Diseminasi RUPTL PLN 2019-2028

Jakarta, 18 Maret 2019 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengesahkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2019-2028 melalui Keputusan Menteri ESDM No. 39.K/20/MEM/2019 tanggal 20 Februari 2019. Tindak lanjut dari hal tersebut, Kementerian ESDM dan PLN pada Senin (18/3) mendiseminasikan RUPTL PLN 2019-2028 di Auditorium PLN Kantor Pusat, Jakarta.

RUPTL 2019-2028 ini menegaskan upaya PLN untuk memenuhi target bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025 seperti tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Draft Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2018-2037. PLN berusaha mengoptimalkan pemanfaatan energi bersih yang berasal dari EBT dan gas, sedangkan pengembangan PLTU batubara akan diutamakan menggunakan teknologi Ultra Supercritical (USC) yang rendah karbon dan lebih ramah lingkungan.

Melalui RUPTL PT PLN (Persero) 2019-2028, Kementerian ESDM menginstruksikan PLN agar terus mendorong pengembangan EBT, di mana target penambahan pembangkit listrik dari EBT hingga tahun 2028 sebesar 16.714 MW.

“Saya minta agar pelaksanaan pembangunan semua pembangkit EBT harus dipastikan berjalan dari sekarang, sehingga target bauran EBT 23% pada 2025 benar-benar tercapai,” ujar Jonan.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman memaparkan bahwa RUPTL 2019-2028 ini menegaskan upaya PLN untuk menunjang pencapaian Rasio Elektrifikasi (RE) sebesar 100% di tahun 2020, yaitu dengan menyusun Roadmap Listrik Perdesaan dengan mempertimbangkan elektrifikasi desa lama dan desa baru, serta pembangunan pembangkit skala kecil baik EBT maupun pembangkit lainnya termasuk PLTS komunal, tower PV, Solar Home System dan jaringan distribusi yang diperlukan untuk melistriki desa terisolasi yang terletak jauh dari desa berlistrik.

Rencana pembangunan infrastruktur penyediaan tenaga listrik dalam RUPTL 2019-2028 dilaksanakan untuk memenuhi proyeksi rata-rata pertumbuhan listrik sebesar 6,42% per tahun dan proyeksi tambahan jumlah pelanggan 16,9 juta pelanggan.

Rencana pengembangan kapasitas pembangkit untuk 10 tahun ke depan sebesar 56.395 MW dengan rincian PLTP 4.607 MW, PLTA 9.543 MW, PLTG/MG/GU 12.617 MW dan PLTU 27,063 MW, dan EBT Lain 2,564 MW, guna memenuhi target bauran energi tahun 2025 dengan rincian EBT 23%, gas 22%, batubara 54,6% dan BBM 0,4%.

Rencana pengembangan gardu induk, transmisi, dan distribusi dengan rincian total jaringan transmisi sepanjang 57.293 kms, gardu induk sebesar 124.341 MVA, jaringan distribusi sepanjang 472.795 kms dan gardu distribusi sebesar 33.730 MVA.

Lebih lanjut, Syofvi juga menjelaskan mengenai kondisi PLN saat ini dalam optimalisasi daya listrik dengan kendaraan listrik.

“PLN siap mendukung penggunaan mobil listrik dengan menyiapkan pasokan listrik dan infrastruktur pengisian baterai, baik di rumah maupun stasiun serta mendorong lebih agresif agar Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) ditempatkan di lokasi strategis, seperti mall, perkantoran, sekolah, pusat bisnis, dan lain-lain. Penggunaan mobil listrik tidak akan memengaruhi kapasitas pembangkit karena charging mobil listrik dapat dilakukan di rumah pada saat beban rendah, yakni pukul 22.00-04.00,” jelas Syofvi.


Kategori Berita