Harga Kakao ICE Anjlok 4 Persen, Terendah 3,5 Tahun

Harga kakao berjangka ICE Futures pada akhir perdagangan Jumat dinihari (23/12) ditutup anjlok terendah 3,5 tahun. Pelemahan harga kakao tergerus peningkatan persediaan.

Sentimen investor memburuk mencerminkan perubahan mendasar di pasar kakao dunia, di mana pasokan diperkirakan melampaui permintaan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, berkat kondisi cuaca yang menguntungkan di Pantai Gading, produsen kakao terbesar di dunia.

Di Pantai Gading, pengiriman kakao ke pelabuhan negara itu telah mencapai sekitar 700.000 ton pada 18 Desember sejak awal musim pada 1 Oktober, menurut laporan Reuters, berjalan sekitar 4,5% lebih tinggi dari periode yang sama musim sebelumnya.

Beberapa laporan swasta juga menunjukkan bahwa prosesor dan produsen memiliki banyak kakao dan produk di tangan, dan peningkatan persediaan memungkinkan para pedagang komersial untuk menjual harga kakao lebih murah di pasar fisik.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka kontrak Maret 2017 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup anjlok. Harga komoditas tersebut ditutup turun sebesar -90 dollar atau -3,95 persen pada posisi 2.189 dollar per ton.

Malam nanti akan dirilis data New Home Sales November AS yang diindikasikan meningkat, dan Michigan Comsumer Sentiment Final Desember yang diindikasikan stabil. Jika hasil ini terealisir akan menguatkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kecenderungan melemah terbatas dengan penguatan dollar AS. Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk menembus level Support pada posisi 2.140 dollar. Jika level Support tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 2.090 dollar. Sedangkan level Resistance yang akan ditembus jika terjadi kenaikan ada pada 2.240 dollar dan 2.290 dollar.

Sumber : vibiznews.com (djk)

 


Kategori Berita