Rabu, 16 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Follow Twitter @PTPNXII Visi PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) : "Menjadi Perusahaan Agribisnis yang berdaya saing tinggi dan mampu tumbuh kembang berkelanjutan" //

Prestasi

Peduli Olah Raga

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Tanaman Sorgum dapat diolah menjadi tepung untuk bahan makanan. Pernahkan Anda mencoba makanan berbahan tepung Sorgum?

View Results

Loading ... Loading ...

PTPN XII, Ekspansi dengan Penuh Inovasi

4 November 2011

Dalam Rating BUMN 2011, kinerja PTPN XII Tahun 2010 Sangat Bagus. Pada 2012, PTPN XII menargetkan pertumbuhan bisnis pada kisaran 20%. Untuk mencapainya, Perusahaan mengembangkan beberapa bisnis baru.

Nurhidayat, Direktur Utama PTPN XII

Indonesia merupakan negeri yang kaya dengan sumber daya alam. Hampir semua komoditas penting yang dibutuhkan umat manusia ada di bumi nusantara ini. Kekayaan alam ini dapat menjadi modal yang berharga untuk meningkatkan daya saing bangsa di percaturan global.

PT Perkebunan Nusantara XII (Persero), selanjutnya disebut PTPN XII, adalah salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola sumber daya tersebut. Untuk meningkatkan kinerja Perusahaan agar tumbuh berkesinambungan, manajemen menerapkan strategi pertumbuhan (growth strategy). Hal ini dimungkinkan karena PTPN XII pada saat ini mempunyai kekuatan dalam bidang usaha. Selain itu juga adanya peluang yang dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

PTPN XII juga menekankan upaya pasokan produk yang terjamin dengan mutu yang terus ditingkatkan. Investasi dilakukan dengan perhatian yang lebih besar pada pengembangan agrowisata dan industri hilir. Hal ini untuk memproduksi barang jadi berbahan baku produk sendiri.

Saat ini ruang lingkup bisnis PTPN XII sesuai dengan Anggaran Dasar adalah pengusahaan budidaya tanaman yang meliputi pembukaan dan pengolahan lahan, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan tanaman pada lahan Hak Guna Usaha (HGU). Selain itu juga melakukan kegiatan kegiatan lain yang berhubungan dengan pengusahaan budidaya tanaman tersebut. Adapun luas HGU yang dimiliki PTPN XII saat ini adalah sekitar 81 ribu hektare (ha).

Komoditi utama yang dikelola oleh PTPN XII berupa aneka tanaman perkebunan yaitu karet, kopi arabika, kopi robusta, kakao edel, kakao bulk, dan teh.

Sejak 2001, dimulai program penanaman aneka kayu secara monokultur dan sela yang dimaksudkan selain mendapat manfaat ekonomis juga untuk perbaikan mikroklimat dan konservasi tanah. Sebelumnya aneka kayu hanya ditanam sebagai tanaman sela dan penaung tanaman kopi dan kakao. Sebagian besar jenis kayu yang ditanam adalah kayu sengon laut. Jenis lainnya yang ditanam antara lain mahoni, jati, gamelina, dan jabon.

Produk yang dihasilkan sebagian besar masih berupa komoditi setengah jadi untuk bahan baku industri. Namun demikian produksi komoditi per kebunan PTPN XII adalah produk bermutu tinggi dan specialty yang selama ini diekspor dan sudah dikenal di pasar dunia, sehingga selalu mendapat apresiasi dari pembeli dan konsumen dunia berupa premium price di atas harga pasar.

Di samping komoditi utama tersebut PTPN XII juga mengusa hakan aneka komoditi lainnya sesuai potensi dan kesesuaian lahan, diantaranya cengkeh, gula kelapa, tebu, jagung, dan lain-lain. Pengelolaan komoditi lain-lain ini dilaksanakan melalui kemitraan dengan petani dan pengusaha daerah. Khusus untuk tebu dijalin kerjasama pengolahan dengan PTPN X, PTPN XI, dan PT RNI.

