Harga Kopi Arabica ICE Lemah Terganjal Penguatan Dollar AS

Harga kopi arabica berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada penutupan perdagangan Rabu dini hari (21/12) berakhir lemah. Pelemahan harga kopi arabica kembali tertekan penguatan mata uang dollar AS.

Dolar AS diperdagangkan mendekati harga tertinggi 14-tahun setelah Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen memperkuat harapan untuk kecepatan yang lebih cepat dari kenaikan suku bunga AS tahun depan daripada yang telah diharapkan.

Kenaikan nilai tukar dollar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri sehingga permintaannya ikutan tergerus melemah.

Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak paling aktif bulan Maret 2017 ditutup merosot pada posisi 1,4385 dollar, turun sebesar -0,40 sen atau setara dengan -0,28 persen.

Malam nanti akan dirilis data Existing Home Sales November AS yang diindikasikan menurun. Jika terealisir akan melemahkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan potensi pelemahan dollar AS. Harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level Resistance di posisi 1,4800 dollar dan 1,5100 dollar. Sedangkan level Support yang akan dihadapi jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 1,4100 dollar dan 1,3800 dollar.

Sumber : vibiznews.com (djk)

 


Kategori Berita