PROYEK PEMBANGKIT 10.000 MW MULAI BEROPERASI


Hari ini Kamis, 10 Desember 2009,
Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Darwin Zahedy Saleh, Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Jack
Purwono didampingi Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar beserta
jajaran Direksi dan Komisaris Utama melaksanakan kunjungan kerja ke proyek PLTU
Labuan, Banten. Proyek ini merupakan bagian dari proyek percepatan pembangunan
PLTU 10.000 MW yang dilaksanakan oleh PLN berdasarkan Peraturan Presiden No. 71
tahun 2006.

 

Proyek percepatan pembangunan
pembangkit 10.000 MW mulai menunjukkan hasilnya dengan masuknya 1 unit PLTU
Labuan 300 MW ke sistem interkoneksi Jawa Bali sejak Juli 2009. Proyek PLTU
Labuan dengan total kapasitas 2 x 300 MW berlokasi di desa Sukamaju, Kec.
Labuan, Kab. Pandeglang, Propinsi Banten.


Pembangunan Proyek
Percepatan Pembangkit Tenaga Listrik berbahan bakar batubara ini berdasarkan
pada Peraturan Presiden RI Nomor 71 Tahun 2006 tanggal 05 Juli 2006 tentang
penugasan kepada PT PLN (Persero) untuk melakukan Percepatan Pembangunan
Pembangkit Tenaga Listrik yang menggunakan batubara.


Perpres ini menjadi dasar bagi pembangunan 10
PLTU di Jawa dan 25 PLTU di Luar Jawa Bali atau yang dikenal dengan nama
Proyek Percepatan PLTU 10.000 MW. Pembangunan proyek-proyek PLTU tersebut
guna mengejar kekurangan pasokan tenaga listrik sampai beberapa tahun ke depan.
Proyek ini selain menunjang program diversifikasi energi ke non bahan bakar
minyak (BBM) dengan memanfaatkan batubara berkalori rendah yang cadangannya
tersedia melimpah di tanah air, juga bertujuan lain yakni menekan harga pokok
produksi (HPP).

Posted in Siaran Pers | Leave a comment

PLN TERBITKAN OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH RP 1,5 TRILIUN


 

 

Jakarta, 10 Desember 2009
-
PT PLN (Persero) kembali
akan menerbitkan  obligasi dengan nama
Obligasi PLN XI Tahun 2010 dan Sukuk Ijarah PLN IV Tahun 2010 yang masing-masing
bernilai Rp 1 triliun dan Rp 500 miliar. Obligasi Konvensional dan Sukuk Ijarah
masing-masing memiliki jangka waktu tujuh tahun dan sepuluh tahun.

 

Penawaran
Obligasi Konvensional dan Sukuk Ijarah PLN kali ini tetap menjadi pilihan
investasi menarik di tengah pertumbuhan permintaan yang dinamis. Proyeksi
permintaan listrik dan rasio elektrifikasi untuk 7-10 tahun ke depan
sangat menjanjikan. Selain itu, PLN memiliki jejak rekam
(track record) yang baik dan tidak pernah default (gagal bayar) untuk penerbitan kesepuluh
obligasi sebelumnya, sehingga risiko Obligasi PLN XI Tahun 2010 dan Sukuk
Ijarah PLN IV Tahun 2010 relatif kecil.

 

PT
Danareksa Sekuritas
, PT
Bahana Securities dan PT Mandiri Sekuritas bertindak selaku penjamin pelaksana
emisi obligasi dengan total emisi Rp 1,5 triliun ini. Direktur PT Danareksa
Sekuritas Marciano Herman optimis obligasi PLN akan diminati banyak investor.

 

“Bunga
yang ditawarkan menarik dan obligasi ini merupakan obligasi ke-11 yang akan
diterbitkan, dimana jejak rekam pembayaran kewajiban obligasi-obligasi sebelumnya
selalu baik”, ujar Marciano.

