Senin, 21 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Follow Twitter @PTPNXII Visi PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) : "Menjadi Perusahaan Agribisnis yang berdaya saing tinggi dan mampu tumbuh kembang berkelanjutan" //

Prestasi

Peduli Olah Raga

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Tanaman Sorgum dapat diolah menjadi tepung untuk bahan makanan. Pernahkan Anda mencoba makanan berbahan tepung Sorgum?

View Results

Loading ... Loading ...

Cara PTPN XII Memproses Biji Kopi Hingga ke Penyeduhan

24 September 2010

Cara memproses kopi memang agak rumit hingga bisa
menghasilkan kualitas yang baik. Cara ini memang tergolong setengah
tradisional namun masih dilakukan hingga kini oleh pekerja di kebun-kebun kopi PT Perkebunan Nusantara XII (Persero). Masih harus dilakukan terhadap biji kopi yang telah kering dan
telah bersih dari kotoran untuk meningkatkan kualitasnya.

Setelah biji kopi kering dan telah bersih dari
kotoran, masih harus melewat pengayakan mekanis untuk memisahkan biji
berdasarkan ukuran, lalu ke meja bergetar yang memisahkannya menurut
berat.

Setelah itu, biji-biji tersebut dibawa
ke pemisah elektronis, yang menyingkirkan biji berwarna hitam atau hijau
yang dapat merusak rasa kopi sewaktu diseduh. Sisanya kemudian dibawa
ke reservoir penyimpanan dan belakangan, dituang ke dalam
kantong-kantong.

Kantong-kantong ini berisi
biji yang sama ukuran dan kualitasnya dan tentunya setiap jenis dan
ukuran diambil beberapa biji sebagai sampel. Nah, kopi pun siap dijual
kepada eksportir atau pembeli setempat.

Setelah itu saatnya tahap uji rasa. Setelah diambil sampel dari setiap jenis dan
ukuran, biji-biji sampel tersebut disangrai sebentar, lalu digiling, dan
ditakar ke dalam beberapa gelas. Air mendidih ditambahkan, isinya
diaduk, dan seorang pengecap yang berpengalaman mengendus aroma setiap
sampel.

Setelah sampel itu dibiarkan mendingin
dan bubuk kopinya mengendap, ia menggunakan centong kecil (sendok) untuk
mengambil sedikit sampel, yang dihirup ke dalam mulutnya dan segera
diludahkan, segera pindah ke gelas berikutnya, dan mengulangi proses
itu. Setelah mengecap semua sampel, ia menilai kopi itu, dari lembut
(sedap, lembut, sedikit manis) hingga keras (tajam).

Seorang
pengecap (Cup Tester) harus memiliki indra pengecap yang sangat baik dan banyak
pengetahuan serta pengalaman guna membedakan secara saksama beragam rasa
kopi yang bermiripan. Selain menjadi dasar untuk menentukan harga kopi,
pengecapan sangat penting untuk tahap berikutnya dalam menghasilkan
kopi berkualitas.

Source :Humas PTPN XII dari berbagai sumber



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>