Rabu, 16 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero)

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Setujuhkah anda dengan kebijakan pemerintah melanjutkan MORATORIUM Lahan Gambut Untuk Perkebunan

View Results

Loading ... Loading ...

Perluasan kebun sawit ke timur Indonesia

14 Maret 2008

JAKARTA: Perluasan areal perkebunan baru untuk kelapa sawit di dalam
negeri dalam 5 tahun ke depan dipastikan mengarah ke kawasan timur
Indonesia (KTI) menyusul lahan yang makin terbatas di Pulau Sumatra dan
Jawa.

Dari luas areal perkebunan sawit nasional sekitar 6 juta hektare (ha),
hanya 24,17% yang berlokasi di KTI. Sementara sisanya menjamur di
Sumatra.

Karena itu, kalangan pelaku usaha menilai pemerintah perlu mendorong
pengembangan perkebunan baru untuk komoditas ini dengan lebih
komprehensif di KTI, sehingga menarik investasi ke kawasan itu.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pangan
dan Agribisnis Noes Soecioro menuturkan harga minyak sawit mentah
(crude palm oil/CPO) yang terus naik makin potensial menjadi sumber
penggerak ekonomi di kawasan timur Indonesia.

“Perkembangan sawit di kawasan barat dan timur tampak perbedaan yang
signifikan dilihat dari luas perkebunan sawit yang sudah menghasilkan
ataupun yang belum,” katanya dalam lokakarya terbatas tentang sawit di
Jakarta kemarin.

Hal senada diungkapkan Ketua Komite Tetap Pemberdayaan Pelaku Ekonomi
Kadin Natsir Mansyur yang menyatakan mayoritas perkebunan baru kelapa
sawit kini mengarah ke KTI, khususnya Kalimantan.

Kebun-kebun baru, ujarnya, berkembang pesat di sejumlah provinsi a.l.
Kalteng, Kalsel, dan Kalbar. Lantaran, kata dia, pengembangan
perkebunan ke barat Indonesia mulai jenuh karena mayoritas tanaman
telah berproduksi. Data Kadin menyebutkan produksi CPO dari kawasan
barat mencapai 78,49% dari total produksi nasional sekitar 13,4 juta
ton.

“Perkebunan baru yang mulai tanam dari awal semua mengarah ke timur. Di
barat, kebanyakan perkebunan-perkebunan yang matur dan sudah
berproduksi.”

Pusat produksi

Ketua Pokja Kelapa Sawit Kadin Soedjai Kartasasmita menambahkan
pengembangan perkebunan baru di kawasan timur, khususnya Kalimantan,
akan menjadi peralihan pusat produksi CPO nasional ke depan.

Dia optimistis Kalimantan akan menjadi kontributor CPO nasional setelah
produksi minyak sawit dari Sumatra menurun karena faktor usia tanaman
yang sudah tua dan perlu ditanami kembali (replanting).

“Kalau produksi Sumut sudah turun karena tanamannya sudah mulai tua dan
perlu replanting, peyangga ekspor utama CPO kita akan beralih ke
Kalimantan karena itu dari sekarang pembangunannya harus memenuhi
persyaratan pasar,” ujarnya.

Pasar CPO, tuturnya, kini makin peduli dengan jaminan mutu produk. Uni
Eropa (UE), misalnya, kini meminta sertifikasi sustainable sesuai
ketentuan Roundtable for Sustainable Palm Oil (RSPO).

Oleh karena itu, tegasnya, perkebunan baru di Kalimantan dan kawasan
timur lainnya juga harus mulai menerapkan praktik pengelolaan
perkebunan secara lestari dan berkelanjutan untuk memenuhi tuntutan
pasar.

Ketua Harian Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Derom
Bangun sendiri mengaku tidak heran dengan pengembangan perkebunan di
kawasan timur itu.

“Perkebunan sawit di Sumatra itu sudah mulai sejak 1911 sedangkan
Kalimantan baru-baru ini. Jadi pantas kalau sekarang memang produksi
dari Kalimantan belum terlihat,”ujar mantan Ketua Umum Gapki itu.

Gapki Cabang Sumut tahun ini memperkirakan produksi minyak sawit mentah
(crude palm oil/CPO) Indonesia pada tahun ini sekitar 18 juta ton atau
meningkat dari posisi akhir tahun lalu sekitar 17,5 juta ton.

Salah satu pengurus Gapki Sumut, Laksamana Adyaksa mengemukakan
peningkatan produksi minyak kelapa sawit nasional tersebut didorong
perluasan kebun baru dan tanaman ulang yang sudah menghasilkan.

Source :Bisnis Indonesia



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>