Perkuat Sistem Jawa Bali, PLN Pastikan Suplai Batu Bara PLTU Tanjung Jati B A

Jakarta, 15 Mei 2017 – PLN perkuat Sistem Kelistrikan Jawa-Bali dengan memastikan suplai batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B (TJB). Hal ini dipastikan setelah ditandatanganinya kontrak penyediaan batu bara untuk PLTU TJB bersama PT Indominco Mandiri dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dengan total 4,8 juta metrik ton batu bara per tahun selama 5 tahun. Penandatanganan ini tepatnya dilaksanakan di PLN Kantor Pusat, Jakarta pada Selasa siang (9/5).

Kontrak yang ditandatangani bersama PT Indominco Mandiri adalah pengadaan batu bara Lot-1I unit 1 dan 2 sebesar 500 ribu metric ton per tahun. Sementara kontrak dengan PT KPC adalah pengadaan batu bara Lot-1H unit 1 dan 2 sebesar 1,5 juta metric ton per tahun, Lot-E unit 3 dan 4 sebesar 2,3 juta metric ton per tahun dan Lot-G unit 3 dan 4 sebesar 500 ribu metric ton per tahun. Terdapat 1 Lot yang masih dalam proses Contract Discussion Agreement (CDA), yaitu pengadaan batu bara untuk unit 3 dan 4 Lot-F sebanyak 0,5 juta metric ton per tahun oleh PT Jembayan Muarabara.

Adapun untuk spesifikasi dari batu bara yang disediakan mengandung 5.550-5.700 KKal/Kg dengan kelembaban antara 17%-20%, kandungan sulfur sekitar 0,6%-0,88% dan ash content sekitar 5,5%-6%. Untuk harga batu bara tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM no. 7 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang dalam acara penandatanganan kontrak tersebut mengatakan bahwa penandatanganan ini telah melalui proses yang panjang dan merupakan pencapaian yang baik.

“Proses negosiasi di balik ini sudah cukup panjang. Alhamdulillah akhirnya bisa terselesaikan dengan baik. Sementara itu, suplai batubara tersebut rencananya dimulai pada Juni 2017,” ujar Nasri.

Lebih lanjut Nasri mengatakan bahwa PLTU TJB merupakan pembangkit yang sangat penting untuk sistem kelistrikan Jawa-Bali, dan telah beroperasi sejak 2006 (unit 1 dan 2) sementara TJB unit 3 dan 4 beroperasi sejak 2012. Nasri juga berpesan agar tidak ada pembangkit yang tidak beroperasi karena kurangnya suplai batu bara, mengingat infrastruktur kelistrikan PLN yang terus berkembang dengan program 35.000 MW.

“Ke depan akan dibangun sebesar 2×1.000 MW untuk PLTU TJB Unit 5 dan 6, kira-kira dibutuhkan tambahan sekitar 7 juta ton per tahunnya. Tentu ini merupakan tanda bahwa PLN masih membutuhkan batu bara dengan kualitas yang sesuai dengan desain PLTU itu sendiri,” tambah Nasri.

Acara penandatanganan tersebut turut dihadiri oleh Direktur PT KPC Ido Hutabarat, Direktur Pemasaran PT Indominco Mandiri Jusnan, Direktur PT Central Java Power (CJP) Koike, Kepala Satuan Batubara PLN Harlen dan General Manager PLN Pembangkitan TJB Ari Basuki.


Kategori Siaran Pers
Sub Kategori Siaran Pers