Rabu, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Follow Twitter @PTPNXII Visi PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) : "Menjadi Perusahaan Agribisnis yang berdaya saing tinggi dan mampu tumbuh kembang berkelanjutan" //

Prestasi

Peduli Olah Raga

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Tanaman Sorgum dapat diolah menjadi tepung untuk bahan makanan. Pernahkan Anda mencoba makanan berbahan tepung Sorgum?

View Results

Loading ... Loading ...

Tebu Kendenglembu Ditarget Rp 20 Juta/Ha

9 Agustus 2010




BANYUWANGI-PT Perkebunan Nusantara XII kebun Kendenglembu, Banyuwangi, yang selama ini dikenal memiliki
bisnis utama di bidang budidaya tanaman karet, kopi, dan kakao, kini
mendorong peningkatan produksi gula tebu.

“Tahun 2010, kami menargetkan
penghasilan Rp1,6 miliar,” kaya Manajer PT Perkebunan Nusantara XII Kebun
Kendenglembu, Glenmore, Banyuwangi, Anis Febriantomo, Minggu (8/8).
Pengembangan gula tebu itu tidak terlepas dari sistem Perkebunan
Kendenglembu yang sebelumnya dijalin berdasarkan kemitraan dengan PTP
Nusantara XI, tapi kini dikelola sendiri.

Pada tahun 2007/2008, produksi gula
tebu dari lahan seluas 80,51 hektare (ha), tapi pihaknya hanya
memperoleh Rp 3 juta per hektare atau penghasilan kumulatifnya sebesar
Rp 241.521.000. Pada tahun 2008/2009, dari pengolahan lahan tebu yang
sama, perolehan dari produksi gula tebunya meningkat menjadi Rp
8.652.080/hektare atau penghasilan kumulatifnya Rp 696.579.000.

“Pada tahun
2010, kami menargetkan pendapatan dari budidaya tebu sebesar Rp 1,6
miliar dengan perhitungan setiap hektare bisa menghasilkan Rp 20 juta,”
katanya.

Di PT Perkebunan Nusantara XII wilayah I Banyuwangi, terdapat
delapan kebun yang mengupayakan peningkatan produksi gula tebu, meski
bisnis utama tetap jalan di bidang tanaman perkebunan, seperti karet,
kopi, dan kakao. “Kedelapan kebun itu antara lain kebun
Kendenglembu, Kalirejo, Jatirono, Kalikempit, Kalisepanjang, Kalitlepak,
Pasewaran, dan Gumitir,” katanya.

Tercatat hanya tiga perkebunan yang
tidak mengembangkan budidaya tebu, yakni kebun Malangsari,
Sungailembu dan Sumberjambe. Target pendapatan dari produksi gula tebu
juga dicanangkan PTP Nusantara XII Perkebunan Kalitlepak yang memiliki
lahan tanaman tebu paling luas dibanding tujuh perkebunan lainnya.

Manajer
PTP Nusantara XII Perkebunan Kalitlepak, Dwi Basuki Setyadi,
mengungkapkan target perolehan penghasilan dari gula tebu tahun 2010
mencapai Rp2 miliar. “Target tersebut didasarkan atas perkiraan
perolehan gula tebu per hektare sebanyak 800 kuintal, namun akibat
tingginya curah hujan dari lima kali panen tebu dari sebagian lahan tebu
yang totalnya mencapai 127 hektare hanya mendapatkan perkiraan nyata
759 kuintal per hektare,” katanya.

Ia berharap hingga panen total nanti
rata-rata perolehan per hektare bisa mencapai 800 kuintal. Dengan
peningkatan SDM, pemilihan bibit, pembenahan pola jarak tanam dan
peningkatan kualitas tebu dengan luas areal tanaman tebu 127 hektare
diharapkan tahun depan bisa menghasilkan 1.300 kuintal per hektare.

Sebelum
dikelola secara swadaya, pengolahan lahan tanaman tebu di lingkungan PT Perkebunan
Nusantara XII dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara X
yang membidangi masalah produksi gula nasional. Namun, sejak tahun 2010,
pengolahan atau budidaya tebu di lingkungan PT Perkebunan Nusantara XII dikelola
sendiri.ant

Source :surabayapost.co.id/hil



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>