Rabu, 23 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Pelatihan Pembuatan dan Perbanyakan Mikoriza di UGM

6 Juli 2012

Dalam rangka berperan aktif dengan program yang dicanangkan pemerintah bahwa pada tahun 2014 dapat mencapai “Go Organik” maka Bidang Penelitian PTPN X mengirim staf Peneliti dari 3 Puslit, yaitu Puslit Gula Djengkol, Penelitian Tembakau Jember dan Tembakau Klaten untuk mengikuti “Program Pelatihan Pembuatan dan Perbanyakan Mikoriza” yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tanggal 06 – 11 Juni 2011.

Tujuan program tersebut adalah untuk memberikan bekal bagi para staf dan petugas PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) sebagai landasan untuk meningkatkan kualitas tembakau melalui penekanan penyebab penyakit dengan cara yang ramah lingkungan dari produk Mikoriza yang dihasilkan.
Harapan kita sesuai dengan program yang dicanangkan pemerintah adalah bahwa tahun 2014 kita sudah dapat mencapai “Go Organik”, dimana produksi tembakau sudah menggunakan masukan bahan alami (organik atau hayati). Bahan alami tersebut mencakup hal : pemupukan (menggunakan pupuk organik/pupuk hayati), serta pengendalian HPT (menggunakan pestisida nabati/pestisida hayati). Kita upayakan dalam sistem budidaya pertanian tidak menggunakan cara-cara yang membuat lingkungan menjadi tercemar. Salah satu hasil teknologi dan saat ini sedang dikembangkan adalah penggunaan mikroba yang teknik aplikasinya dilakukan ke tanah untuk memperbaiki pertumbuhan dan performa tanaman yang dikenal sebagai Bioferlilizer melalui pemanfaatan jamur Mikoriza.
Mikoriza berasala dari kata “Mycor” yang artinya jamur serta “rhiza” yang artinya akar. Mikoriza merupakan asosiasi simbiotik antara jamur dengan akar tumbuhan. Jamur ini hidup di dalam dan di luar sel tumbuhan. Benang-benang jamur merupakan “sambungan” akar (perpanjangan akar) yang dapat memperbesar volume rizosfer (tempat yang nyaman bagi mikroorganisme tanah). Diketahui bahwa 95% tumbuhan di dunia berasosiasi dengan mikoriza termasuk tanaman tembakau.

Manfaat mikoriza bagi tanaman :
1. Memperbaiki penyerapan air dan hara.
- Peningkatan penyerapan unsur hara makro dan beberapa unsur hara mikro : N, P, K, Ca, Mg, Fe, Cu, Mn dan Zn.
- Sinergis dengan mikroorganisme lain. Keberadaan mikoriza juga bersifat sinergis dengan mikroba potensial lainnya seperti bakteri penambat N dan bakteri pelarut fosfat. Akar tanaman yang bermikoriza dapat menyerap unsur hara dalam bentuk terikat dan tidak tersedia untuk tanaman.
- Jangkauan penyerapan akar tanaman yang diberi mikoriza menjadi 200 – 300 kali lebih luas dibandingkan tanaman tanpa diberi mikoriza.
2. Memperbaiki pertumbuhan akar.
3. Memperbaiki pertumbuhan dan produksi tanaman.
- Penyerapan air dan hara lebih baik.
- Mikoriza memproduksi hormon dan zat pengatur tumbuh. Mikoriza dapat memberikan hormon seperti auksin, sitokinin, giberellin, juga vitamin kepada inagnya.
4. Mengurangi guncangan (shock) saat pemindahan bibit.
5. Mengurangi cekaman (stess) karena kekeringan.
- Stress unsur hara
- Stress kandungan garam
- Stress nutrisi
- Stress logam berat
6. Tahan terhadap serangan patogen.
- Berfungsi sebagai pelindung biologi bagi terjadinya infeksi patogen akar.
- Mikoriza dapat melepaskan antibiotik yang dapat menghambat perkembangan patogen.
7. Lebih banyak bunga dan buah yang dihasilkan tanaman.
Sebaiknya jika kita ingin hasil yang baik dari pemakaian pupuk hayati maka kita kombinasikan dengan Mikoriza. Mikoriza memiliki resistensi yang besar terhadap hama yang memakan daun/serangga, serta pathogen. Mikoriza tidak dapat tumbuh pada tempat yang tergenang dalam waktu lama sehingga drainase harus baik. Aplikasi Mikoriza tidak boleh bersamaan dengan mikroba anti fungi (misal : Trichoderma harzianum), serta tidak menggunakan pupuk anorganik yang berlebihan terutama Phospat dan tidak menggunakan fungisida yang berlebihan.

Saat ini Penelitian Tembakau Klaten baru bisa memproduksi jamur Mikoriza untuk memenuhi sebagian dari total kebutuhan. Jamur mikoriza yang dihasilkan baru mampu memenuhi untuk aplikasi pada pembibitan tembakau. Perbanyakan jamur Mikoriza oleh Penelitian Tembakau Klaten, dengan bimbingan dari UGM sebagai quality control. (SekperN10.srh)