Rabu, 19 Juni 2013

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi PNM : "Menjadi lembaga pembiayaan terkemuka dalam meningkatkan nilai tambah secara berkelanjutan bagi Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) yang berlandaskan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG)" Misi PNM : a. Meningkatkan kelayakan usaha dan kemampuan wirausaha UMKMK. b. Meningkatkan akses pembiayaan UMKMK kepada lembaga keuangan baik bank maupun non-bank dalam rangka perluasan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. c. Meningkatkan kreatifitas dan produktivitas karyawan untuk mencapai kinerja terbaik dalam mengembangkan UMKMK.

Prestasi

Nominasi Web BUMN Terbaik 2013 versi Beritasatu.com

Kegiatan

Juni  2013
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Kontak Kami

pic

Jajak

Darimana Anda mengetahui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), produk pembiayaan dari PNM ?

View Results

Loading ... Loading ...

PNM Kembali Melakukan Program Pengembangan Kapasitas Usaha, Kali Ini di Pacitan, Jawa Timur

14 Juni 2012

Rabu, 13 Juni 2012, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melaksanakan Serah Terima dan Penutupan “Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bagi Sentra/Klaster UKM Pengrajin Gula Kelapa” di Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Penyerahan dilakukan oleh Direktur Bisnis II PT PNM (Persero), Tri Susilo, kepada Bupati Pacitan H. Indartato, bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan Kebonagung.

Pameran produksi pasca program membuka rangkaian acara program PKU kali ini. Bupati Pacitan, H. Indartato, Direktur Bisnis II PNM Tri Susilo, rombongan Pemda, dan PNM melihat hasil perubahan gula kelapa produksi Pacitan setelah mendapat program PKU. Kegiatan yang dilakukan pada pameran produksi pasca program tersebut antara lain melihat cara memproduksi gula semut, dan melihat beberapa alat produksi tepat guna bantuan PNM seperti bumbung tempat nira, saringan air nira, ayakan untuk membuat gula semut, serta oven pengering untuk lebih menurunkan kadar air gula semut yang diproduksi.

Dalam sambutannya, Direktur PNM, Tri Susilo mengharapkan agar para pengrajin bisa menerapkan berbagai pengetahuan yang telah diperoleh, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para pengrajin dan juga kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Harapan senada juga disampaikan oleh Bupati Pacitan, yang sekaligus mengucapkan terima kasih kepada PNM yang secara nyata telah membantu memberdayakan para pelaku UKM di bidang kerajinan gula kelapa ini.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemaparan hasil program PKU yang dilakukan oleh Kepala Divisi PKU PNM, Arief Mulyadi. Dalam pemaparannya terungkap bahwa setelah dilakukan pembinaan, banyak kemajuan yang telah dicapai oleh para pengrajin, baik dari segi kemasan, kualitas dan produktivitas, serta pemasaran. Secara keseluruhan kegiatan ini juga telah mampu meningkatkan pendapatan para pengrajin sejalan dengan peningkatan pemasaran.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Surat Persetujuan Pembiayaan (SP3) program kemitraan antara PNM yang diwakili pimpinan cabang PNM Kediri dengan Koperasi ISM Manggarsari. PNM memberikan pinjaman dana kemitraan kepada koperasi ISM Manggarsari, untuk lebih memperkuat modal kerja koperasi dalam berbisnis gula kelapa.

Di akhir acara sebagai simbolis penyerahan program PKU kepada Pemda Pacitan, Direktur Bisnis II PT PNM (Persero), Tri Susilo, menyerahkan kepada Bupati Pacitan, H. Indartato, sertifikat hasil uji lab UGM no No. 5933/LPPT-UGM/U/XII/2011, dimana hasil uji lab tersebut menerangkan bahwa produk gula produksi Koperasi ISM Manggarasari telah bebas dari pestisida, jamur, dan bahan berbahaya lainnya.

Program PKU kali ini diikuti 70 peserta, yang terdiri dari perwakilan kelompok-kelompok anggota Koperasi ISM Manggarsari (dari Desa Mantren dan Worawari), dan perwakilan dari desa-desa lain: Katipugal, Sidomulyo, Gembuk, dan Sanggrahan. Prgoram PKU ini merupakan tindak lanjut dari komitmen PNM dalam membantu pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui aktivitas capacity building yang berbasis klaster. Kegiatan serupa juga telah dan akan dikembangkan di 22 Kantor Cabang PNM di seluruh Indonesia.

Sentra pengrajin gula kelapa di Pacitan merupakan salah satu klaster yang mendapat pembinaan dari PNM. Potensi gula kelapa di daerah ini sangat besar dimana gula kelapa diproduksi secara luas di Kecamatan Kebonagung dan Donorojo. Di Kecamatan Kebonagung, gula kelapa dikembangkan di desa-desa Karangnongko, Plumbungan, Mantren, Kalipugal, Sanggrahan, Kalipelus, Sidomulyo, Warawiri, Punjung, Gawang, Karanganyar, Gembuk, dan Klesem dengan jumlah pengrajin 5.373 orang dan total produksi melebihi 11 ton per hari. Jumlah pengrajin terbanyak terdapat di desa Sidomulyo, Gembuk dan Klasem. Sementara di Kecamatan Donorojo gula kelapa dikembangkan di Desa Kalak, Sendang, Widoro dan Klepu dengan jumlah 7.847 pengrajin dengan total produksi hampir 16 ton per hari. Namun dari sekitar 7.000 petani gula kelapa itu sebanyak 70 petani telah mendapat pembinaan melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang dilakukan PNM,  yaitu pengrajin anggota Koperasi ISM Manggarsari di Desa Mantren.

