Jejaring Serikat Pekerja/Buruh Sawit Dibentuk Untuk Ciptakan Hubungan Industr

07 December 2018 | by : Administrator

InfoSAWIT, JAKARTA - Dengan lebih dari 10 juta pekerja yang terlibat dalam rantai pasok industri kelapa sawit di Indonesia, 5 Konfederasi Serikat Pekerja (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia/CAITU, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia/Rekonsiliasi, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia) dan 10 Federasi Serikat Pekerja yang memiliki basis di industri sawit di Indonesia menginisiasi terbentuknya Jejaring Serikat Pekerja/Serikat Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI) yang bertujuan untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan antara Pekerja/Buruh dengan Pengusaha.

Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini, jejaring ini diharapkan dapat mendorong dialog sosial yang berkelanjutan antara Serikat Pekerja/Serikat Buruh dengan Pengusaha terkait permasalahan-permasalahan Pekerja/Buruh dan mendorong pertumbuhan sektor sawit yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Komitmen yang ditawarkan Jejaring Serikat Pekerja/Serikat Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI), sedikitnya ada lima, pertama, memperkuat kapasitas Serikat Pekerja/Serikat buruh dalam memperjuangkan isu bersama.

Kedua, sebagai wadah atau media komunikasi bersama untuk berbagi informasi, dan komunikasi terkait penanganan isu-isu Pekerja/Buruh di sektor kelapa sawit sehingga Serikat Pekerja/Serikat Buruh dapat bersatu, ketiga, menjadi wadah atau forum ini bersifat terbuka bagi semua Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang memiliki anggota di sektor perkebunan kelapa sawit.

Lantas keempat, sebagai sarana antar sesama Serikat Pekerja/Serikat Buruh untuk saling mendukung dalam melakukan lobby, advokasi dan kampanye atas isu bersama. Kelima, memperkuat dialog sosial dengan pengusaha, dan pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan yang terkait di sektor kelapa sawit.

“Diharapkan jaringan ini bisa menjadi simpul komunikasi bagi para Serikat Pekerja/Serikat Buruh ke depannya. Untuk mengembangkan dialog sosial dan penyelesaian permasalahan yang terkait dalam hubungan industrial di perkebunan kelapa sawit di Indonesia, “ ujar Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia/CAITU, Almansur.

Sementara kata ILO Programme Officer, Irham saifudin mengungkapkan, inisiatif ini akan sangat membantu dalam meningkatkan citra sawit Indonesia. Dengan mendorong pekerjaan yang layak sebagai pusat pertumbuhan sektor kelapa sawit yang berkelanjutan diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.

Sepaham dituturkan Amaliah Falam dari CNV International, bahwa jaringan ini akan sangat bermanfaat bagi para Serikat Pekerja/Serikat Buruh sebagai upaya untuk advokasi bersama dan menjadi wadah untuk berbagi pengalaman maupun penguatan kapasitas pekerja.

Terbentuknya jaringan ini kata  Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)  Bidang Tenaga Kerja, Sumarjono Saragih, menjadi satu langkah dan pemikiran progresif penting dari para buruh sawit.

“GAPKI menyambut baik jaringan ini dan berharap dapat menjadi mitra dialog sosial untuk mewujudkan kerja layak dan sawit Indonesia yang berkelanjutan sesuai dengan agenda sustainable development goals (SDG),” tandas Sumarjono. (T2)

Sumber : https://www.infosawit.com


Kategori Berita