Harga Karet Tocom 2 November Bergerak Lemah 3 Persen

Harga karet alami berjangka Tocom pada perdagangan Rabu siang (02/11) terpantau turun. Pelemahan harga karet Tocom terpicu penguatan Yen dan pelemahan minyak mentah.

Mata uang Yen Jepang terpantau mengalami penguatan. Pasangan kurs USDJPY melemah -0,40 persen pada 103.7.

Kenaikan nilai tukar yen Jepang membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya permintaan akan komoditas ini mengalami penurunan.

Harga minyak mentah jatuh pada perdagangan hari Rabu (02/11) di sesi Asia, tertekan kekuatiran kekenyangan pasokan setelah API melaporkan peningkatan persediaan minyak mentah mingguan AS.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 37 sen, atau 0,79 persen, pada $ 46,30. Pada hari Selasa WTI turun 19 sen menjadi $ 46,67.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 29 sen atau 0,60 persen pada $ 47,85. Pada sesi sebelumnya mencapai terendah satu bulan di $ 47,72 sebelum berakhir di $ 48,14.

Pelemahan harga minyak mentah membuat biaya produksi karet sintetis menjadi lebih murah. Dampaknya permintaan terhadap komoditas karet alami seperti yang diperdagangkan di Tocom mengalami penurunan.

Pada perdagangan siang ini, harga karet berjangka untuk kontrak paling aktif di bursa komoditas Tokyo yaitu kontrak bulan April 2017 terpantau melemah sebesar -5,7 yen atau -3,1 persen menjadi 177,4 yen per kilogram, turun dari penutupan sebelumnya pada 183,1 yen per kilogram.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga karet berjangka Tocom pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi alami tekanan dipengaruhi oleh potensi penguatan yen Jepang dan pelemahan minyak mentah.

Harga komoditas karet berjangka di bursa Tocom akan mengetes level Support di 172,00 yen dan 167,00 yen. Harga akan menemui Resistance pada level 182,00 dan 187,00 yen jika harga berbalik ke teritori positif.

 

Sumber : vibiznews.com (djk)


Kategori Berita