Mengenal Dunia Tanaman melalui E-Park

Banyuwangi adalah salah satu daerah yang konsisten menerapkan konsep ekowisata dalam pengembangan destinasi wisata yang dimiliki.

Ekowisata atau ekoturisme sendiri adalah kegiatan pariwisata yang berwa­wasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pen­didikan.

Sejumlah destinasi andalan tersebar seperti Kawah Ijen, Pantai Plengkung, Pulau Merah, dan lain­nya. Dengan waktu tempuh cukup lama dari pusat kota . Kini untuk wisatawan yang ingin menikmati nuansa hijau rindang pepohonan tak perlu repot-repot menyewa kendaraan atau naik turun angkut­an umum, cukup datang ke GOR (Gedung Olah Raga) yang berada di tengah kota untuk berkunjung ke E-Park.

Guna memenuhi ketetapan akan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 persen, belum lama ini Pemkab Banyuwangi membuka E-Park, sebuah ruang terbuka hijau yang ditata sebagai sarana edukasi bagi masyarakat yang masih belum mengenal dunia tanaman. Disebut E-Park, karena fungsinya sebagai sarana ekologi, edukasi dan eko­nomi bagi masyarakat.

E- Park yang berlokasi di timur kolam renang GOR Tawang Alun Banyuwangi itu dibangun di atas lahan seluas 2000 meter persegi. Taman ini mengusung tiga konsep yaitu ekologi, edukasi dan ekonomi bagi masyarakat. Ekologi, bisa me­nambah titik hijau dengan peman­faatan ruang-ruang kota. Edukasi bisa memberikan pendidikan ke publik untuk cinta lingkungan. Ekonomi yaitu sebagai nilai tam­bah penghasilan dari pemanfaatan ruang – ruang kota.

Waduk Sidodadi

Salah satu obyek baru di Banyuwangi yang akhir-akhir ini banyak dikunjungi warga dan wisatawan adalah Wisata Waduk Sidodadi (WWS). Destinasi wisata yang berada di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore lokasinya cukup strategis. Berada di sebelah timur Jalan Lintas Selatan, hanya sekitar 1 kilometer dari jalan raya Banyuwangi-Jember.

Waduk yang berada dalam wilayah PTPN XII ini merupakan tempat penampungan air yang berfungsi sebagai sumber pengairan lahan perkebunan tebu di Kebun Kalirejo, dan kini mulai dimanfaatkan sebagai wahana wisata oleh masyarakat.

Wisatawan dapat menikmati pemandangannya yang asri dengan latar belakang pegunungan hijau, plus hembusan udara sejuknya. Desain waduknya sendiri agak berbeda dengan waduk pada umumnya yang membentang luas sehingga mampu menampung air dengan volume cukup besar. Waduk Sidodadi dirancang tidak simetris, namun membentuk pola lengkungan dan kanal-kanal, serta terdapat beberapa daratan di tengah waduk yang terlihat seperti pulau-pulau kecil . Pengunjung yang mengelilingi waduk dengan perahu bebek serasa menjelajahi lautan dengan pulau-pulau hijau di tengahnya.

Berbagai fasilitas menantang dan edukatif juga tersedia di kawasan yang memiliki konsep ruang terbuka hijau ini. Untuk yang suka ngebut, bisa menyewa motor ATV, Gokart dan mini trail untuk menelusuri sirkuit yang dibuat mengelilingi waduk.

Sementara anak-anak juga bisa berseluncur ria dengan flying fox yang tersedia, berenang di kolam renang yang luas, memancing atau mengenal alam lebih dekat dengan melihat proses tanam buah naga dan kakao.

Bagi yang ingin menghabiskan waktu lebih lama bisa menginap di penginapan yang ada, atau merasakan hidup di tengah pepohonan di camping ground yang disediakan. Pengunjung bisa masuk ke area waduk secara cuma-cuma, dan hanya mengeluarkan biaya 10 ribu rupiah untuk menyewa perahu, dan 25 ribu rupiah untuk sewa perahu bebek. SB/E-3

Sumber : koran-jakarta.com (djk)

 

 


Kategori Berita