 

Masa
penawaran awal Obligasi dan Sukuk Ijarah ini direncanakan mulai tanggal 10-17 Desember 2009
(book building), sedangkan pencatatan atas seluruh obligasinya pada
Bursa Efek Indonesia direncanakan pada tanggal 13 Januari 2010. Sampai saat
ini, PLN telah menerbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah senilai Rp 9,1 triliun,
dimana semua kewajiban pembayaran obligasi tersebut selalu dibayar tepat waktu.
Pefindo memberikan peringkat idAA- (
double
A minus; stable outlook
) untuk obligasi dan idAA-sy (double A minus syariah; stable outlook) untuk Sukuk Ijarah.

 

PLN
berencana menggunakan dana obligasi terkumpul untuk investasi pembangunan
transmisi dan distribusi setelah dikurangi biaya-biaya lainnya. Menurut Wakil
Direktur Utama PT PLN (Persero) Rudiantara, Kebutuhan listrik nasional sepuluh
tahun kedepan diperkirakan tumbuh rata-rata sebesar 9%. Penjualan energi listrik
akan meningkat menjadi 309 TWh pada tahun 2018.

 

PLN
optimistis dapat memenuhi kebutuhan listrik nasional berbekal komitmen tinggi
dan konsistensi pada
fast
track
dan
Independent Power Purchase (IPP). Pencapaian maksimal atas tujuan
Perseroan dicapai melalui perencanaan strategi manajemen yang matang,
operasional yang solid serta program peningkatan efisiensi di berbagai aspek. Sekurangnya
ada lima aspek, yaitu penurunan susut program;
efficiency drive program; penyempurnaan sistem operasi dan
pemeliharaan; peningkatan effisiensi produksi pembangkit dan peningkatan
perputaran persediaan dan penurunan periode penagihan, ungkap Rudiantara.

 

Kinerja
keuangan PLN mengalami peningkatan. Pendapatan dari penjualan tenaga listrik
Perseroan pada semester pertama tahun 2009 tercatat sebesar Rp 43,50 triliun,
naik 6,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh
peningkatan penjualan tenaga listrik dengan komposisi terbesar pada sektor
rumah tangga dan industri.

 

Parameter hutang
perusahaan pada semester pertama 2009 mencerminkan kemampuan pembayaran hutang
yang baik. Hal ini tercermin dari tingkat rasio
Debt to EBITDA yang relatif rendah, yaitu sebesar 3,9 kali. Perseroan
juga mencatat peningkatan EBITDA sebesar 64% dari Rp 8,7 triliun di semester
pertama tahun 2008 menjadi Rp 12,6 triliun di semester pertama tahun 2009 dan
EBITDA Margin meningkat dari 11,1% di semester pertama 2008 menjadi 18,3% di
semester pertama tahun 2009.

 

PLN
juga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah diantaranya melalui penerbitan
surat Menteri Keuangan pada Oktober 2009 tentang pemberian margin subsidi
sebesar 5% untuk tahun 2009.

 

 

Proyek 10 Ribu MW

Program Proyek Percepatan 10 Ribu MW dicanangkan melalui Peraturan Pemerintah No.
71/2006 yang
menugaskan
PLN untuk membangun pembangkit listrik
berbahan bakar batubara
di beberapa
daerah di Indonesia
.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 72/2006 Program
Fast Track ini didukung oleh Komite yang terdiri dari
Menteri Koordinasi Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Negara BUMN, Menteri
ESDM dan Menteri Perencanaan Pembangunan/BAPPENAS.

 

Tujuan
Program Fast Track antara lain:

 

*

Mengurangi keterbatasan subsidi dari pemerintah,
mengurangi biaya PLN dan memenuhi

 

peningkatan kebutuhan listrik dalam
negeri
.

*

Mengurangi penggunaan bahan bakar minyak pada pembangkit listrik dari 35,2% pada

 

tahun 2008 menjadi 8% pada tahun 2012.

 

Realisasi
program wilayah
fast track mengalami kemajuan (progress fisik) yang
signifikan mencapai kurang lebih 50% dengan total target kapasitas listrik
terpasang sebesar 9.481 MW.

