Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Follow Twitter @PTPNXII Visi PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) : "Menjadi Perusahaan Agribisnis yang berdaya saing tinggi dan mampu tumbuh kembang berkelanjutan" //

Prestasi

Peduli Olah Raga

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Tanaman Sorgum dapat diolah menjadi tepung untuk bahan makanan. Pernahkan Anda mencoba makanan berbahan tepung Sorgum?

View Results

Loading ... Loading ...

Teh Hijau Ternyata Bagus untuk Otak

13 September 2012

Teh telah lama dikenal sebagai salah satu jenis minuman terbaik untuk menjaga kondisi kesehatan, apalagi kalau teh yang dimaksud adalah teh hijau. Temuan baru dari China yang menyatakan bahwa teh hijau tak hanya baik untuk jantung tapi juga bagi kesehatan otak yaitu mempertajam daya ingat.

TEH hijau bisa dikatakan merupakan teh terbaik dari segala jenis teh yang ada. Studi ini menemukan bahwa senyawa kimia yang dikandung teh hijau mampu mendorong pertambahan sel-sel otak sehingga dapat meningkatkan daya ingat dan kemampuan pembelajaran visual bagi orang yang meminum teh itu secara rutin.

“Ada banyak temuan ilmiah yang telah membuktikan kegunaan teh hijau untuk membantu mencegah penyakit kardiovaskular, tapi sekarang ada bukti terbaru bahwa kandungan kimiawinya bisa berdampak terhadap mekanisme seluler di dalam otak,” ungkap ketua tim peneliti Profesor Yun Bai dari Third Military Medical University, Chongqing, China.

“Kami menduga senyawa kimia yang bernama EGCG (Epigallocatechin gallate) itu dapat meningkatkan fungsi kognitif dengan cara mempengaruhi pertambahan sel saraf otak atau neurogenesis di hippocampus, bagian otak yang bertugas memproses informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang,” lanjutnya seperti dilansir dari dailymail, Senin (10/9).

Secara khusus, peneliti menemukan bahwa EGCG mendorong produksi sel pregenitor saraf yang dapat beradaptasi ke dalam berbagai jenis sel layaknya sel punca (stem cell).

“Untuk mendapatkan kesimpulan ini, kami melakukan percobaan pada dua kelompok tikus yang salah satunya telah diberi EGCG. Lalu keduanya dilatih selama tiga hari untuk menemukan platform yang terlihat dan tujuh hari untuk menemukan platform tersembunyi di dalam labirin yang ada di kandang mereka,” ujar Prof. Bai.

Hasilnya, tikus yang diberi EGCG membutuhkan waktu lebih sedikit untuk menemukan platform yang tersembunyi. EGCG pun terbukti mampu meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat tikus secara langsung.

“Temuan ini membantu kami memahami potensi EGCG yang terkandung dalam teh hijau, terutama dalam rangka melawan penyakit degeneratif dan memerangi hilangnya daya ingat yang diakibatkan penyakit atau kondisi tertentu,” pungkasnya. Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Molecular Nutrition & Food Research.ins

simber: http://www.surabayapost.co.id

hil-n12



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>