Sunday, 20 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Achievements

Activity

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Polls

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Bisnis Baru PT Pos Indonesia

15 February 2002

Selintas, tak ada yang istimewa dengan kantor Pos mitra Cempaka, Jakarta. luas ruangan yang dindingnya disapu warna kream itu hanya 35 meter persegi, 9 meter diantaranya disekat untuk ruangan kepala kantor. Perlengkapan kantor yang ada di dalamnya juga biasa-biasa saja: 2 set komputer, 3 perangko mesin, beberapa keranjang surat, dan meja kayu. Tenaga kerja yang terlibat pun tak banyak, hanya 8 orang.

Namun, kantor sederhana itu diam-diam menyimpan keunggulan yang mengundang kagum. Dalam sebulan kantor pos itu bisa mengumpulkan omzet sampai Rp. 340 juta perbulan. Mudahnya menjaring uang seperti itu agaknya tak diduga oleh pemiliknya. ” Saya mulai usaha ini sejak 6 februari lalu, ” Ujar achmad M. Saleh, si empunya kantor.

Kantor pos milik pribadi? ini memang kabar baru dari kantor pos yang selama ini di miliki dan di operasikan perusahaan pelat merah itu. Sekarang, bukan sesuatu yang haram bila ” orang – orang ” biasa berniat menjadi juragan pos. PT. Pos Indonesia – perusahaan negara yang mengurus jasa pelayanan pos – berencana membuka program waralaba pos. Jadi, siapun boleh-boleh saja mencatatkan diri sebagai mitra. Kantor Pos Mitra Cempaka itulah yang menjadi mitra pertama, sebagai proyek percontohan.

Untuk proyek itu, Achmad menyiapkan modal Rp. 100 juta. Dana itu digunakan, antara lain,untuk menyewa ruangan kantor, membeli perangkat komputer, meja karyawan, dan perabotan operasional kantor yang lain seperti pesawat telepon dan faksimile. untuk kendaraan operasional, selain memanfaatkan sedan lamanya, ia juga membeli sebuah mobil pikap baru. Dengan semua perabotan itu, plus izin usaha, pensiunan pegawai pos itu melamar ke PT Pos. Lamarannya ternyata tak bertepuk sebelah tangan.

Usaha yang dijalankan Achmad pun tak ada bedanya dengan yang dilakukan PT.Pos selama ini: penjualan benda pos dan meterai,mengiriman surat kilat khusus,EMS ( Exsprsss Mail Service ), paket pos,juga layanan pembayaran tagihan perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pendeknya, semua pelayanan yang biasa dilakukan PT.Pos juga ada disini. Bahkan mitra cempaka menambahkan layanan plus yang tak pernah dilakukan PT.Pos. selain membuka gerai di kantor – yang berada dilantai dua komplek pertokoan Cempaka Putih – mereka juga menawarkan jasa pengambilan dan antara pesanan benda-benda pos. Prinsipnya, “Kami ingin profesional dengan menambal berbagai kelemahan yang ada dalam layanan pos konvensional,” ujar Achmad.

Tak percuma jurus jemput bola yang dilancarkan achmad. Sejumlah perusahaan dan organisasi dapat digaet sebagai pelanggan. Setiap perusahaan itu bisa menyetor sampai puluhan juta rupiah perbulan. Maklum, Tak sedikit perusahaan di Jakarta yang mengirim ribuan surat dalam sehar. Dari situ,buntutnya lebih asyik lagi : omzet Mitra tambah menggelembung.

Sekedar gambaran, pada Februari, omzetnya hanya Rp. 67 juta, sedangkan periode Maret – Mei meningkat menjadi Rp. 108 juta, 176,5 juta dan 349 juta. Khusus juni, gara-gara Jakarta sering digoyang demonstrasi, omzet menurun jadi Rp.211 juta. tapi, setelah kondisi tenang, omzet juli merayap lagi, sampai Rp. 340 juta. dari omzet itu, PT.Pos Indonesia memberikan komisi 10-15 persen. Setelah dikurangi untuk gaji karyawan dan biaya operasional, “Untung bersih setiap bulannya masih lumayan ,” kata Ahcmad.

Layanan ala mitra Cempaka agaknya memang pas dengan kebutuhan konsumen pos, paling tidak, begitulah yang dikatakan Eko Ananto,staf Marketing Support PT Aowa Nusa Lestari, Jakarta, yang mengirim 3-10 ribu pucuk surat perhari. Dengan adanya perangko mesin yang disediakan Mitra, ia tak perlu lagi repot-repot membawa uang jutaan rupiah ke kantor pos untuk membayar perangko berlangganan atau perangko tempelan. kini, Eko cukup mentransfer ke rekening Mitra dan semua urusan pun jadi beres.

Tak hanya Aowa, perusahaan layanan kargo seperti PT. Nusantara Card Semesta, Jakarta, Juga memanfaatkan jasa Mitra, terutama untuk kiriman yang alamatnya susuah dijangkau. Seperti terlihat Rabu pekan lalu, 5.000 kiriman surat dari perusahaan ini menumpuk di kantor Mitra. Dengan memanfaatkan jaringan PT. Pos Indonesia, pengiriman tersebut tak jadi masalah.

Alinafiah, Direktur Utama PT.Pos Indonesia, jelas gembira dengan keberhasilan Mitra Cempaka. Hal itu makin mengukuhkan rencananya untuk menerapkan program warlaba pos. kini, selain bercermin pada mitra, pihaknya terus mematangkan konsep dan pola kemitraan yang saling menguntungkan. Dan, jika tak ada aral melintang, program itu bakal dimulai tahun depan. “Ini bisnis yang sangat menjanjikan,”ujarnya

Source :Selintas



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>