Pembinaan yang dilakukan PNM telah berlangsung sekitar delapan bulan yang dibuka secara resmi  pada tanggal 14 Oktober 2011 lalu oleh Bupati Pacitan. Pada tahap awal, PNM telah melakukan survey untuk mengetahui kondisi objektif para pengrajin baik menyangkut potensi maupun kendala yang dihadapi. Hasil survey  tersebut juga dipresentasikan pada sarasehan tanggal 14 Oktober 2011 itu,  yang dihadiri oleh berbagai stakeholder.

Melalui pola kluster ini PNM telah merancang serangkaian pelatihan dan pembinaan yang dilakukan hingga pertengahan tahun 2012. Ada dua jenis pelatihan yang telah dilakukan PNM yaitu pelatihan tentang teknik produksi sesuai standar kesehatan, termasuk praktek ekstensifikasi pembuatan gula kelapa, seperti gula kelapa dengan cetakan standar, gula semut, gula semut rasa (plus jahe, plus kunir, dsb). Selain itu juga ada pelatihan tentang pengemasan, berupa pengenalan kemasan yang tepat guna dimana pihak PNM akan mendesainkan kemasan yang baru, yang lebih menjual dan informatif, sehingga diterima di pasar yang lebih tinggi.

Disamping dua jenis pelatihan tersebut, PNM juga melakukan uji laboratorium atas produk yang dihasilkan sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sesuai standar kesehatan pangan, serta melakukan pendampingan dalam rangka pencarian pasar baru.

Terlaksananya program ini merupakan hasil kerjasama PNM dengan Pemerintah Kabupaten Pacitan. Karena itu, setelah program ini selesai, selanjutnya diserahkan kepada Pemkab guna dilakukan pembinaan lebih lanjut. Meski demikian, pihak PNM akan tetap melakukan pemantauan atas perkembangan usaha para anggota kluster.

Aktivitas pembinaan yang berbasis kluster ini juga telah dikembangkan PNM di daerah lain, seperti Kluster Rempeyek di Pelemadu, Bantul (Yogyakarta), Kluster Kripik Singkong di Solear, Tanggerang (Banten), dan Kluster Kain Perca di Pringapus, Kab. Semarang (Jawa Tengah). Untuk masa yang akan datang PNM akan terus mereflikasi pola kluster ini melalui kantor Cabang PNM di seluruh Indonesia.

Kegiatan capacity building melalui pendekatan klaster ini merupakan bentuk lain dukungan PNM dalam pengembangan kapasitas usaha UMK, karena para pelaku UMK  tidak hanya membutuhkan dukungan permodalan, tetapi juga modal intelektual seperti manajemen produksi, pemasaran dan pengelolaan usaha. Semua pelatihan dan pembinaan ini diberikan secara cuma-cuma dan tidak dikenakan biaya apapun.

Selain pelatihan dan pembinaan yang bersifat klaster, PNM melalui Divisi PKU juga melakukan pembinaan dan pelatihan bagi nasabah ULaMM (non kluster) yang  dilakukan melalui kantor-kantor cabang PNM. Pelatihan nasabah non klaster ini disesuaikan dengan kebutuhan setempat, baik mengenai pola pelatihannya, materi, maupun pembicaranya.

Pola kegiatan PNM yang mengkombinasikan antara pembiayaan dan capacity building ini merupakan kelebihan tersendiri bagi PNM dibandingkan dengan lembaga pembiayaan lainnya.  Dengan pola ini diharapkan akan mampu mengoptimalkan peran PNM dalam membantu program pemerintah dalam pengembangan ekonomi masyarakat yang bersifat  pro growth, pro poor dan pro job.

PNM yang baru saja menyelenggarakan HUT ke-13, tanggal 1 Juni 2012 lalu, kini telah mempunyai 22 Kantor Cabang dan 5 Kantor Cabang Pembantu. Selain itu juga terdapat  76 Kantor Klaster, 477 Unit ULaMM, dengan total karyawan mencapai 4.300 orang. Melalui jaringan ULaMM, PNM telah mampu menjangkau 2.247 kecamatan, 248 kabupaten di 26 propinsi. Selama empat tahun sejak diluncurkannya ULaMM pada tahun 2008, PNM telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 95 ribu nasabah mikro dan kecil, dengan total pembiayaan mencapai Rp  5,7 triliun. Satu hal yang menggembirakan bahwa kualitas pembiayaan PNM sangat bagus dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) Gross hanya sekitar 1,24% per akhir Desember 2011.



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>