PINDAD MENANDATANGANI KERJASAMA STRATEGIS DENGAN BARATA DAN BBI

PT Pindad (Persero), PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Boma Bisma Indra (Persero) menandatangani perjanjian kerjasama strategis mengenai excavator dan traktor multiguna pada Rabu, 11 September 2019 di Gedung Heavy Machining Center PT Barata Indonesia, Gresik. Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose melakukan penandatangan dengan Direktur Utama PT Barata Indonesia, Oksarlidady Arifin dan Direktur Utama PT Boma Bisma Indra, Yoyok Hadi. Menteri BUMN, Rini Soemarno, Deputi BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Fajar Harry Sampurno dan Direktur Bisnis Produk Industrial, Heri Heriswan turut menghadiri serta menyaksikan kegiatan penandatanganan perjanjian kerjasama strategis tersebut.

Rini mengemukakan rasa bangga atas berbagai sinergi BUMN termasuk kerjasama strategis yang ditandatangani pada hari ini. Dengan tetap menjaga sinergi, masing-masing BUMN dapat berkembang sehingga dapat membantu masyarakat menjadi lebih baik dan nyaman. Beliau kemudian menginstruksikan untuk menciptakan mesin asli Indonesia yang ditarget pada akhir 2023 untuk memperkuat industri nasional dan mengurangi jumlah import.

Ruang lingkup kerjasama strategis tersebut mencakup kerjasama produksi, kegiatan pemasaran dan penjualan, extended capacity serta kerjasama lain yang disepakati masing-masing pihak.

Dalam kerjasama ini PT Pindad memiliki wewenang untuk memproduksi excavator 20 ton yang akan dipasarkan oleh PT Barata Indonesia. Kemudian, PT Barata Indonesia memproduksi traktor multiguna 40hp dan dipasarkan oleh PT Pindad. Terakhir, PT Boma Bisma Indra menyediakan diesel engine untuk excavator dan traktor multiguna untuk mendukung kegiatan produksi.

Kerjasama ini bertujuan untuk memanfaatkan kemampuan masing-masing pihak dalam melaksanakan, mengembangkan, meningkatkan bidang usaha serta mengupayakan kenaikan tingkat penjualan.

Direktur utama PT Barata Indonesia, Oksarlidady Arifin dalam sambutannya berharap kerjasama strategis ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak. "Dengan seluruh perjanjian kerjasama strategis hari ini, saya sampaikan terima kasih sedalam-dalamnya. Semoga kerja keras kita memberi nilai tambah bagi industri nasional" ujar Oksarlidady.

Abraham Mose optimistis bahwa perjanjian kerjasama strategis ini dapat meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada industri alat berat, namun tidak terbatas pada excavator dan traktor multiguna.

Kerjasama yang dilakukan memiliki dampak positif untuk meningkatkan produksi, memperluas pasar hingga menaikkan tingkat penjualan masing-masing pihak dengan bahan baku yang berasal dari dalam negeri

Adapun BUMN dan korporasi lain yang menandatangani nota kesepahaman yaitu PT KAI, PT Inka, PT LEN, PT Pelindo 3, PT Garam, PT Krakatau Steel (Persero), PT Inuki (Persero), PT Dahana (Persero), PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), PT KIMA (Kawasan Industri Makasar), PT Pesonna Indonesia Jaya, PT Dok Perkapalan Surabaya, dan PT Pelindo Marine Service. (raka)


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel