Jumat, 25 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Follow Twitter @PTPNXII Visi PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) : "Menjadi Perusahaan Agribisnis yang berdaya saing tinggi dan mampu tumbuh kembang berkelanjutan" //

Prestasi

Peduli Olah Raga

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Tanaman Sorgum dapat diolah menjadi tepung untuk bahan makanan. Pernahkan Anda mencoba makanan berbahan tepung Sorgum?

View Results

Loading ... Loading ...

Harga karet Indonesia mendekati US$4 per kg

13 Oktober 2010

BANGKOK. Harga karet di Indonesia, negara penghasil karet terbesar kedua
di dunia, naik ke level US$ 3,85 per kilogram pada hari Selasa (12/10)
ini akibat curah hujan yang tinggi yang mengganggu penyadapan karet dan
menyusutkan produksi.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Karet
Indonesia (Gapkindo) Asril Sutan Amir menjelaskan, harga karet Indonesia
kemungkinan meningkat menjadi US$ 4 per kilogram pada akhir bulan ini
karena minimnya suplai; sementara permintaan domestik terus meningkat.
Produksi karet kemungkinan akan sekitar 2,4 juta ton tahun ini, tidak
berubah dari produksi tahun lalu.

Harga free-on-board (FOB)
untuk karet jenis SIR-20 naik pada hari ini menjadi US$ 3,85 per
kilogram. Berdasarkan data International Rubber Consortium, harga karet
jenis ini kemarin berada di level US$ 3,67 per kilogram, dan berada di
level US$ 2,87 pada awal tahun ini.

Akhir bulan lalu,
Association of Rubber Producing Countries menghitung, harga karet alam
akan bullish lantaran suplai karet dari Indonesia dan Thailand terganggu
dengan adanya curah hujan yang tinggi. Suplai yang makin ketat ini
diprediksi akan terus terjadi hingga tahun depan.

Permintaan
China, India dan Malaysia telah melambat pada periode Juli hingga
Agustus lalu. Asal tahu saja, tiga negara ini merupakan konsumen yang
mencuil pasar sebesar 47%.

Kontrak karet di Tokyo yang
berdenominasi yen telah naik sebesar 19% tahun ini ditengah ketatnya
suplai dan meningkatnya permintaan dari China. Harga kontrak karet untuk
pengiriman Maret di Tokyo Commodity Exchange naik 3% menjadi 332,5 yen
per kilogram atau US$ 4.046 per metrik ton), level yang paling tinggi
sejak 19 April 2010.

La Nina yang mengusung curah hujan yang
lebih besar ketimbang biasanya menggerojok di sebagian Australia dan
Asia pada tahun 2010 ini, termasuk Thailand, Indonesia dan Malaysia yang
merupakan kontributor 70% karet di pasar global.
Selain Gapkindo,
asosiasi industri di Indonesia juga menuding curah hujan yang tinggi ini
sebagai penyebab rendahnya produksi kakao dan timah.

Source :kontan.co.id/HiL



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>