Harga Kakao ICE Akhir Pekan Merosot 1,4 Persen; Mingguan Jeblok 2 Persen

Harga kakao berjangka ICE Futures pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (06/03) ditutup naik. Penguatan harga kakao terpicu pelemahan dollar AS.

Pada akhir pekan dollar AS dikecewakan oleh pidato Janet Yellen yang belum memberikan kepastian yang kuat terhadap rencana kenaikan Fed rate dalam waktu dekat. Akibatnya dollar AS yang sebelumnya rally 6 hari berturut oleh sentimen kenaikan Fed rate bulan Maret pudar setelah pidato Janet Yellen.

Melemahnya dolar AS membuat komoditas kakao yang berbasis dolar ini menjadi lebih murah dalam mata uang lainnya.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka kontrak Mei 2017 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan peningkatan. Harga komoditas tersebut ditutup naik sebesar 27 dollar atau 1,40 persen pada posisi 1.955 dollar per ton.

Untuk minggu ini harga kakao merosot -1,96 persen. Kemerosotan harga kakao terpengaruh anjloknya harga kakao pada akhir bulan ini dengan masih berlimpahnya pasokan kakao dan membaiknya produksi kakao di negara-negara penghasil utama di Afrika Barat. Pelemahan lainnya terpicu penguatan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi naik jika pelemahan dollar AS terus berlanjut. Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk menembus level Resistance pada posisi 2.000 dollar. Jika level Resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 2.050 dollar. Sedangkan level Support yang akan ditembus jika terjadi pelemahan ada pada 1.900 dollar dan 1.850 dollar.

 

Sumber : vibiznews.com (djk)


Kategori Berita