Selain itu PTPN XII juga memiliki usaha dua rumah sakit umum yang beroperasi di kota Jember dan kabupaten Banyuwangi. Di beberapa kebun yang memiliki pemandangan dan obyek yang menarik juga telah dikembang kan agrowisata, seperti wisata alam di kebun teh Wonosari Lawang, dan di kebun kopi Gunung Ijen Bondowoso.

Potensi baru lainnya yang dilaksanakan pada 2011 ini adalah Pabrik Gula Tebu Mini, Integrated Farming System (IFS), Hydro Power, dan Gula Kelapa Non-Sulfit. Integrated Farming System adalah keterpaduan dalam pemeliharaan sapi dengan pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan biogas yang dimanfaatkan sebagai sumber energi (listrik). Demikian juga limbahnya dijadikan pupuk organik.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir PTPN XII juga telah merintis diversifikasi usaha untuk menggali sumber pendapatan dan pertumbuhan baru, diantaranya merambah bidang hortikultura. Misalnya menanam melon (varietas Golden Apollo, Honey Globe, Sakata, Red Aroma, dan IPB), strawberry, papaya, cabai, sirsak, dan kentang.

Sebagian produksi perkebunan seperti kopi dan teh diolah dan dipasarkan menjadi consumer goods, diantaranya sudah dikenal dengan merek Rolas. Memanfaatkan potensi sumber air bersih layak minum yang dimiliki di Kebun Jatirono Banyuwangi saat ini PTPN XII telah mengolah dan memasarkan produk air minum dalam kemasan (AMDK) yang diberi merek AiRolas.

Perkebunan teh Wonosari

Produk unggulan lain yang dimiliki PTPN XII adalah kopi luwak arabika maupun robusta yang dijamin kualitas dan keasliannya. Kenikmatan kopi luwak asli tersebut dapat dirasakan di Rollaas Café. Di Surabaya ada dua tempat, yaitu café di City of Tomorrow (Cito) dan café di Tunjungan Plaza (TP). Di café ini juga dapat dinikmati menu lain dari aneka kopi, teh, cokelat, strawberry, dan macadamia produksi PTPN XII.

Rollaas Café, salah satu tempat untuk menikmati kopi luwak di Surabaya

Tahun 2011 dan seterusnya PTPN XII akan semakin memantapkan positioning sebagai penghasil produk specialty and premium. Spesial dari sisi keunikan dan mutu, premium dari sisi apresiasi konsumen. PTPN XII juga menerapkan strategi peningkatan produktifitas dan profitabilitas lahan dengan pemanfaatan lahan tunggu dan lahan tidak produktif lain untuk mengha silkan aneka komoditas lain.

Selain pengembangan usaha secara mandiri, PTPN XII juga menjalin sinergi dan kemitraan strategis dengan BUMN dan mitra lain untuk mengembangkan bisnis baru. Di Provinsi Jambi mengembangkan Hutan Tanaman Industri (HTI) karet bergabung dalam konsorsium terdiri dari PTPN VI, PTPN VIII, PTPN XII, dan PT RNI yang membentuk anak perusahaan bernama PT Alam Lestari Nusan tara (PT ALN). Direncanakan juga PTPN XII akan bergabung dengan BUMN produsen karet lainnya untuk mengembangkan industri hilir karet yang memproduksi ban kendaraan roda dua.

Sebagai wujud kepedulian terhadap konservasi alam, PTPN XII bersama Perum Jasa Tirta I , PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PT RNI, Perhutani, dan Petrokimia Gresik membentuk anak perusahaan PT Bakti Usaha Menanam Nusantara Hijau Lestari II (BUMN Hijau Lestari II) dengan misi utama bersama masyarakat melakukan penghijauan kembali daerah aliran sungai (DAS) Keduang di Jawa Tengah maupun DAS lainnya.

Sejauh ini, strategi bisnis Perusahan telah memberikan hasil yang signifikan. Hal itu antara lain terlihat dari penilaian kinerja Sangat Bagus dalam Rating BUMN 2011 versi Infobank. Predikat itu merupakan yang tertinggi dalam rating tersebut. Adapun penilaiannya didasarkan atas kinerja keuangan perusahaan selama 2010.

