Jumat, 25 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Follow Twitter @PTPNXII Visi PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) : "Menjadi Perusahaan Agribisnis yang berdaya saing tinggi dan mampu tumbuh kembang berkelanjutan" //

Prestasi

Peduli Olah Raga

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Tanaman Sorgum dapat diolah menjadi tepung untuk bahan makanan. Pernahkan Anda mencoba makanan berbahan tepung Sorgum?

View Results

Loading ... Loading ...

Produksi Teh Terus Merosot

7 November 2011

JAKARTA – Produksi teh terancam terus turun, karena lahan perkebunan komoditas itu terus berkurang seluas 2.584 hektare per tahun atau 1,7%. Rochayati, Kepala Bidang Usaha Pusat Penelitian Teh dan Kina PT Riset Perkebunan Nusantara, mengatakan, penurunan areal teh itu menyebabkan produksi turun 0,9% per tahun atau 1.470 ton per tahun.

kebun teh PTPN XII, Wonosari, Malang

“Areal teh turun banyak yang diganti dengan kelapa sawit, karet, lalu banyak juga yang digunakan sebagai villa,” ujarnya saat  Diskusi Roundtable Kopi, Kakao dan Teh oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia, kemarin.

Dia menambahkan, dampak lanjutannya adalah penurunan pangsa pasar ekspor teh di pasar dunia. Vietnam sudah melampaui Indonesia dari sisi produksi, ekspor, dan pangsa pasar di dunia.

Produksi teh pada 2005 hanya 167.000 ton, tetapi terus menurun dari tahun ke tahun, sehingga pada tahun ini hanya 151.000 ton.

Menurutnya, impor teh juga terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan data BPS, impor teh sudah mencapai 12.000 ton pada 2010. Namun, impor teh Indonesia pada tahun lalu mencapai 20.000 ton. “Teh Vietnam membanjiri Indonesia.”

Salah satu penyebab membanjirnya teh impor itu, katanya, karena bea masuk diturunkan dari 5% menjadi 0% mulai 2010. Padahal, beberapa negara seperti Srilanka masih mengenakan bea masuk teh sebesar 25%, India 114%, China 114%, dan Turki mengenakan tarif bea masuk sebesar 145%.

Produksi teh Indonesia sudah disalip oleh Turki dan Vietnam. Rochayati mengakui saat ini sudah tidak populer lagi untuk membahas soal tarif bea masuk, karena keputusan penurunan bea masuk 0% sudah menjadi keputusan bersama yang sulit diubah. bio

sumber : surabayapost.co.id/hil-n12



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>