Jumat, 25 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Follow Twitter @PTPNXII Visi PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) : "Menjadi Perusahaan Agribisnis yang berdaya saing tinggi dan mampu tumbuh kembang berkelanjutan" //

Prestasi

Peduli Olah Raga

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Tanaman Sorgum dapat diolah menjadi tepung untuk bahan makanan. Pernahkan Anda mencoba makanan berbahan tepung Sorgum?

View Results

Loading ... Loading ...

Harga Turun, Ekspor Kopi Jatim Merosot

14 September 2011

SURABAYA – Krisis Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) membuat harga kopi tidak ‘manis’ lagi. Pahitnya harga kopi disebabkan oleh menurunnya permintaan terhadap komoditas pangan, termasuk kopi. Pasalnya, para pelaku pasar beralih ke komoditas yang lebih aman seperti emas.

Sekretaris Ekskutif Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Timur, Ichwan Nur Sidik mengatakan, para pelaku pasar merasa ketakutan karena adanya krisis di Eropa dan Amerika. Anjloknya harga kopi dunia juga akan berimbas terhadap melemahnya ekspor kopi karena negara tujuan ekspor sebagian besar adalah negara Eropa dan Amerika.

“Krisis Eropa dan Amerika sangat berpengaruh terhadap harga kopi. Turunnya banyak, jika sebelumnya harga kopi Robusta di terminal London dan New York sekitar Rp 19,08 juta per ton, akibat krisis sekarang menjadi Rp 18,6 juta per ton untuk pengiriman bulan November nanti,”ucap Ichwan di kantornya, Senin (12/9) kemarin.

Tidak hanya harga kopi Robusta yang terkena imbas krisis, harga kopi Arabika yang selama ini cukup stabil sekarang harganya turun dari Rp 51,69 juta per ton menjadi Rp 51,42 juta per ton. “Dengan kondisi itu, proyeksi ekspor di Jatim yang awalnya sebesar 82 ribu ton di tahun 2011 sekarang turun menjadi 62 ribu ton. Sampai bulan Juli lalu, realisasi ekspor kami mencapai 36.331 ton,”ujarnya.

Ia menambahkan, selain merosotnya harga kopi, pihaknya juga dihadapkan dengan menurunnya produksi kopi tahun ini akibat anomali cuaca.  Akibatnya, volume ekspor kopi juga mengalami penurunan meski tidak terlalu signifikan. “Produksi kopi secara nasional menurun 30% dari tahun 2010 yang mencapai 600 ribu ton. Sedangkan di Jatim produksinya turun 20%-25% per tahun. Di daerah lain juga sama, seperti Lampung, Bengkulu, Jateng, dan Flores,”katanya.

Data AEKI mencatat, volume ekspor kopi di Jatim pada tahun 2010 sebanyak 82.832 ton, meningkat 9% dari tahun 2009 yang mencapai 78.832 ton. Sementara, nilai ekspor tahun 2010 berjumlah Rp 1,36 trilliun. Nilai tersebut naik 19% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,14 trilliun.

Tahun 2010, Jerman masih menempati peringkat pertama tujuan ekspor kopi dari Jatim dengan nilai ekspor mencapai Rp 207,08 miliar, lalu disusul Jepang sebesar Rp 190,31 miliar, dan Malaysia Rp 108,70 miliar.

Sementara Badan Berjangka Komoditi (Bappepti) melaporkan, harga kopi pada hari ini (13/9) mencapai Rp 19.065 per kg. Harga tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan minggu ke-1 (5-10 September 2011) yang mencapai Rp 19.092 per kg. m27

sumber : www.surabayapost.co.id/hil-n12



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>