 

Sampai dengan saat ini, kontrak 9.481 MW pembangkit
listrik dengan bahan bakar batu bara (33 lokasi) telah ditandatangani.
Sedangkan kontrak 44 MW pembangkit listrik dengan bahan bakar batu bara yang
berada di Maluku dan Papua sedang dalam proses pengadaan.

 

Tentang PT PLN Persero

PT
PLN (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara yang memiliki delapan anak
perusahaan, yaitu PT Indonesia Power, PT Pembangkitan Jawa Bali, PT PLN Batam,
PT Indonesia Comnet Plus, PT Prima Layanan Nasional Enjiniring, PT PLN Tarakan
dan PT PLN Batu Bara dengan kepemilikan di masing-masing anak perusahaan sekitar
99,9% dan Majapahit Holding BV dengan kepemilikan sebesar 100%.

 

Sampai
dengan semester pertama tahun 2009, daya terpasang pembangkit PLN mencapai
25.611 MW tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan kapasitas penyaluran
transmisi mencapai 34.000 kms dan panjang jaring distribusi mencapai 623.000
kms.

 

Komposisi
produk tenaga listrik PLN terbagi atas 76,1% produk sendiri, 21,3% pembelian
dan 2,6% dari sewa genset. Sementara rata-rata penjualan tenaga listrik PLN selama
5 tahun terakhir mengalami peningkatan sebesar 6,1% tiap tahunnya.

 

 

 Sekretaris Perusahaan

 

 

Ida Bagus G. Mardawa P.

 

Posted in Siaran Pers | Leave a comment

CSR PLN SENILAI RP 475 JUTA UNTUK ITS


Untuk kesekian kalinya PLN melaksanakan program partisipasi
dan pemberdayaan lingkungan (P3L) dengan memberikan bantuan kepada Institut
Teknologi Surabaya (ITS) berupa 10 unit
sepeda listrik, 2 unit solar cells dan 1 Unit PLN Corner
. Bantuan senilai
kurang
lebih
475 juta rupiah ini diserahkan oleh Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar kepada Rektor
ITS Priyo Suprobo di Kampus ITS, Surabaya, 5 Desember 2009.

 

Sepeda listrik dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sarana
transportasi yang ramah lingkungan untuk memudahkan  mobilitas di lingkungan kampus ITS yang cukup
luas ini. Nantinya sepeda ini dapat di recharge
di solar cells station yang tersedia
di pelataran parkir kampus Fakultas Teknik Elektro dan depan gedung Rektorat. Selain
untuk merecharge sepeda listrik
tersebut, solar cells station ini
dapat dimanfaatkan untuk mengisi ulang HP, laptop dan alat elektronik lainnya.
   

 

Dengan embrio solar
cells
di ITS ini diharapkan dapat dikembangkan dan menjadi percontohan bagi
pengembangan pembangkit tenaga surya yang menggunakan solar cells terutama di daerah terpencil yang belum
terjangkau jaringan listrik PLN. Dengan demikian hal ini akan membantu program
pemerintah untuk menaikkan rasio elektrifikasi nasional, sehingga nantinya
seluruh penduduk Indonesia termasuk yang berada di daerah terpencil dapat
menikmati listrik yang ramah lingkungan.

 

Sedangkan melalui PLN corner,
manajemen PLN berharap baik mahasiswa atau siapapun yang memerlukan informasi
mengenai PLN dapat memperoleh informasi tersebut dengan mudah dan cepat.
Diharapkan pula melalui sarana ini, penyebaran informasi khususnya mengenai PLN
dapat dilakukan dengan lebih baik dan menyeluruh.

 

Bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian PLN kepada
pendidikan di Indonesia, sekaligus sebagai bentuk peran aktif PLN dalam rangka
ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui peningkatan mutu pendidikan dengan
menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.

 

PLN sebagai perusahaan publik, selain mempunyai tugas dan
tanggung jawab bisnis untuk menyediakan listrik bagi masyarakat, juga  mempunyai tanggung jawab sosial atau CSR (corporate social responsibility) kepada
masyarakat umum untuk membantu pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang,
seperti bidang ekonomi, sosial, pendidikan, lingkungan, kesehatan, keagamaan,
dll, yang bertujuan untuk membangun masyarakat mandiri.

 

P3L merupakan implementasi CSR PLN kepada
masyarakat atau komunitas yang dilakukan secara sistematis, terencana dan
diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat dan komunitas guna mencapai
kondisi sosial ekonomi dan kualitas hidup yang lebih baik.

 

 

 

MANAJER KOMUNIKASI
KORPORAT

 

 

 

 

          
ARIO SUBIJOKO, SE, MM

Posted in Siaran Pers | Leave a comment

TRAFO IBT 500/150 KV CAWANG BARU TELAH BEROPERASI


Pada hari Sabtu, 5
Desember 2009, pkl. 16.41 WIB trafo Interbus Transformer (IBT) # 2, 500/150 KV,
500 MVA  di Gardu Induk Tegangan Ekstra
Tinggi (GITET) Cawang Baru telah beroperasi. Trafo ini langsung dibebani hingga
100 MW, setelah sebelumnya dilakukan pemanasan selama 24 jam. Secara bertahap
trafo tersebut akan dibebani sampai beban normal, seperti sebelum mengalami
gangguan, sekitar 360 MW. Ditargetkan mulai Senin besok (7/12) trafo sudah
bisa beroperasi maksimal untuk mengcover beban, kata Direktur Utama PT PLN
(Persero) Fahmi Mochtar. Trafo ini merupakan pengganti trafo yang mengalami
gangguan pada tanggal 29 September 2009 lalu, yang menyebabkan tejadinya
pemadaman bergilir di beberapa tempat di Jakarta. Trafo pengganti didatangkan
dari GITET Krian, Surabaya.

 

Pemulihan trafo IBT
Cawang Baru tersebut lebih cepat dari yang ditargetkan pada 19 Desember 2009, lanjut Fahmi. Untuk mengejar target operasi tersebut Tim Recovery (pemulihan)
gangguan Trafo Cawang dibawah kordinasi PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban
(P3B) Jawa Bali, Region Jakarta dan Banten harus bekerja siang dan malam,
secara shift sejak 31 Oktober 2009. Seluruh teknisi PLN Region Jakarta dan
Banten yang berjumlah sekitar 93 orang dikerahkan untuk memulihkan trafo
tersebut.

 

Pelaksanaan pekerjaan
juga dibantu teknisi dari Hitachi untuk peralatan di sisi 150 kV dan teknisi
AREVA untuk komponen peralatan di sisi 500 kV. Sedangkan supervisi pengujian
dilakukan oleh PLN Jasa Sertifikasi.

 

 

GI KEMBANGAN PERLU PEMELIHARAAN

Dengan telah beroperasinya
Trafo IBT #2 Cawang Baru tersebut diharapkan kondisi kelistrikan di subsistem
Jakarta akan menjadi lebih baik. Meskipun demikian kami menghimbau kepada
seluruh masyarakat agar tetap berhemat dalam pemakaian listrik, mengingat
kondisi pasokan yang masih terbatas. Saat ini beban gardu induk yang memasok
listrik ke Jakarta rata2 sudah di atas 90%.

 

Mulai tahun 2010 PLN akan
memperkuat sub sistem Jakarta yang sebagian pendanaannya telah dialokasikan
Pemerintah melalui kredit eksport sebesar 300 juta US dollar atau sekitar Rp
2,85 triliun dari total kebutuhan sebesar Rp 8,6 triliun. 

 

Disamping itu, gardu
induk (GI) Kembangan sudah mendesak untuk dipelihara dan jika dilakukan hal
ini akan menyebabkan terjadinya potensi pemadaman di Jakarta Barat sekitar 200
MW.
Untuk menghindarkan
pemadaman tersebut PLN sedang merelokasi trafo 500 MVA dari GITET Mandirancan,
Cirebon ke GITET Balaraja Tangerang dan direncanakan proses relokasi selesai
tanggal 16 Desember 2009.

 

Oleh
karena itu sewaktu waktu bisa saja terjadi pemadaman bergilir di daerah
Kembangan dan sekitarnya sampai selesainya proses relokasi tersebut jika
pemeliharaan GI Kembangan terpaksa harus dilakukan.

 

PLN
sekali lagi mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat selama ini
dan terima kasih atas segala pengertiannya.

 

SEKRETARIS PERUSAHAAN

 

 

IDA BAGUS G. MARDAWA P.

 

 

Contact person :

Manajer Komunikasi
Korporat :

Ario Subijoko  HP. 0811971730

Posted in Siaran Pers | Leave a comment

PEKERJAAN PENGGANTIAN TRAFO CAWANG MENCAPAI 88,3%


Pemasangan Interbus Transformer (IBT) 166 MVA 500/150 kV yang didatangkan dari
Krian, Jawa Timur, 13 Oktober lalu sudah mencapai kemajuan 88,3%. Trafo tersebut
akan menggantikan IBT di Cawang Baru, Jakarta, yang terbakar pada 29 September
silam. Trafo pengganti dan asesorisnya yang mulai dipasang sejak 20 Oktober
lalu saat ini sudah terpasang.


Pekerjaan lain yang sedang berlangsung
adalah pengujian 2 tahap meliputi pengujian pengisian gas dan pengujian
proteksi. Kemudian dilanjutkan dengan komisioning dan
energizing. Kami optimis pekerjaan pemasangan dan pengujian trafo ini akan
selesai dalam waktu cepat, kata Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar.
Sehingga diharapkan GIS Cawang akan kembali
beroperasi secara normal pada pertengahan Desember.


LOAD LIMIT CONTROLLER

 

Sementara itu,
PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang berhasil memasang 306
Load Limit Controller (LLC) pada pelanggan rumah tangga golongan
rumah tangga  daya diatas 33.000 VA.
Hasil ini melampaui target yang ditetapkan yakni sebanyak 200 pelanggan. LLC
berfungsi membatasi pemakian listrik oleh pelanggan sampai 70% pada waktu beban
puncak, pukul 17.00 s.d 22.00 WIB.

Posted in Siaran Pers | Leave a comment

PLN GANDENG SWASTA ATASI DEFISIT LISTRIK



PLN membuat kontrak dengan beberapa
perusahaan yang memiliki kelebihan pasokan listrik (
excess power) untuk mengatasi defisit pasokan listrik di beberapa wilayah di
Indonesia. PLN telah melakukan pembicaraan dengan 11 pemilik
excess power dari propinsi Sumatera Utara, Riau, Jambi, Lampung, Jawa Barat
dan Jawa Timur.
Mereka adalah
pengusaha pabrik kelapa sawit, pabrik kertas, pabrik gas dan pabrik tekstil.

 

Upaya mengatasi
krisis listrik di daerah daerah luar Jawa secara mendasar memang harus menunggu
selesainya proyek 10.000 MW, tetapi hal tersebut memerlukan waktu. Untuk
mengatasi defisit listrik secara cepat PLN melakukan dua hal yakni membeli
excess power dan menyewa genset berkapasitas besar.


Pada pertemuan
Jumat pekan lalu (20/11/09) PLN langsung mendapatkan konfirmasi kesediaan dan
kesiapan dari para pemilik
excess power untuk membantu PLN memasok sebagian
listriknya. Kontrak yang ditandatangani adalah kesediaan pemilik
excess power untuk memasok listrik ke PLN sebesar 96 MW,
dengan rincian sebagai berikut :

Posted in Siaran Pers | Leave a comment

CENTRAL JAVA COAL-FIRED IPP PROJECT NOTIFICATION OF PREQUALIFICATION RESULT


Following to the request
for prequalification of bidders for the Central Java IPP Project issued on June
22, 2009, PT PLN (Persero) (PLN), an electric utility company owned by the
State of the Republic of Indonesia, officially announces seven prequalified
bidders that would be invited to respond to the Request for Proposal. They are
listed alphabetically:

 

1.     China Shenhua
Energy Company Limited

2.     CNTIC, Guandong
Yudean Consortium

3.     GDF Suez, J Power
Consortium

4.     Korea Electric
Power Company (KEPCO)

5.     Marubeni
Corporation

6.     Mitsubishi
Corporation

7.     Mitsui,
International Power Consortium

 

The prequalification
bidders have been evaluated based on Pre Qualification Document dated June 22,
2009 and its subsequent Amendments.

 

Central Java IPP is a
coal fired IPP project to be located around Pemalang in Central Java Province.
The Project will utilize supercritical boiler or ultra supercritical boiler
technology and have an installed capacity of up to 2,000 MW.The IPP will enter
into a twenty five (25) years Power Purchase Agreement with PLN. The IPP will
develop, finance, construct and operate the Project on a
Build Own Operate Transfer (BOOT) basis; and finance and construct the
associated 500 kV transmission line and substation, which will be transferred
to PLN as special facility. Request for Proposal (RFP) to be issued after
receiving the Government of Indonesia principle approval by PLN, and bid date
around 4 months after issuance. The Project is expected to start commercial
operation by late 2014.

 

 

Jakarta, November, 2009

PT PLN (Persero)

Central Java IPP
Procurement Committee

PLN Headquarter Main
Building, 13th Floor

Jalan Trunojoyo Blok M
I/135

Kebayoran Baru

Jakarta 12160

download file

Posted in Siaran Pers | Leave a comment

PLN TERBITKAN OBLIGASI GLOBAL SENILAI US $1,25 MILIAR


 

 

(Jakarta, 2 November 2009) PT PLN
(Persero) kembali berhasil menerbitkan obligasi global (
global bond) senilai US $1,25 Miliar dari total pesanan sebesar US $ 4,3
Miliar. Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi kali ini akan digunakan
untuk menambah belanja modal dan memenuhi kebutuhan korporat secara umum.

 

Obligasi ini bertenor 10 tahun 2,5
bulan, yield 7,875% dan kupon 7,75%. Angka ini lebih rendah dari emisi yang
telah dikeluarkan pada bulan Agustus 2009. Kata Direktur Utama PT PLN (Persero)
Fahmi Mochtar.

 

Obligasi global
yang ditawarkan PLN mendapat respon yang kuat dari beragam investor. Investor
yang membeli obligasi global PLN 38% berasal dari Asia, 24% dari Eropa dan 38%
dari Amerika.  Berdasar tipe investor,
pembeli obligasi adalah 45% manajer asset/hedge funds, 21% bank, 15% perusahaan
asuransi dan dana pensiun, retail sebesar 14% dan sisanya lain2.

 

Menurut Fahmi,
meskipun kondisi pasar sangat bergejolak (
volatile) dan terdapat
banyak suplai, namun kepercayaan investor terhadap Pemerintah Indonesia dan PLN
masih cukup tinggi sehingga
book order yang diperoleh PLN relatif besar.

 

Penerbitan
obligasi PLN kali ini menjadi pilihan investasi menarik bagi para investor,
terbukti dari permintaan obligasi global yang melonjak hampir 3,5 kali dari
kebutuhan, ditengah situasi pasar yang penuh tantangan saat ini. Selain
merupakan pemain utama di industri kelistrikan, PLN merupakan badan usaha milik
negara yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah mengingat perannya yang
strategis dalam hal penyediaan listrik di seluruh wilayah Indonesia.

 

PLN juga
terbukti mampu untuk selalu membayar seluruh kewajiban dari sembilan obligasi
konvensional, dua sukuk ijarah dan dua obligasi internasional yang diterbitkan
sebelumnya secara tepat waktu. Hal ini membuktikan komitmen penuh PLN dan dapat
menjadi dasar kepercayaan investor untuk berinvestasi di obligasi PLN.

