Harga Gula ICE Positif Terdukung Kenaikan Minyak Mentah

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Rabu dini hari (21/12) berakhir naik terdorong kenaikan minyak mentah.

Harga minyak mentah sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu dinihari (21/12) terpicu perkiraan penurunan tajam persediaan minyak mentah AS yang bisa menunjukkan kelebihan pasokan global mulai menyusut.

Harga minyak mentah berjangja AS West Texas Intermediate (WTI) menyelesaikan perdagangan naik 11 sen atau 0,2 persen menjadi $ 52,23 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Internasional Brent naik 64 sen atau 1.2 persen menjadi $ 55,56 per barel pada 04:56 ET (2156 GMT).

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2017 terpantau mengalami kenaikan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik sebesar 0,02 sen atau setara dengan 0,11 persen pada posisi 18,25 sen per pon.

Malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah AS oleh EIA yang diindikasikan menurun. Jika terealisir dapat menguatkan harga minyak mentah.

Malam nanti juga akan dirilis data Existing Home Sales November AS yang diindikasikan menurun. Jika terealisir akan melemahkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan potensi kenaikan minyak mentah dan pelemahan dollar AS. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 18,75 sen dan 19,25 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi pelemahan harga ada pada posisi  17,75 sen dan 17,25 sen per pon.

Sumber : vibiznews.com (djk)

 


Kategori Berita