Kepala Bulog Bangka heran harga gula naik

Pangkalpinang (ANTARA News) - Kepala Perum Bulog Subdivre Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Sutarto mengaku heran dengan kenaikan harga gula pasir karena stok aman bahkan berlebihan.

"Saya bingung harga gula bisa mahal padahal Bulog kesulitan menjual gula pasir karena cuma sedikit yang mau beli dan stok di tingkat pengecer atau distributor juga banyak," ujarnya di Pangkalpinang, Selasa.

Harga gula pasir di tingkat pengecer di Pangkalpinang saat ini Rp14 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.

Ia mengatakan, stok gula dari PTPN XII tercatat sebanyak 740 ton di gudang Bulog Selindung Pangkalpinang.

"Stok gula pasir kita berlimpah tapi saya dapat info malah masyarakat membeli gula mahal di pasaran. Padahal Bulog sudah menjual ke eceran dan ke toko-toko namun peminatnya sedikit," katanya.

Agus menyebutkan, selama 2017 gula pasir yang terjual hanya 12 ton saja sehingga sisa stok menumpuk di gudang.

"Bulog malah kebingungan harus kemana menjual gula pasir karena kebanyakan pengecer ataupun ditributor tidak mau beli dari Bulog karena alasannya stok mereka masih banyak," katanya.

Padahal menurut Agus kualitas gula yang dimiliki Bulog adalah semi lokal dengan tingkat kelembaban stabil.

"Harga jual Bulog ke tingkat eceran sebesar Rp12.500 sedangkan untuk pembelian partai besar Rp11.800. Padahal Bulog sudah jual lebih murah tetapi masih saja yang beli cuma sedikit," katanya.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga ia mengimbau masyarakat membeli gula ke Bulog.

Ia mengatakan, untuk mengontrol harga bulog akan berkoordinasi dengan dinas terkait dengan melakukan operasi pasar.

 

(djk)


Kategori Berita
Sub Kategori Publikasi