Minggu, 20 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Follow Twitter @PTPNXII Visi PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) : "Menjadi Perusahaan Agribisnis yang berdaya saing tinggi dan mampu tumbuh kembang berkelanjutan" //

Prestasi

Peduli Olah Raga

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Tanaman Sorgum dapat diolah menjadi tepung untuk bahan makanan. Pernahkan Anda mencoba makanan berbahan tepung Sorgum?

View Results

Loading ... Loading ...

Kemendag Optimistis Harga Karet Membaik

22 April 2013

Kementerian Perdagangan menilai, penurunan harga karet masih dalam kisaran yang baik. Saat ini harga berada di bawah 3 dolar AS per kilogram. Kementerian Perdagangan memperkirakan, harga karet masih bisa naik pada kisaran 3-3,2 dolar AS per kilogram. Hal itu dikatakan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Sabtu (20/4).

“Saya membacanya (harga) justu masih 3 dolar AS per kilogram,” kata Bayu. “Sekarang sudah April minggu ketiga, nyatanya terjadi penurunan (harga) tapi tidak jauh,” jelas Bayu. Harga karet menurun setelag komitmen pemangkasan ekspor karet tiga negara lewat agreed export tonnage scheme (AETS) berakhir per 31 Maret lalu. Posisi Indonesia terhadap pembatasan ekspor masih merekomendasikan untuk tidak dilanjutkan.

Berdasarkan data Tokyo Commodity Exchange, harga kontrak berjangka karet pada penutupan Jumat (19/4) sebesar 2,41 dolar AS per kilogram, sementara harga berdasarkan situs Rubber Board di Thailand dan Malaysia tercatat 2,79 dolar AS per kilogram dan 2,34 dolar AS per kilogram untuk katagori RSS-1.

Menurut Bayu, pembatasan ekspor sudah memberi pelajaran penting bagi petani dan eksportir karet Indonesia. Pasar Indonesia jadi lebih tahu kapan harus menahan produksi agar harga tidak terlalu jatuh, adan kapan harus menggenjot produksi.

“Kalau dilihat dari sudut Indonesia, eksportir, petani dan pedagang distributor sudah lebih paham bagaimana mengelola pasokan,” jelas Bayu. “Ini satu hal yang sangat bagus, bahkan nilainnya lebih dari sekadar kebijakan enam bulan. Ke depan mereka memberikan komitmen pada kita, kita tidak mau (harga) jeblok, kita nggak bodoh. Kalau kita keluarkan hati-hati, harga bagus.”

International Tripartite Rubber Council (ITRC) dijadwalkan bertemu pada Mei nanti membahas harga karet setelah pembatasan ekspor dihentikan. Sebelumnya, ITRC yang beranggotakan Indonesia, Thailand, dan Malaysia, mengontrol suplai karet dunia untuk mengangkat harga sepanjang Oktober 2012-Maret 2013. Sampai sekarang masing-masing negara menyerahkan keputusan ekspor karet pada kebijakan nasional.

Sumber: metrotvnews.com (20/04/2013 Gayatri)

(aj)



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>