Pemprov Kaltara Gandeng Pelita Air Service Operasikan Pesawat N-219

TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG SELOR - Pemprov Kalimantan Utara sudah memesan satu unit pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (DI), yaitu pesawat N-219.

Pembelian pesawat itu dibayar bertahap selama dua tahun, 2018 dan 2019.

Di APBD 2018, Pemprov Kalimantan Utara sudah menganggarkan sebesar Rp 78.001.968.000.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menjelaskan, perjanjian pernyataan awal sudah diteken antara pemprov dan PTDI termasuk dengan PT Pelita Air Service.

"Tahun ini pesawat N-219 baru dibuat. Selesainya tahun depan. Perjanjian awal sudah diteken di Singapura. Tetapi kita belum baca rinciannya, baru perjanjian pernyataan saja. Kontrak aslinya harus ada proses pengadaan barang dan jasa," kata Irianto Lambrie saat dikonfirmasi Tribun Kaltim, Senin (5/2/2018).

Pelita Air Service dipercaya mengoperasikan dan merawat N-219 di Kalimantan Utara.

Pengalaman Pelita Air Service dalam manajemen dan pengoperasian pesawat terbang diakuinya sudah mumpuni.

Bersamaan dengan itu, Pelita Air Service juga memboyong banyak pesawat N-219 untuk ia operasikan di Kalimantan Utara dan Papua.

"Mereka juga beli banyak pesawat N-219. Mereka akan mengoperasikan pesawat kita nanti bersama-sama dengan pesawat mereka," ujarnya.

Belum adanya sumber daya penerbangan yang dimiliki Kalimantan Utara juga menjadi pertimbangan utama menggandeng Pelita Air Service.

"Mereka punya pilot, punya AOC (air operator certificate). Kita tidak punya," kata dia.

Dalam pengoperasiannnya nanti, pemprov dan Pelita Air Service menjalin kerja sama bisnis. Bakal ada bagi hasil pendapatan jika pesawat ini dioperasikan komersil.

Namun, tujuan utama pembelian pesawat ini adalah membantu aksesibilitas masyarakat perbatasan yang membuu moda transportasi cepat utamanya layanan kesehatan yang bersifat darurat kedaruratan.

"Spesifikasi pesawat ini tergolong bagus untuk dioperasikan di perbatasan seperti Kalimantan Utara," ujarnya. (Wil)

Adapun spesifikasi pesawat N-219 dikutip dari berbagai sumber sebagai berikut:
1. Kapasitas 19 kursi
2. Berat kosong 4.039 kg
3. Maksimal daya angkut 2.3 ton
4. Kapasitas bahan bakar 1.6 ton
5. Kecepatan maksimal 210 Knots
6. Jarak tempuh 149 nauticale mile
7. Jarak tempuh saat bahan bakar penuh 831 nautical mile
8. Dilengkapi 2 mesin Pratt & Whytney Aircraft of Canada Limited PT6A-42
9. Tenaga Mesin 850 Shaft Horse Power
10. Baling-baling Hartzell 4-Blade Metal

Keunggulan lain:

1. Mampu lepas landas dan mendarat di landasan pacu pendek, 600 meter
2. Dirancang khusus menerbangi daerah pegunungan dan perintis
3. Mudah mendarat di landasan yang tidak beraspal bahkan berbatu.
4. Biaya operasi dan pemeliharaann tergolong rendah meski menggunakan teknologi avionik yang lebih modern.
5. Pesawat tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya karena dilengkapi multihop capability fuel tank.
6. Terkendali meski saat terbang dengan kecepatan rendah utamanya saat menerbangi kawasan pegunungan dan tebing.
7. Dilengkapi Flight Management System seperti global positioning system (GPS), sistem autopilot dan terrain awareness and warning system. Ini berguna untuk mendeteksi jika pesawat ini sedang menuju atau mendekati wilayah perbukitan.
8. Pengoperasiannya bisa dilakukan tanpa bantuan ground support unit.

http://www.tribunnews.com/regional/2018/03/05/pemprov-kaltim-gandeng-pelita-air-service-operasikan-pesawat-n-219?page=2.

 


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel