Sabtu, 19 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

PT Pindad (Persero) berhasil mendapatkan penghargaan PROPER HIJAU untuk PT Pindad (Persero) yang berlokasi di Bandung dan PROPER BIRU untuk PT Pindad (Persero) yang berlokasi di Turen, Malang.

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How about the information quality on this site?

  • Very good (33%, 2 Votes)
  • Good (33%, 2 Votes)
  • Need an improvement (34%, 2 Votes)

Total Voters: 6

Loading ... Loading ...

Pindad Serahkan Panser di Hari Jadi TNI

11 September 2008

BANDUNG–MI: PT Pindad siap
menyerahkan 10 panser pesanan TNI sebelum HUT TNI 5 Oktober mendatang.

“Apa yang direncanakan TNI sudah hampir selesai, mudah-mudahan bulan
depan sudah produksi yang kesepuluh,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla saat 
meninjau  produksi panser PT Pindad di Bandung, Jumat (29/8).

“Anda akan
dibanggakan untuk ketahanan negara,” puji Wapres pada jajaran karyawan PT
Pindad.

panser8


TNI memesan 150 panser tipe APC ( Armored Personnel Carrier)
buatan Pindad. Sepuluh panser akan diserahkan 5 September mendatang dan delapan
unit berikutnya pada Desember 2008. Sisanya 132 akan diserahkan secara bertahap
tahun depan dengan jadwal pengiriman terakhir 20 September 2009.

Sebanyak 150 panser APC 6×6 antara lain jenis komando, ambulans,
recovery, cargo,logistik dan mortar. Selain itu TNI juga memesan empat panser
4×4 jenis intai.

Wapres mengakui adanya hambatan yang dialami Pindad
terutama lonjakan harga material panser terutama baja. Untuk itu Wapres
mengisyaratkan harga panser untuk pesanan tahun depan akan disesuaikan harganya.

Wapres menyatakan kenaikan harga panser buatan Pindad tidak menjadi
masalah dibandingkan jika TNI mesti mengimpor dari negara lain.

“Harga
panser dalam negeri ini cuma 60 persen dari harga impor untuk jenis yang sama,
bedanya hanya buatan luar dan dalam negeri,” ujar Kalla.

Wapres
menuturkan meski untuk tahap pertama diserahkan pada 5 September 2008,  tetapi
tujuannya bukan untuk untuk parade HUT TNI, tetapi untuk fungsi pertahanan
negara.

Dirut PT Pindad Adik Sudaryanto mengeluhkan anggaran pengadaan
panser dari APBN baru tersedia untuk tahap pertama sebanyak 20 panser senilai
Rp151 miliar. Dari jumlah itu Pindad baru mengantungi uang muka sebesar 20
persen.

Padahal di sisi lain, Pindad telah menandatangani kontrak
pengadaan komponen utama untuk 150 panser.  “Dana yang akan dikucurkan untuk
anggaran tahap II tahun 2009 belum dapat dipastikan waktunya,” kata Adik.

Kondisi tersebut menyulitkan keuangan Pindad yang mendasarkan kebutuhan
modal  kerja dari pinjaman bank. “Biaya bunga bank tahun 2008 saja sebesar Rp5,2
miliar,” cetusnya.

Kendala serius lainnya, Pindad mesti menanggung
kenaikan harga bahan baja anti peluru dan baja yang cukup besar.  “Karena itu
diharapkan kebutuhan baja tahan peluru untuk 120 panser dapat didukung
PT�Krakatau Steel untuk mengurangi risiko harga,” paparnya. (Fud/OL-03)

Source :Media Indonesia



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>