Jadi Ancaman Perkebunan Kelapa Sawit Bila Ganoderma tak Diantisipasi

JAKARTA - Apabila serangan Ganoderma dibiarkan tanpa antisipasi pencegahan maka dapat dipastikan jamur tular tanah ini akan memperluas serangannya dengan  menggerogoti populasi pohon kelapa sawit yang akhirnya menimbulkan kerugian yang lebih besar pada perkebunan kelapa sawit.

Dalam survei dan analisis terhadap 100 kebun, hampir 60% pemilik kebun tidak menyadari bahwa selama ini kebun mereka telah terserang Ganoderma.  Adapun gejala dan stadium infeksi Ganoderma adalah sebagai berikut:

Daun kekuningan dan kusam, seperti kekurangan air. Permukaan tajuk rata. kebanyakan muncul bunga jantan. Akumulasi dua daun tombak yang tidak membuka. Munculnya miselia pada pelepah pangkal batang. TBS belum matang namun sudah mem-”brondol”. Pelepah bawah mengering (TM muda) dan berpatahan (TM tua). Tiga daun tombak yang tidak membuka. Adanya basidiokarp Ganoderma. Produksi menurun. Seluruh daun berpatahan dan mengering, serta menggantung di pohon. Jaringan di dalam pohon telah rusak berat. Pohon mudah tumbang.

Banyak yang beranggapan penyakit Ganoderma tidak dapat ditanggulangi karena serangannya yang begitu cepat. Tingginya serangan jamur Ganoderma telah diantisipasi oleh PKT melalui riset penelitian mendalam terkait penyakit ini sejak belasan tahun lalu.

Vaksin jamur ini merupakan generasi teknologi tertinggi dan ramah lingkungan sehingga penyakit Busuk Pangkal Batang dapat diatasi.

Pengendalian Ganoderma yang tepat dengan menggunakan pengendalian hayati dapat dimulai dari analisa tanah & hama penyakit,  untuk menilai kualitas tanah, penentuan status unsur hara & sifat fisik tanah secara cepat dan akurat, serta varietas Ganoderma yang dihadapi.

Hasil uji tersebut dapat digunakan sebagai dasar rekomendasi pemupukan dan pengendalian hama penyakit secara efisien.

Jika tanah ternyata tidak sehat, maka harus disehatkan terlebih dahulu seperti dengan cara memakai pupuk organik yang stabil seperti pupuk MOAF®.

Pemberian pupuk organik MOAF® sangat penting karena selain dapat meningkatkan produksi, formulasi ini tidak menyebabkan kerusakan tanah maupun keseimbangan ekosistem serta membantu perkembangan mikroorganisme yang ada di dalam tanah.

Selain itu memberikan unsur hara makro, mikro, hormon serta enzim bagi tanaman sehingga dapat meningkatkan produksi yang optimal. Sehingga sangat membantu perkembangan pohon selama proses pengendalian dan recovery.

Selanjutnya dapat dilanjutkan dengan aplikasi pengendali hayati menggunakan formulasi CHIPS® 2.1 dan CHIPS® 2.2, yang berfungsi untuk mengendalikan serangan Ganoderma dan recovery tanaman.

Strategi pengendalian penyakit Ganoderma yang paling baik adalah dengan melakukan pengendalian terpadu yang merupakan kombinasi dari pupuk dan pengendali hayati seperti yang disarankan oleh PKT yaitu pupuk MOAF® dan pengendali hayati CHIPS® yang diformulasi spesifik sesuai dengan kebutuhan kebun


Kategori Artikel
Sub Kategori Berita