 

 SEKRETARIS PERUSAHAAN

                                      
                                                                                                         SUPRIYANTO

 

Posted in Siaran Pers | Leave a comment

INTERKONEKSI SUMATERA DAN SEMENANJUNG MALAYSIA TAHUN 2015


Jakarta, 26 Oktober 2009. Setelah 20 tahun
melakukan studi teknis dan studi kelayakan, interkoneksi sistem kelistrikan
antara pulau Sumatera dan Semenanjung Malaysia rencana akan terwujud di tahun
2015. Proyek penyambungan sistem kelistrikan itu akan menggunakan kabel bawah
laut 250 kV sepanjang kurang lebih 200 kilometer dan dua set kabel bawah laut
masing-masing 57 kilometer.

 

Interkoneksi tersebut akan mampu
menyalurkan daya sebesar 600 MW. Kedua pihak, PLN dan Tenaga Nasional Berhad
(TNB), perusahaan listrik Malaysia akan mengadakan pertemuan kembali untuk
mendiskusikan perumusan kontrak, pendanaan dan detil pekerjaan.

 

Untuk pendanaan, Bank Dunia akan dilibatkan
dalam proyek yang sangat penting ini. Penandatanganan
Heads of Agreement tentang hal tersebut dilakukan Jumat
(23/10) lalu antara Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar dan President and Chief
Executive Officer TNB Datuk Seri Che Khalib Mohd Noh. Proyek ini akan menjadi
koneksi listrik antar dua negara yang kedua setelah terjalinnya kesepakatan
interkoneksi pertama yang menghubungkan Bakun dan Kalimantan Barat.

 

Interkoneksi
ini akan memungkinkan kedua negara, Indonesia dan Malaysia, untuk saling
membantu dan mendukung pemenuhan kebutuhan listrik satu sama lain pada saat
beban puncak, dimana beban puncak di semenanjung Malysia terjadi pada siang
hari dan beban puncak di Sumatera terjadi pada malam hari.

download file

Posted in Siaran Pers | Leave a comment

PDKB TINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN




(Denpasar, 22 Oktober 2009) Di usianya yang ke 64
tahun pada tanggal 27 Oktober 2009, PT PLN (Persero) mengukuhkan tekadnya untuk
terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan di berbagai sisi. Salah satu
upaya itu adalah dengan dikembangkannya sistem Pekerjaan Dalam Keadaan
Bertegangan (PDKB). PDKB adalah pekerjaan pemeliharaan, perbaikan atau
penggantian isolator
serta kelengkapan konduktor maupun komponen
lainnya pada jaringan listrik tanpa memadamkan jaringan yang sedang beroperasi.
Dengan demikian kelangsungan suplai listrik tetap terjaga dan selama pekerjaan
tersebut pelanggan tidak perlu mengalami pemadaman.

 

PDKB telah dikembangkan sejak 1993 di
hampir seluruh unit pelayanan PLN. Jumlah personil PDKB Tegangan Menengah (TM)
adalah 488 orang dan PDKB Tegangan Tinggi (TT)/Tegangan Ekstra Tinggi (TET)
adalah 168 orang yang tersebar di 15 unit PLN Wilayah/Distribusi dan 2 unit PLN
Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) yaitu P3B Jawa Bali dan P3B Sumatra.

Pekerjaan ini
memang mengandung resiko besar karena jaringan listrik dipelihara tanpa
dipadamkan, sehingga kesalahan atau kekeliruan sedikit dalam bekerja bisa berakibat
fatal atau menyebabkan kematian bagi pelaksana lapangan. Oleh karena itu
standing
operation procedure
(SOP) benar-benar wajib ditaati oleh petugas. Tim PDKB bekerja dengan motto: Safety, Safety, Safety. Manusia selamat, peralatan selamat dan
sistem jaringan listrik selamat. Bagi petugas,
safety pertama adalah
selamat di perjalanan menuju tempat tugas.
Safety kedua, selamat
saat bertugas dan
Safety ketiga, selamat tiba kembali di rumah.

