Sabtu, 19 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Follow Twitter @PTPNXII Visi PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) : "Menjadi Perusahaan Agribisnis yang berdaya saing tinggi dan mampu tumbuh kembang berkelanjutan" //

Prestasi

Peduli Olah Raga

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Tanaman Sorgum dapat diolah menjadi tepung untuk bahan makanan. Pernahkan Anda mencoba makanan berbahan tepung Sorgum?

View Results

Loading ... Loading ...

Mengoptimalkan Pengolahan Karet Setengah Jadi

19 Agustus 2011

Karet merupakan komoditas ekspor yang sangat strategis bagi perekonomian Indonesia. Bagi penduduk pedesaan, khususnya Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, karet sebagai sumber penghidupan. Luas areal karet di Kalimantan Timur mengalami kenaikan sebesar 20,52% dari 64.957 hektar pada tahun 2006 menjadi 78.289 hektar pada tahun 2010. Dari sisi produksi, karet juga mengalami peningkatan  sebesar 19,31% (10.493 ton) dari 43.845 ton pada tahun 2006 menjadi 54.338 ton pada tahun 2010. Potensi produksi karet, khususnya di kecamatan Marangkayu cukup besar yaitu 300 ton/bulan atau 10 ton/hari.

Hanya saja, pengolahan karet belum optimal. Hal ini terjadi karena sarana pendukung masih jauh dari harapan, seperti pabrik yang masih relatif cukup jauh. Demikian juga dengan masalah permodalan. Padahal karet merupakan perkebunan yang banyak dikelola rakyat.

Setidaknya usaha pengolah karet setengah jadi mempunyai empat tujuan. Pertama, mengoptimalkan nilai tambah hasil usaha tani karet. Kedua, meningkatkan pendapatan petani beserta keluarga. Ketiga, mendorong tumbuhnya perekonomian rakyat yang ada di sekitar pengolahan karet. Keempat, meningkatkan penyerapan tenaga kerja sehingga dapat menekan angka pengangguran

Pengolahan karet setengah jadi dari lump mangkok menjadi brown creep produksi kebun karet di kecamatan Marangkayu dan sekitarnya dengan luasan kebun karet eks PTP XIII seluas 5000 hektar. Sedangkan kebun petani inti rakyat swadaya dan kemitraan seluas 675 hektar, dan kebun karet di Tanjung Santan dan sekitarnya.

Setidaknya demikian disampaikan Edy Santoso, peserta presentasi asal Marangkayu, Kutai Kartanegara dalam PENAS XIII di Tenggarong, Kalimantan Timur. Dalam kewirausahaan bidang perkebunan, Edy mengatakan, karet dapat diproduksi menjadi beberapa produk olahan karet, yakni latex pekat, RSS, SIR, dan brown creep.

Edy mengungkapkan, sejarah pengolahan karet setengah jadi di Kecamatan Marangkayu diawali dengan bahan baku yang tersedia adalah koagulum lapangan (Lump Mangkok). Selama ini pemasaran hasilnya masih didominasi oleh tengkulak dan disalurkan ke Banjarmasin, Serang, dan Medan. Pada tahun 2009, pengolahan karet bermitra dengan PT.  AWD untuk membuat pabrik pengolahan karet setengah jadi atau brown creep.

sumber : www.mediaperkebunan.net/hil-n12



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>