Rabu, 16 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Follow Twitter @PTPNXII Visi PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) : "Menjadi Perusahaan Agribisnis yang berdaya saing tinggi dan mampu tumbuh kembang berkelanjutan" //

Prestasi

Peduli Olah Raga

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Tanaman Sorgum dapat diolah menjadi tepung untuk bahan makanan. Pernahkan Anda mencoba makanan berbahan tepung Sorgum?

View Results

Loading ... Loading ...

Panen Kopi Melimpah

28 Mei 2012

Seharusnya Indonesia Tidak Perlu Impor Kopi

BANYUWANGI, KOMPAS — Kendati produksi kopi dalam negeri tahun ini surplus hingga 300.000 ton, produsen kopi masih harus berhadapan dengan kopi impor dari India dan Vietnam yang masuk ke pasar Indonesia. Kehadiran kopi impor pada saat panen raya dikeluhkan para eksportir kopi.

Kondisi ini dikemukakan Ketua Kompartemen Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia Sugeng Budhi Rahardjo saat berkunjung ke perkebunan kopi di wilayah Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (9/5) hingga Jumat (11/5).

Ia mengatakan, selama ini produksi kopi dalam negeri mencapai 600.000 ton per tahun, dan setengah dari hasil produksi itu terserap pasar lokal yang angka kebutuhannya hanya 300.000 ton per tahun. Adapun sisanya sebesar 300.000 ton diekspor ke negara-negara Eropa, Asia, dan Amerika.

Namun, hingga Maret lalu, impor kopi dari India dan Vietnam malah masuk ke pasar Indonesia. Jumlahnya mencapai 36.000 ton. Seharusnya secara hitung-hitungan di atas kertas, menurut Sugeng, Indonesia tak perlu mengimpor kopi karena produksi berlebihan.

Kopi impor itu rata-rata dari jenis robusta. Kopi impor ini kemungkinan menjadi bahan kopi kemasan siap seduh yang kini muncul dalam berbagai jenis merek di pasaran.

Produksi melonjak

Tahun ini perkebunan-perkebunan kopi panen raya. Di perkebunan kopi PT Perkebunan Nusantara XII misalnya, panen tahun ini melonjak. Kopi jenis arabika tahun ini naik menjadi 3.081 ton, dibandingkan tahun lalu hanya 1.300 ton dan robusta naik dari 3.237 menjadi 4.025 ton.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara XII Irwan Basri saat menghadiri panen raya kopi di kebun Kalisat-Jampit, Bondowoso, Jatim, mengatakan, kenaikan panen kopi dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang kini sudah stabil. Tahun ini tanaman tidak sepanjang hari diguyur hujan. Hasilnya kopi pun berbuah melimpah. ”Jadi tahun ini, cuaca bagus, dan siklus panen memang sedang mencapai puncaknya,” kata Irwan.

Melimpahnya produksi itu, tambah Sekretaris Perusahaan PTPN XII Heri Purwanto, bisa mendongkrak laba PTPN XII untuk komoditas kopi, dari Rp 135 miliar pada tahun 2011 menjadi minimal Rp 141 miliar pada tahun ini.

Mengenai persaingan kopi, Irwan mengakui pasar dunia masih dikuasai Vietnam. ”Kalau dari sisi harga kopi, mereka bisa lebih baik, tapi soal kualitas, kopi Indonesia tak kalah,” ujar Irwan.

Di pasar dunia, Indonesia mempunyai produk kopi kelas premium, seperti arabika yang banyak laku di Amerika dan Eropa, dengan harga 6-8 dollar AS per kilogram, jauh di atas robusta. Selain itu, masih ada kopi luwak yang harganya mencapai 75 dollar AS per kilogram. (NIT)

sumber: kompas/hil-n12



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>