PNM Cetak Laba Bersih Tumbuh 54% per Juni 2012
1 Agustus 2012JAKARTA – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai lembaga keuangan non bank milik negara alias BUMN membukukan kinerja usaha yang tumbuh positif selama semester pertama 2012. Tercatat laba bersih per Juni 2012 mencapai Rp17,99 miliar atau meningkat sekitar 54% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp11,70 miliar.
Pencapaian laba bersih ini disebabkan oleh meningkatnya pendapatan usaha yang signifikan. Per Juni 2012 PNM membukukan pendapatan sebesar Rp420,90 miliar atau melonjak sekitar 40% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp300,29 miliar.
Presiden Direktur PNM Parman Nataatmadja mengatakan, kenaikan pendapatan usaha ini masih dikontribusi paling besar sekitar 88,13% dari pendapatan jasa pembiayaan mikro atau ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) sebesar Rp370,92 miliar yang naik 58% dibanding tahun lalu sebesar Rp234,21 miliar.
”Sejak melakukan transformasi bisnis pada 2008, ULaMM menjadi kontributor utama bagi PNM hingga saat ini. Hal ini menunjukkan langkah transformasi bisnis PNM sudah sesuai jalurnya atau on the right track,” katanya di Jakarta, Selasa (31/7).
Hingga akhir Juni 2012, total penyaluran pembiayaan mikro lewat ULaMM mencapai Rp2,2 triliun. Pencapaian pembiayaan mikro ini juga tetap diiringi dengan prinsip kehati-hatian yang tercermin dari tingkat rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) ULaMM sekitar 2,15%, lebih rendah NPL kredit mikro secara nasional sekitar 3,5%.
Menurut Parman, dengan melihat realisasi kinerja pendapatan per Juni tumbuh positif di atas, perseroan optimistis bisa mencapai target kinerja akhir 2012. Tahun ini, PNM menargetkan pendapatan sebesar Rp893 miliar dan laba bersih Rp26,97 miliar. Adapun, target pembiayaan ULaMM sebesar Rp3,11 triliun rupiah atau naik sekitar 39% dibanding akhir tahun lalu sebesar Rp2,23 triliun.
Karena itu, PNM akan lebih menggenjot bisnis pembiayaan ULaMM. Untuk itu, perseroan terus melakukan ekspansi usaha dengan memperluas jaringan layanan bisnisnya. Tahun ini PNM telah menambah 100 kantor ULaMM.
Hingga Juni 2012, PNM memiliki 22 kantor cabang, 5 cabang pembantu, 76 kantor klaster dan 477 unit ULaMM di 26 provinsi (1 unit ULaMM di Ternate beroperasi Juli 2012). Secara akumulatif, PNM telah menyalurkan pembiayaan mikro sebesar Rp5,4 triliun yang menjangkau sekitar 95 ribu nasabah UMK.
Dalam bisnisnya, PNM tidak hanya memberikan jasa pembiayaan saja, tetapi juga mengkombinasikannya dengan jasa manajemen atau pendampingan usaha (capacity building) melalui Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).
”Keunikan ini mampu memberdayakan dan meningkatkan usaha mikro pelaku UMK di Indonesia,” tuturnya. Hingga akhir Juni 2012 PNM sudah memberikan pelatihan PKU kepada sekitar 5.134 nasabah UMK.


Kirim Komentar
Baca Komentar ( 0 )