Kamis, 17 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Sosialisasi Permen ESDM Tahun 2012

10 September 2012

Mempertahankan besaran volume Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagaimana yang ditetapkan dalam APBN serta mengantisipasi pasok bahan bakar fosil (fossil fuel) yang kian menyusut adalah dua hal yang melatarbelakangi penerbitan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pengendalian Bahan Bakar Minyak. Mengingat pentingnya Permen dimaksud, maka Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM RI, Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) dan PT Pertamina (Persero) menghelat acara Sosialisi Permen ESDM Tahun 2012.
Hadir dalam acara tersebut, para delegasi pejabat/karyawan dari beberapa BUMN Perkebunan, perusahaan swasta nasional perkebunan dan pertambangan serta Asosiasi Perkebunan di Indonesia. Adalah Umi Asngadah, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Ditjen Migas Kementerian ESDM RI, Ari Yuwono, Direktorat Bahan Bakar Minyak Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) dan M. Iskandar, Vice President Fuel Retail Marketing PT Pertamina (Persero), tiga narasumber sosialiasi yang merupakan para pakar di bidangnya masing-masing. Agar transfer knowledge dari narasumber kepada peserta dapat optimal, panitia mendapuk Dr. Herdradjat Natawidjaja, M.Sc, Direktur Pascapanen dan Pembinaan Usaha Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI sebagai moderator pada acara yang digelar di Ruang Rapat Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI, Jakarta pada Senin, 30 Juli 2012.
Dalam agenda sehari ini, penyelenggara mengangkat tiga topik utama yaitu, 1) Kebijakan Pemerintah RI dalam Pengendalian BBM Bersubsidi; 2) Persiapan dan Implementasi Kebijakan Pembatasan/Pengendalian BBM bersubsidi; serta 3) Pengendalian BBM Bersubsidi untuk Sektor Pertambangan dan Perkebunan.
Sosialiasi Permen ESDM Tahun 2012 menelurkan Pokok-Pokok Ketentuan Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak, antara lain a) Larangan penggunaan jenis BBM tertentu dengan harga yang disubsidi berupa bensin RON 88 bagi kendaraan dinas (kendaraan bermotor) milik instansi pemerintah daerah hingga pusat, termasuk BUMN dan BUMD di dalamnya; b) Larangan penggunaan jenis BBM tertentu dengan harga yang disubsidi berupa minyak solar (gas oil); dan c) Penyediaan tempat penyimpanan Bahan Bakar Minyak (tangki timbun BBM) dengan kapasitas sesuai kebutuhan bagi pelaksana kegiatan perkebunan dan pertambangan. Ketentuan pada butir a) berlaku sejak 1 Juni 2012 untuk area Jabodetabek dan 1 Agustus 2012 untuk wilayah provinsi, kabupaten/kota di Jawa dan Bali (kecuali Jabodetabek). Sedangkan ketentuan butir b) berlaku sejak 1 September 2012.
Sesuai dengan visinya “Menjadi Perusahaan Agribisnis Berbasis Perkebunan yang Terkemuka di Indonesia yang Tumbuh dan Berkembang Bersama Mitra,” usai mengikuti sosialiasi, Direktur Produksi PTPN X (Persero) segera menginstruksikan kepada seluruh unit usaha yang bernaung di bawah PTPN X untuk melaporkan konsumsi BBM secara berkala. Hal ini dilakukan tidak saja sebagai respon positif dan bentuk dukungan PTPN X (Persero) kepada pemerintah dalam upaya menyukseskan agenda Rencana Aksi Nasional (RAN) Penghematan Energi/BBM Bersubsidi Nasional Tahun 2012, lebih dari itu pengendalian penggunaan BBM adalah wujud kesadaran dan antisipasi korporat atas penyusutan volume bahan bakar fosil di masa yang akan datang. (OPI_Sekper, MPM_Sekper).



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>