadi, proaktif rakyat mestinya disambut
positif oleh pemerintah. Bukannya malah dibiarkan terkatung-katung,
tegas Kamarudin, mahasiswa pertanian asal Sajad yang ikut mendampingi
kelompok tani.

Source :



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>