Prestasi dalam rating tersebut, bagi manajemen merupakan pengakuan nyata dari pihak luar terhadap kinerja Perusahaan selama 2010. Penghargaan ini sekaligus memotivasi PTPN XII untuk terus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Pada tahun depan, manajemen meyakini bisnis Perusahaan akan tetap terjaga meski ada ancaman krisis global. Hal itu terlihat dari target pertumbuhan bisnis yang hendak dicapai tahun 2012 pada kisaran 20%.

Untuk menjaga pertumbuhan bisnis tersebut, manajemen akan konsisten menjalankan semua business plan yang telah disepakati bersama. Selain itu, juga komitmen untuk menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance atau GCG) dalam mengelola bisnis Perusahaan.

Ambil contoh dalam bidang sumber daya manusia (SDM). Perusahaan menjalankan program ICBHRMS (Integrated Competency Based Human Resources Management System) untuk mendapatkan sistem pengelolaan SDM yang memenuhi prinsip-prinsip GCG yang meliputi asas transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independen dan kewajaran. Beberapa program yang telah dijalankan membuktikan bahwa GCG berjalan dengan baik di Perusahaan.

Terkait dengan tanggung jawab sosialnya, perusahaan telah melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Program Kemitraan meliputi membantu usaha kecil dan koperasi dengan memberikan pinjaman untuk modal usahadengan bunga ringan dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat. Total dana yang telah disalurkan untuk progam ini pada 2010 mencapai Rp11,05 miliar. Sebagian besar disalurkan pada peternak sapi. Total sapi saat ini 1.400 ekor. PTPN XII mendapat pupuk kandang.

Sedangkan Program Bina Lingkungan merupakan tanggung jawab sosial kepada masyarakat dengan memberikan bantuan hibah kepada masyarakat atau lingkungan sekitar kebun, agar tidak berdampak buruk bagi aktivitas dan kelangsungan hidup perusahaan. Total dana sampai 2010 yang telah disalurkan untuk program ini sebesar Rp1,49 miliar.

PTPN XII menyadari keberhasilannya selama ini juga tidak lepas dari dukungan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, program tanggung jawab sosial tersebut akan tetap dilaksanakan pada masa mendatang.

Dengan mendasarkan pada tata nilai PTPN XII yang dirumuskan sebagai SPIRIT, bukan hanya memberi semangat kerja, tetapi juga mendasarkan pada Sinergi, Profesionalitas, Integritas, Responsibilitas, Inovasi, dan Transparansi sehingga motto PTPN XII bisa terwujud, yaitu : Tumbuh, Lestari, dan Bermakna.

sumber : majalah infobank edisi November 2011/hil-n12



2 Tanggapan to PTPN XII, Ekspansi dengan Penuh Inovasi

  1. DDen GOint says:

    SPIRIT : Sinergi, Profesionalitas, Integritas, Responsibilitas, Inovasi, dan Transparansi, semoga PTPN XII tetap jaya MAsa kina dan yang akan datang dengan Inovasi-inovasi yang mendukung peningkatan pendapatan Perusahaan, sehingga Perusahaan dapat berkembang dengan jaman.

  2. Ian R says:

    luar biasa ikhtiar yang dilakukan PTPN 12. Tetapi akan menjadi lebih luar biasa lagi kalau setiap ekspansi melalui inovasi setidaknya diawali dengan menyusun skenario (matrik) BCG. Dari sana akan diketahui apakah ekspansi itu lebih pantas disebut sebagai product development atau product innovations. matrik BCG bahkan juga berbicara tentang penetrasi pasar dan pengembangan pasar ( market penetration & market development). Matrik BCG, lebih dari itu, malah bermanfaat untuk mengidentifikasi berada di kuadran berapa posisi sebuah korporasi… siapa tahu PTPN 12 bisa mewujudkan apa yang secara teori disebut ISI ( Industri Substitusi Impor)…. SELAMAT BEKERJA..

Kirim Komentar

Baca Komentar ( 2 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>