Sabtu, 19 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Follow Twitter @PTPNXII Visi PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) : "Menjadi Perusahaan Agribisnis yang berdaya saing tinggi dan mampu tumbuh kembang berkelanjutan" //

Prestasi

Peduli Olah Raga

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Tanaman Sorgum dapat diolah menjadi tepung untuk bahan makanan. Pernahkan Anda mencoba makanan berbahan tepung Sorgum?

View Results

Loading ... Loading ...

Produktivitas Karet Rendah

9 Juli 2010

DELI SERDANG, KOMPAS- Produktivitas karet alam Indonesia sangat rendah jika dibandingkan dengan negara produsen besar karet alam, seperti Thailand dan Malaysia. Padahal, lahan perkebunan karet di Indonesia terluas di dunia. Bahkan, koleksi plasma nuftah karet alam di Indonesia jumlahnya terbesar setelah Malaysia.
Direktur Pusat penelitian karet Chairil Anwar mengemukakan hal itu di Balai Penelitian Karet Sungei Putih, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (8/7).
Ia menyebutkan, produksi karet alam di Indonesia, terutama yang dibudidayakan petani kecil, rata-rata hanya 900 kilogram per hektar per tahun. Sementara rata-rata produktivitas karet petani di Thailand 1,8 ton dan Malaysia rata-rata 1,2 ton.
Menurut Chairil, dari total perkebunan karet di Indonesia seluas 3,4 juta hektar, 2,9 juta di antaranya perkebunan rakyat dan sekitar 500.000 hektar milik perusahaan perkebunan besar (termasuk PTPN). Perkebunan karet rakyat di Indonesia selama ini hanya menggunakan bibit dari biji karet.
Kondisi ini berbeda dengan petani Thailand yang hampir seluruhnya menggunakan bibit okulasi atau klon.
Rendahnya produktivitas karet rakyat diperparah usia tanaman yang sudah lewat masa puncak produksi, di atas 25 tahun. Menurut Chairil, sekitar 270.000 hektar perkebunan karet rakyat harus diremajakan.
Peneliti pemulihan tanaman di Pusat Penelitian Karet, Sekar Wulan, menyebutkan, bibit klon yang dihasilkan Pusat Penelitian Karet justru dibudidayakan di Thailand dan Malaysia. (BIL)

Source :kompas



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>