 

Metode pelaksanaan PDKB yang ada saat ini
dan sudah diimplementasikan baik di dalam negeri maupun luar negeri dapat
dibedakan atas tiga cara, yaitu:

 

1.     
Metoda menggunakan Sarung Tangan Karet (Rubber Glove Method), biasanya untuk jaringan Tegangan Rendah
(misalnya 480 Volts
s.d 1500 Volts)

2.     
Metoda menggunakan Tongkat Isolasi (Hot Stick atau Distance Method), yang biasanya
untuk jaringan dengan Tegangan Menengah dan Tinggi (Saluran Udara Tegangan
Tinggi/SUTT) (misalnya jaringan bertegangan 20 kV/kilo Volts
s.d 150 kV)

3.     
Metoda dengan menyentuh langsung (Bare Hand Method), yang biasanya untuk Saluran Udara
Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dan Ultra Tinggi (misalnya jaringan  dengan tegangan 230 kV
s.d 500 kV).

 

Semua metode tersebut telah dilaksanakan di
PLN. PDKB pada sisi tegangan menengah 20 kV (SUTM) telah dilaksanakan oleh PLN
Distribusi seIndonesia sedangkan PDKB pada sisi tegangan tinggi dan tegangan
ekstra tinggi (SUTT/SUTET) dilaksanakan PT PLN (Persero) P3B Jawa Bali sejak
tahun 2004.

 

PLN melakukan evaluasi
secara terus menerus atas pelaksanaan PDKB, sebagai bagian dari pembelajaran
berkelanjutan. Proses evaluasi terhadap pelaksanaan PDKB dilakukan bersamaan
dengan kegiatan konvensi PDKB yang dilaksanakan secara perodik tahunan. Pada
Konvensi PDKB dibahas kendala
2 lapangan dan instruksi kerja (IK).

Prestasi yang dicapai 5 tahun terakhir, Tim
PDKB mampu menyelamatkan energi listrik rata
2 sebesar 415.196 MWh (setara dengan Rp. 280
miliar) per tahun untuk PDKB TM dan 376.446 MWh (setara dengan Rp 280.4 miliar)
per tahun untuk PDKB TT/TET.

PDKB Tegangan Tinggi Hadir di
Bali

Mengingat pulau Bali merupakan tujuan
utama wisatawan dalam dan luar negeri. PLN dituntut meningkatkan pelayanan
setingkat kelas dunia, kata Direktur Perencanaan PT PLN (Persero) Bambang
Praptono pada saat Expose PLN meningkatkan Citra Perusahaan Dalam Bidang
Pelayanan Teknik dalam rangka Hari Listrik Nasional ke 64*), di Denpasar Kamis
(22/10). Sementara dari sisi penyaluran, selain masih mengandalkan pasokan
energi dari Jawa melalui kabel laut, kondisi peralatan SUTT banyak yang
mengalami korosif akibat penguapan air laut, yang menyebabkan kerusakan keping
isolatornya.
Bila perbaikannya dilakukan dengan cara padam kriteria
penyaluran N1 tidak terpenuhi, sehingga tidak andal dan sebagai pengganti perlu
mengoperasikan PLTD, pembangkit dengan biaya produksi mahal karena berbahan
bakar solar.
Karena itu
pemeliharaan SUTT di Bali dituntut pula dilakukan tanpa pemadaman jaringan.

 

Selama ini
pelaksanaan PDKB SUTT di Bali dilaksanakan oleh Tim PDKB yang
base campnya di Surabaya, sehingga kurang efektif
dan tidak efisien. Sehubungan dengan itu, pada 2 Maret 2009 dibentuk Tim PDKB
Sub Region Bali, dengan
Base Camp di Denpasar. Sejak saat itu 10 tenaga PDKB
TT/TET siap melakukan tugas pemeliharaan dan perbaikan SUTT di Bali. Tugas
utama mereka antara lain:
climb up
inspection
, penggantian
isolator dan asessorisnya yang mengalami korosi serta  perbaikan konduktor rantas.

 

*) Hari Listrik Nasional diperingati setiap tanggal 27 Oktober dengan
mengambil momentum nasionalisasi perusahaan2 listrik yang sebelumnya
dikuasai Jepang pada tanggal 27 Oktober 1945.
 

download file

Posted in Siaran Pers | Leave a comment